
Courtesy of TechCrunch
Tes Kerja di Anthropic Berubah Karena AI Semakin Pintar Menggantikan Manusia
Untuk menghadapi tantangan penilaian kandidat yang dibingungkan oleh kemampuan AI unggul, Anthropic mendesain ulang tes yang lebih sulit bagi AI, sekaligus mengajak pembaca untuk mencoba mengalahkan output AI terbaik mereka.
22 Jan 2026, 21.54 WIB
287 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kemajuan alat AI telah mengubah cara organisasi menilai kandidat untuk posisi teknis.
- Anthropic menghadapi tantangan unik dalam mengintegrasikan AI dalam proses rekrutmen mereka.
- Desain ulang tes oleh Anthropic menunjukkan pentingnya inovasi dalam penilaian keterampilan di era AI.
tidak disebutkan - Anthropic adalah perusahaan AI yang menggunakan tes take-home untuk menilai kemampuan para pelamar kerja dalam tim optimisasi performa mereka. Tes ini dirancang supaya kandidat bisa menunjukkan keahlian teknis mereka.
Seiring kemajuan pesat alat coding berbasis AI seperti model Claude, kemampuan AI tersebut mulai mengungguli manusia, termasuk dalam tes yang sama dengan waktu penyelesaian yang ditentukan. Hal ini menimbulkan masalah serius bagi proses seleksi.
Tim Anthropic mengizinkan penggunaan AI dalam tes, tetapi ketika output AI sebaik itu, tes tak lagi efektif untuk memilih siapa kandidat terbaik karena perbedaan antara output manusia dan AI hampir tidak ada.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/01/22/anthropic-has-to-keep-revising-its-technical-interview-test-so-you-cant-cheat-on-it-with-claude/
[1] https://techcrunch.com/2026/01/22/anthropic-has-to-keep-revising-its-technical-interview-test-so-you-cant-cheat-on-it-with-claude/
Analisis Ahli
Andrew Ng
"Sebagai pionir AI, saya percaya bahwa masalah ini menandai era baru dimana kemampuan kolaboratif AI dan manusia menjadi kunci utama, bukan hanya kemampuan tunggal AI atau manusia saja."
Fei-Fei Li
"Ketika AI sudah dapat menandingi manusia di tes standar, kita harus fokus mengukur kreativitas, intuisi, dan pemikiran kritis yang sulit direplikasi oleh AI."
Analisis Kami
"Masalah ini menunjukkan sejauh mana AI sudah menggantikan banyak aspek kemampuan manusia dalam coding dan optimasi, sehingga dunia kerja harus mengubah metode seleksi dengan lebih kreatif dan mendalam. Namun, ini juga membuka kesempatan untuk menggabungkan kolaborasi manusia dan AI dalam pengujian dan pengembangan performa yang jauh lebih maju."
Prediksi Kami
Tes penilaian kerja akan semakin sulit dirancang agar bisa membedakan kemampuan manusia dan AI, dengan fokus pada tugas yang tidak mudah diotomatisasi oleh model AI saat ini.



