Indonesia Siap Jadi Pusat Investasi AI dengan Fokus Kesejahteraan dan Lingkungan
Courtesy of CNBCIndonesia

Indonesia Siap Jadi Pusat Investasi AI dengan Fokus Kesejahteraan dan Lingkungan

Memberikan pemahaman bahwa pertumbuhan AI dan kapasitas komputasi harus didukung dengan kebijakan yang tepat agar membawa kesejahteraan merata serta keberlanjutan lingkungan, sekaligus menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai mitra investasi yang berorientasi jangka panjang di bidang ekonomi digital.

26 Jan 2026, 16.09 WIB
162 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pertumbuhan teknologi harus disertai dengan pemerataan kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan.
  • Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra investasi yang konstruktif di sektor digital.
  • Inisiatif blended finance diharapkan dapat menjembatani kebutuhan modal dan agenda iklim.
Jakarta, Indonesia - Indonesia sedang menghadapi era percepatan teknologi kecerdasan buatan atau AI yang membawa peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi digital. Namun, peningkatan kebutuhan kapasitas komputasi juga menimbulkan tantangan terkait penggunaan energi dan dampak lingkungan. Oleh karena itu, Indonesia berkomitmen menyeimbangkan antara kemajuan teknologi dengan nilai keberlanjutan dan pemerataan kesejahteraan.
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P. Roeslani, menjelaskan bahwa AI bukan hanya bagian dari infrastruktur teknologi, tetapi juga pendorong utama pertumbuhan ekonomi di masa depan. Indonesia terus memperbaiki iklim investasi dengan menyederhanakan regulasi dan aturan agar investasi di sektor teknologi semakin menarik dan pasti.
Data menunjukkan investasi global di sektor infrastruktur AI akan mencapai lebih dari 500 miliar dolar AS pada tahun 2027, meningkat signifikan dari tahun 2023. Lonjakan investasi ini membuka peluang besar bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk mendapatkan modal dan teknologi, terutama jika didukung dengan kebijakan yang stabil dan kerangka regulasi yang jelas.
Indonesia juga menempatkan ekonomi digital sebagai pilar strategis dengan proyeksi nilai mencapai 100 miliar dolar AS pada 2025 dan potensi hingga 340 miliar dolar AS pada 2030, menjadikannya pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Untuk itu, berbagai kebijakan insentif dan reformasi perizinan terus didorong untuk memperkuat kapasitas lokal dan menarik investasi dalam bidang teknologi tinggi.
Diskusi global dan kemitraan internasional menjadi fokus utama dalam mendorong pembiayaan inovatif atau blended finance yang menggabungkan dana publik dan swasta untuk membangun infrastruktur digital yang scalable dan berkelanjutan. Indonesia ingin menjadi mitra investasi yang terbuka, stabil, dan berkomitmen jangka panjang dalam ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260126155226-37-705395/menteri-investasi-ungkap-ai-jadi-penopang-ekonomi-ri-ini-buktinya

Analisis Ahli

Rosan P. Roeslani
"Pertumbuhan AI harus dipandang sebagai peluang sekaligus tantangan yang memerlukan sinergi kebijakan dan investasi yang berkelanjutan."
Craig Cogut
"Pendanaan publik-swasta merupakan kunci percepatan pembangunan infrastruktur digital yang ramah lingkungan dan scalable."
Calista Redmond
"Inovasi AI harus diimbangi dengan perhatian pada keberlanjutan dan dampak sosial agar teknologi membawa manfaat luas."
Patricia Holly Purcell
"Pendekatan berkelanjutan dalam pembiayaan dan kebijakan digital adalah fondasi untuk transformasi ekonomi digital yang inklusif."

Analisis Kami

"Indonesia sudah menunjukkan langkah strategis dengan menggabungkan pertumbuhan teknologi AI dan memperhatikan aspek lingkungan serta keterjangkauan sosial, namun implementasi kebijakan harus terus dipantau agar tidak terjadi kesenjangan digital yang melebar. Jika berhasil, ini bisa mengubah peta ekonomi digital ASEAN dan memberi dampak besar pada penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan talenta lokal."

Prediksi Kami

Investasi dan pengembangan AI di Indonesia akan terus meningkat pesat, menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan dukungan kebijakan yang semakin matang dan terintegrasi.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tema utama dari diskusi dalam acara Tri Hita Karana G20 di Davos?
A
Tema utama diskusi adalah tentang keseimbangan antara pertumbuhan komputasi dan kesejahteraan yang adil serta keberlanjutan lingkungan.
Q
Mengapa Indonesia menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan teknologi dan keberlanjutan?
A
Indonesia menekankan pentingnya keseimbangan ini untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi digital juga membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Q
Apa yang diperkirakan McKinsey Global Institute tentang dampak penggunaan AI pada produktivitas global?
A
McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa penggunaan AI dapat meningkatkan produktivitas global hingga US$ 13 triliun per tahun pada 2030.
Q
Bagaimana Indonesia berencana untuk meningkatkan iklim investasi di sektor teknologi?
A
Indonesia berencana untuk meningkatkan iklim investasi dengan menyederhanakan kebijakan dan memberikan insentif bagi sektor strategis teknologi.
Q
Siapa saja pemangku kepentingan yang hadir dalam diskusi tersebut?
A
Beberapa pemangku kepentingan yang hadir termasuk Craig Cogut dari Pegasus Capital Advisors dan Calista Redmond dari NVIDIA.