
Courtesy of Forbes
Ilusi Kesiapan Siber: Kenapa Anggaran Besar Tak Jamin Organisasi Aman
Mengungkap kenyataan bahwa kepercayaan organisasi terhadap kesiapan siber mereka selama ini bersifat ilusi dan menekankan pentingnya pembuktian kesiapan secara nyata melalui pengukuran kinerja dan latihan berbasis tekanan waktu dan situasi nyata, agar dapat bertahan di era ancaman siber yang dipercepat oleh AI.
23 Jan 2026, 17.00 WIB
154 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kepercayaan terhadap kesiapan siber sering kali tidak sejalan dengan kemampuan nyata.
- Peningkatan anggaran tidak selalu menghasilkan peningkatan dalam ketahanan siber.
- Pelatihan harus beradaptasi dengan ancaman baru dan fokus pada kesiapan nyata di bawah tekanan.
Tahun lalu, serangan siber masif oleh kelompok seperti Scattered Spider, LAPSUS$, dan ShinyHunters menyingkap fakta mengejutkan: banyak perusahaan besar yang menganggap mereka siap menghadapi ancaman cyber ternyata tidak sekuat yang dibayangkan. Kepercayaan tersebut justru runtuh ketika mereka diuji di kondisi sesungguhnya.
Meskipun mayoritas organisasi menaikkan anggaran keamanan siber mereka dalam setahun terakhir, hasil yang dicapai tidak membaik. Waktu untuk menanggulangi serangan masih lama, sekitar 29 jam, dan hanya sedikit yang benar-benar bisa merespon dengan akurat saat diuji melalui simulasi nyata.
Salah satu masalah besar adalah model pelatihan yang digunakan sebagian besar organisasi sudah ketinggalan zaman. Kebanyakan pelatihan masih fokus kepada ancaman yang sudah lama, sementara penyerang terus berinovasi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknik baru yang lebih canggih.
Pengalaman kerja para ahli juga tidak selalu menjamin kesiapan menghadapi serangan baru, terutama yang didukung AI. Ini menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi dan belajar cepat jauh lebih penting daripada hanya mengandalkan lama kerja dalam bidang keamanan siber.
Baca juga: Ancaman AI Baru: Saat Hacker Memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Serangan Siber Super Cepat
Untuk benar-benar siap, organisasi harus mulai mengukur kesiapan mereka dengan metode yang realistis, yaitu berdasarkan data kinerja nyata saat menghadapi kondisi yang menekan dan tidak pasti. Hal ini jauh lebih efektif daripada hanya mengandalkan aktivitas administratif seperti menyelesaikan tabletop exercise.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/jameshadley/2026/01/23/your-organization-isnt-cyber-ready-it-just-thinks-it-is/
[1] https://www.forbes.com/sites/jameshadley/2026/01/23/your-organization-isnt-cyber-ready-it-just-thinks-it-is/
Analisis Ahli
Bruce Schneier
"Kesiapan siber sejati menuntut latihan yang realistis dan perencanaan berbasis skenario karena ancaman tidak pernah statis dan terus berkembang."
Mikko Hyppönen
"Mengandalkan anggaran tanpa mengukur efektivitas latihan itu seperti membangun benteng di pasir; tanpa bukti nyata ketahanan, organisasi akan mudah hancur."
Katie Moussouris
"Organisasi harus fokus pada adaptabilitas dan pengukuran kinerja nyata, bukan sekadar checkbox kepatuhan, agar benar-benar siap menghadapi insiden."
Analisis Kami
"Banyak organisasi saat ini terkecoh oleh anggapan bahwa anggaran besar dan pelatihan tradisional sudah cukup untuk melindungi mereka, padahal kenyataannya mereka masih sangat rentan. Realitasnya, kesiapan siber harus diukur melalui simulasi nyata dan tekanan tinggi agar tim mampu beradaptasi dengan cepat menghadapi ancaman yang terus berubah, terutama yang didukung AI."
Prediksi Kami
Organisasi yang tidak segera mengadopsi model pengukuran kesiapan berbasis performa nyata dan beradaptasi cepat dengan ancaman AI akan semakin rentan dan gagal merespons insiden siber secara efektif dalam waktu dekat.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terjadi pada tahun lalu terkait serangan siber?A
Tahun lalu, serangan disruptif oleh kelompok seperti Scattered Spider, LAPSUS$, dan ShinyHunters mengekspos kekurangan dalam kesiapan keamanan siber.Q
Mengapa kepercayaan organisasi terhadap kesiapan siber sering kali tidak berdasar?A
Kepercayaan organisasi sering kali tidak berdasar karena data menunjukkan bahwa hanya 22% peserta yang merespons dengan akurat saat tekanan nyata diterapkan.Q
Apa yang tidak diperoleh dari peningkatan anggaran keamanan siber?A
Peningkatan anggaran tidak menghasilkan hasil yang lebih baik, karena skor ketahanan dan waktu respons insiden tetap datar.Q
Mengapa pelatihan yang ada dianggap tidak relevan?A
Pelatihan yang ada sering kali berfokus pada ancaman yang sudah ketinggalan zaman, sehingga tidak relevan dengan ancaman baru yang muncul.Q
Apa yang harus dilakukan organisasi untuk membuktikan kesiapan siber mereka?A
Organisasi perlu mengukur kinerja nyata dan melakukan pengujian di lingkungan yang realistis untuk membuktikan kesiapan mereka.




