
Courtesy of NatureMagazine
NIH Hentikan Dana Riset Jaringan Janin Aborsi, Memperlambat Ilmu Medis
Menginformasikan tentang perubahan kebijakan pendanaan NIH terkait riset jaringan janin hasil aborsi elektif dan dampaknya terhadap kemajuan riset biomedis, serta menyoroti kontroversi antara kepentingan ilmiah dan politik.
22 Jan 2026, 07.00 WIB
208 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- NIH menghentikan pendanaan untuk penelitian jaringan janin dari aborsi elektif, tetapi tetap mendukung penelitian dari keguguran.
- Keputusan ini dapat memperlambat kemajuan dalam penelitian medis, terutama dalam pengembangan sel punca.
- Perubahan kebijakan ini menunjukkan dampak politik yang signifikan dalam pengambilan keputusan terkait penelitian biomedis.
California, Amerika Serikat - US National Institutes of Health (NIH) mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi mendanai riset yang menggunakan jaringan janin manusia dari aborsi elektif mulai tahun fiskal 2024. Meskipun demikian, riset yang menggunakan jaringan janin dari keguguran dan stillbirth masih akan tetap didukung. Kebijakan ini muncul di tengah kontroversi panjang tentang penggunaan jaringan janin dalam penelitian biomedis.
Para peneliti dan ahli di bidang biomedis mengkhawatirkan bahwa kebijakan baru ini akan memperlambat kemajuan riset yang penting untuk memahami perkembangan janin dan penyakit serius seperti Alzheimer. Menurut mereka, jaringan janin masih merupakan standar emas dalam penelitian dan sulit digantikan oleh teknologi alternatif seperti kultur tiga dimensi atau biologi komputasi.
Hingga tahun fiskal 2023, NIH mendanai 77 proyek yang melibatkan penelitian jaringan janin. Namun, dengan pembatasan baru, sebagian besar riset ini harus mencari sumber dana lain, seperti dana swasta. Hal ini bisa menyebabkan terhambatnya progres penelitian dan pengembangan obat baru yang selama ini bergantung pada jaringan janin asli.
Pihak NIH menyatakan mereka akan mendorong penggunaan teknologi baru untuk mengurangi ketergantungan pada jaringan janin. Mereka juga akan membuka kesempatan untuk mendapatkan masukan publik terkait teknologi yang dapat menggantikan penggunaan jaringan janin dalam riset di masa depan. Namun, para ilmuwan menyebut bahwa teknologi tersebut belum mampu sepenuhnya menggantikan jaringan janin asli dalam riset yang kompleks.
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari pertarungan politik yang panjang mengenai pendanaan penelitian jaringan janin di Amerika Serikat. Kebijakan serupa pernah diterapkan pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump dan kemudian dicabut setelah masa jabatannya berakhir. Kini, dengan kebijakan baru ini, masa depan riset jaringan janin menjadi lebih terbatas dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan ilmuwan.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00251-2
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00251-2
Analisis Ahli
Lawrence Goldstein
"Penghentian pendanaan ini menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan riset biomedis sejati dan akan memperlambat penelitian penting dalam memahami perkembangan janin dan pembuatan terapi baru."
Steven Finkbeiner
"Jaringan janin manusia tetap menjadi standar emas dalam studi penyakit seperti Alzheimer, dan sulit digantikan oleh model sel punca saat ini."
Analisis Kami
"Keputusan NIH ini jelas lebih didorong oleh pertimbangan politik daripada kebutuhan ilmiah yang sangat krusial dalam pengembangan terapi dan pemahaman penyakit. Meskipun alternatif teknologi terus berkembang, tidak semua kebutuhan riset dapat digantikan, sehingga kebijakan ini akan memperlambat inovasi medis penting."
Prediksi Kami
Penelitian menggunakan jaringan janin akan berkurang dari segi pendanaan pemerintah sehingga kemungkinan besar akan bergeser ke sumber dana swasta, memperlambat kemajuan riset yang memerlukan standar jaringan janin asli.





