
Courtesy of TechCrunch
Microsoft Serahkan Kunci BitLocker ke FBI, Bahaya Privasi Pengguna Windows
Menginformasikan bahwa Microsoft memberikan kunci pemulihan BitLocker kepada FBI berdasarkan permintaan resmi, sehingga menimbulkan persoalan privasi dan keamanan data bagi pengguna Windows yang menggunakan enkripsi BitLocker.
23 Jan 2026, 22.54 WIB
168 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kunci pemulihan BitLocker dapat diakses oleh Microsoft dan penegak hukum, menimbulkan masalah privasi.
- FBI dapat meminta kunci pemulihan dari Microsoft dalam penyidikan kasus kriminal.
- Ancaman terhadap keamanan data tetap ada jika infrastruktur cloud tidak sepenuhnya aman.
Guam, Amerika Serikat - Microsoft bekerja sama dengan FBI dengan menyerahkan kunci pemulihan BitLocker untuk membuka data yang terenkripsi di tiga laptop dalam investigasi kasus penipuan pandemi di Guam. BitLocker merupakan teknologi enkripsi penuh disk di Windows yang sejatinya mengamankan data jika perangkat dalam keadaan terkunci.
Namun, secara default, kunci pemulihan BitLocker diunggah secara otomatis ke cloud Microsoft. Ini memungkinkan mereka, dan pada kasus tertentu seperti investigasi hukum, pemerintah atau penegak hukum untuk meminta akses kunci ini dan mendekripsi data yang terlindungi.
Kasus ini muncul setelah penangkapan beberapa tersangka penipuan bantuan pengangguran selama pandemi. Permintaan kunci oleh FBI dilakukan sekitar enam bulan setelah tiga laptop yang dienkripsi disita oleh penegak hukum Guam berdasarkan surat perintah resmi.
Microsoft mengakui bahwa mereka kerap menerima sekitar 20 permintaan kunci pemulihan BitLocker setiap tahunnya dari berbagai lembaga penegak hukum. Namun, hal ini menimbulkan risiko bagi pengguna terkait privasi dan potensi peretasan sistem cloud Microsoft untuk mencuri kunci pemulihan tersebut.
Ahli kriptografi dari Johns Hopkins University, Matthew Green, mengingatkan bahwa kejadian peretasan terhadap infrastruktur cloud Microsoft pernah terjadi dan membahayakan keamanan kunci kritis. Ini menjadi peringatan serius bagi Microsoft untuk memperbaiki mekanisme keamanan data pelanggannya.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/01/23/microsoft-gave-fbi-a-set-of-bitlocker-encryption-keys-to-unlock-suspects-laptops-reports/
[1] https://techcrunch.com/2026/01/23/microsoft-gave-fbi-a-set-of-bitlocker-encryption-keys-to-unlock-suspects-laptops-reports/
Analisis Ahli
Matthew Green
"Microsoft's inability to secure critical customer keys makes it an outlier in the industry and poses a significant security risk if their cloud infrastructure is compromised."
Analisis Kami
"Microsoft memang menghadirkan kemudahan akses untuk penegak hukum, tetapi hal ini sangat mengorbankan privasi pengguna yang mengandalkan BitLocker untuk keamanan data. Jika Microsoft tidak memperbaiki sistem ini, kepercayaan pengguna terhadap enkripsi BitLocker dan keseluruhan ekosistem keamanan Windows akan terus menurun."
Prediksi Kami
Ke depan, kekhawatiran privasi dan keamanan terkait penyimpanan kunci pemulihan BitLocker di cloud Microsoft akan memicu perubahan kebijakan atau pengembangan teknologi enkripsi yang lebih aman tanpa menyimpan kunci secara terpusat.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dilakukan Microsoft dalam penyidikan terkait data yang terenkripsi?A
Microsoft memberikan kunci pemulihan untuk membuka data terenkripsi pada tiga laptop kepada FBI.Q
Apa itu BitLocker dan bagaimana cara kerjanya?A
BitLocker adalah teknologi enkripsi disk penuh yang melindungi data di komputer Windows, hanya dapat diakses oleh pemilik perangkat.Q
Mengapa kunci pemulihan BitLocker dapat diakses oleh Microsoft?A
Kunci pemulihan BitLocker secara default diunggah ke cloud Microsoft, memungkinkan akses oleh perusahaan dan penegak hukum.Q
Apa yang dilaporkan oleh Forbes tentang permintaan FBI kepada Microsoft?A
Forbes melaporkan bahwa FBI meminta kunci pemulihan setelah menyita laptop-laptop tersebut dalam penyidikan penipuan.Q
Siapa yang terlibat dalam kasus penipuan di Guam?A
Beberapa orang yang diduga terlibat dalam penipuan program bantuan pengangguran di Guam.



