Substack Luncurkan Aplikasi TV, Pemakai Lama Khawatir Konten Tulisan Tergusur
Courtesy of TheVerge

Substack Luncurkan Aplikasi TV, Pemakai Lama Khawatir Konten Tulisan Tergusur

Mengabarkan peluncuran aplikasi Substack untuk Apple TV dan Google TV yang memfokuskan pada video dan livestream, serta menunjukkan reaksi negatif dari pengguna yang merasa Substack mulai mengabaikan konten tertulis.

23 Jan 2026, 03.21 WIB
11 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Substack meluncurkan aplikasi TV untuk meningkatkan interaksi dengan konten video.
  • Reaksi negatif dari pengguna menunjukkan kekhawatiran tentang hilangnya fokus pada tulisan.
  • Perubahan ini mencerminkan upaya Substack untuk bersaing di pasar konten video yang semakin berkembang.
Tidak disebutkan secara spesifik, kemungkinan internet/global - Substack baru-baru ini mengumumkan peluncuran aplikasi mereka untuk Apple TV dan Google TV. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa menonton video dan siaran langsung dari kreator yang mereka ikuti. Fitur baru lainnya adalah umpan 'For You' yang menampilkan rekomendasi dari kreator lainnya, yang tersedia bagi pelanggan gratis dan berbayar.
Meskipun inovasi ini bertujuan menambah ragam konten dan menjangkau audiens yang lebih luas, reaksi dari penggunanya sangat beragam. Banyak pengguna lama kecewa karena merasa fokus Substack mulai bergeser dari tulisan menjadi video, sesuatu yang tidak mereka harapkan dari platform yang dulunya lebih menonjolkan konten teks.
Substack sendiri sudah menambahkan berbagai fitur baru di beberapa tahun terakhir, seperti kemampuan streaming langsung, Notes yang mirip dengan Twitter, serta rencana menghabiskan 20 juta dolar untuk menarik kreator TikTok agar bergabung. Substack juga mulai bereksperimen dengan iklan sponsor walaupun sebelumnya menentangnya.
Dari sisi industri, perkembangan Substack masuk akal karena kecenderungan besar pengguna menonton podcast dan video di TV seperti YouTube yang sudah mencatat 700 juta jam tayangan podcast pada Oktober 2025. Layanan musik dan podcast lain seperti Spotify juga sudah memperbarui aplikasi televisinya untuk video podcast dan video musik.
Namun, bagi penggemar awal dan penulis yang berfokus pada tulisan, perubahan ini menjadi momen kritis yang memunculkan kekhawatiran apakah Substack masih relevan sebagai tempat pengiriman newsletter tertulis yang berkualitas, atau berubah menjadi platform yang lebih mirip media sosial dan layanan streaming video.
Referensi:
[1] https://theverge.com/news/866054/substack-tv-app-beta-launch-newsletters

Analisis Ahli

Analisis Kami

"Substack berusaha beradaptasi dengan tren konsumsi konten digital yang kian bergeser ke video, tapi mengabaikan nilai inti yang membuatnya unik, yaitu fokus pada tulisan berkualitas. Ini berisiko mengikis loyalitas pengguna lama yang menghargai tulisan dan bisa menyebabkan fragmentasi komunitas yang akhirnya merugikan ekosistem platform."

Prediksi Kami

Jika Substack terus mengutamakan konten video dan fitur sosial media, kemungkinan besar pengguna penulis tradisional akan meninggalkan platform tersebut dan Substack akan menjadi lebih mirip platform media sosial atau streaming dibandingkan platform newsletter tulis.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diumumkan oleh Substack pada hari Kamis?
A
Substack mengumumkan peluncuran aplikasi untuk Apple TV dan Google TV yang memungkinkan pengguna menonton video dan livestream.
Q
Apa saja fitur yang tersedia di aplikasi TV Substack?
A
Aplikasi ini menyediakan umpan 'For You' yang merekomendasikan konten dari pembuat lain serta video dan livestream dari kreator yang diikuti pengguna.
Q
Bagaimana reaksi pengguna terhadap fokus baru Substack pada konten video?
A
Banyak pengguna dan penulis yang frustrasi dengan fokus pada konten video, merasa Substack seharusnya lebih berfokus pada tulisan.
Q
Apa yang ditakuti oleh pengguna lama Substack mengenai perubahan platform ini?
A
Pengguna lama khawatir Substack tidak lagi menjadi tempat yang mengutamakan tulisan dan lebih mirip platform media sosial.
Q
Mengapa Substack berusaha memasuki pasar konten video?
A
Substack berusaha memasuki pasar konten video karena tren pengguna yang beralih ke menonton podcast di televisi, seperti yang terlihat di YouTube.