
Courtesy of Forbes
Davos 2026: Mengapa Kepercayaan Jadi Kunci Persaingan di Dunia AI
Tujuan artikel ini adalah menjelaskan perubahan paradigma dalam pengembangan dan pengelolaan AI dari semata-mata inovasi teknologi menjadi pengelolaan kepercayaan dan legitimasi, serta bagaimana perusahaan harus mengintegrasikan tata kelola, etika, dan kontrol pengguna sebagai keunggulan kompetitif di pasar
26 Jan 2026, 20.25 WIB
225 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kepercayaan di dalam AI menjadi syarat dasar untuk bersaing di pasar.
- Pengaturan dan izin harus dirancang dengan baik untuk memastikan keamanan dan akuntabilitas.
- Generasi mendatang akan lebih fokus pada hak pengguna dan partisipasi dalam penggunaan teknologi AI.
Davos-Klosters, Swiss - Pada pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Januari 2026, diskusi seputar kecerdasan buatan telah berubah fokus. Tidak lagi sekadar membahas kemampuan AI, melainkan mengangkat pertanyaan penting tentang siapa yang mengendalikan teknologi ini, siapa yang mendapat manfaat, dan bagaimana hak pengguna dilindungi saat AI semakin masuk ke berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Kepercayaan kini menjadi faktor utama yang menentukan siapa yang dapat berhasil dalam persaingan bisnis AI. Perusahaan tidak hanya berlomba untuk menciptakan model AI yang kuat, tapi juga harus bisa menunjukkan bahwa sistem mereka aman, akuntabel, dan dapat dipercaya oleh pengguna dan regulator.
Era di mana perusahaan teknologi bisa bergerak cepat tanpa memperhatikan tata kelola sudah berakhir. Kini governance AI harus menjadi bagian wajib dari desain produk, terutama dalam hal kontrol akses, izin, serta transparansi pada bagaimana AI berinteraksi dengan data dan pengguna.
Para pembuat kebijakan dan organisasi internasional seperti NIST dan OECD sudah menetapkan prinsip-prinsip yang mengaitkan kepercayaan dengan inovasi dan persaingan pasar. Ini berarti perusahaan AI harus siap menghadapi regulasi ketat dan membuktikan tata kelola mereka agar bisa beroperasi secara luas.
Generasi pengguna baru di masa depan tidak akan mudah terkesan dengan kecanggihan AI semata. Mereka akan menuntut kontrol penuh atas data, aturan penggunaan, dan kemampuan untuk membatasi atau mencabut izin tindakan AI. Dengan demikian, perusahaan harus menganggap hal ini sebagai fitur utama yang akan menentukan keberhasilan jangka panjang di pasar global.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/viviantoh/2026/01/26/davos-ais-trust-problem-becomes-a-competition-problem/
[1] https://www.forbes.com/sites/viviantoh/2026/01/26/davos-ais-trust-problem-becomes-a-competition-problem/
Analisis Ahli
Kate Crawford
"AI bukan hanya teknologi, melainkan infrastruktur sosial yang perlu diatur dengan prinsip keadilan dan transparansi agar tidak menciptakan ketimpangan baru."
Margrethe Vestager
"Pengawasan kompetisi yang kuat dan aturan ketat terhadap gatekeeper digital sangat penting untuk memastikan sebuah pasar AI yang adil dan inovatif."
Brad Smith
"Kepercayaan dalam AI adalah fondasi jangka panjang yang harus dibangun dengan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sipil."
Analisis Kami
"Perubahan fokus dari hanya performa AI ke tata kelola dan kepercayaan menandai kematangan industri yang krusial untuk keberlanjutan teknologi ini. Perusahaan yang mengabaikan kebutuhan membangun ekosistem izin dan auditibilitas akan kesulitan bersaing karena konsumen dan regulator semakin menuntut transparansi dan kendali penuh atas AI di lingkungan mereka."
Prediksi Kami
Dalam beberapa tahun ke depan, perusahaan pengembang AI yang bisa membuktikan keamanan, keterbukaan, dan akuntabilitas secara kredibel akan mendominasi pasar, sementara yang tidak memenuhi standar kepercayaan akan menghadapi pembatasan distribusi dan meningkatnya biaya operasional serta risiko regulasi.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tema utama dari pertemuan World Economic Forum tahun 2026?A
Tema utama adalah bagaimana AI dapat dikelola dan siapa yang mendapat manfaat dari teknologi ini.Q
Mengapa kepercayaan menjadi aset strategis dalam industri AI?A
Kepercayaan menjadi aset strategis karena perusahaan harus membuktikan akuntabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi untuk mendapatkan kepercayaan pengguna.Q
Apa yang dimaksud dengan 'permissioning' dalam konteks AI?A
'Permissioning' adalah konsep di mana pengguna memberikan izin terbatas kepada AI untuk mengakses dan bertindak atas nama mereka.Q
Bagaimana perubahan dalam pendekatan terhadap AI menciptakan tantangan baru bagi perusahaan?A
Perusahaan harus beradaptasi dengan tuntutan regulasi dan membangun sistem yang dapat diaudit untuk memenuhi harapan pengguna.Q
Apa yang dibutuhkan oleh generasi pengguna AI yang akan datang?A
Generasi pengguna yang akan datang akan mengharapkan kontrol yang lebih besar atas data pribadi dan bagaimana AI beroperasi.


