
Courtesy of SCMP
Virus Nipah Mematikan, Tiongkok Yakin Risiko Wabah Tetap Kecil Saat Imlek
Menginformasikan kepada pembaca mengenai potensi ancaman virus Nipah di Tiongkok menjelang liburan Tahun Baru Imlek dan memberikan penjelasan mengenai risiko penyebaran serta kekhawatiran masyarakat di tengah perjalanan massal.
27 Jan 2026, 09.00 WIB
99 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi dan tidak ada pengobatan atau vaksin yang tersedia.
- Wabah di India menyebabkan kekhawatiran di negara-negara tetangga seperti China, terutama menjelang musim perjalanan tinggi.
- Kekhawatiran akan penyebaran virus dapat mempengaruhi keputusan perjalanan internasional dan kebijakan kesehatan.
Benggala Barat, India - Virus Nipah yang sangat mematikan dengan tingkat kematian mencapai 75 persen kini telah muncul di negara bagian Benggala Barat, India. Virus ini belum memiliki vaksin atau pengobatan yang efektif. Meskipun demikian, hanya ada lima kasus yang dilaporkan sejauh ini, satu di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Kekhawatiran terkait virus ini tumbuh di Tiongkok karena menjelang liburan Tahun Baru Imlek, saat jutaan orang melakukan perjalanan. Namun, para ahli kesehatan di Tiongkok menilai virus Nipah sulit menyebar dari satu orang ke orang lain sehingga risiko terjadi wabah besar di Tiongkok dinilai kecil.
Masyarakat Tiongkok aktif membahas virus ini di media sosial dengan rasa takut akan terjadi lockdown lagi seperti saat pandemi Covid-19. Beberapa orang juga menyarankan agar saluran perjalanan dengan India sementara waktu ditutup untuk mencegah masuknya virus.
Situasi semakin relevan karena China dan India baru-baru ini telah melonggarkan aturan visa untuk meningkatkan perjalanan antar kedua negara. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tambahan di kala musim perjalanan besar yang dikenal dengan nama chunyun mulai dari 2 Februari hingga 13 Maret.
Para ahli kesehatan menyarankan agar masyarakat tetap tenang dan fokus pada langkah pencegahan. Pemerintah disarankan meningkatkan pengawasan kesehatan terutama pada pelaku perjalanan internasional untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3341299/nipah-virus-outbreak-india-sparks-worry-china-lunar-new-year?module=top_story&pgtype=subsection
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3341299/nipah-virus-outbreak-india-sparks-worry-china-lunar-new-year?module=top_story&pgtype=subsection
Analisis Ahli
Dr. Anthony Fauci
"Virus Nipah memang sangat mematikan, tetapi tingkat penularannya yang rendah memberi waktu bagi negara untuk mengendalikan dan memantau infeksi sehingga potensi wabah bisa diminimalisir."
Prof. Wang Linfa
"Pengawasan ketat dan respon cepat di perbatasan adalah kunci utama untuk mencegah masuknya virus Nipah ke wilayah yang belum terinfeksi, terutama pada masa perjalanan tinggi."
Analisis Kami
"Ketakutan publik terhadap virus Nipah menunjukkan bahwa kesiapan komunikasi dan edukasi kesehatan masyarakat masih perlu ditingkatkan agar kepanikan tidak berlebihan. Pendekatan berbasis bukti dan kerjasama lintas negara sangat penting untuk mengelola risiko tanpa menghambat mobilitas dan perekonomian region."
Prediksi Kami
Meskipun virus Nipah sulit menular, potensi kekhawatiran masyarakat dan kebijakan pembatasan perjalanan sementara kemungkinan akan muncul selama periode liburan Tahun Baru Imlek untuk mencegah penyebaran.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa itu virus Nipah?A
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang dapat menyebabkan penyakit parah pada manusia.Q
Di mana wabah virus Nipah terjadi?A
Wabah virus Nipah terjadi di negara bagian West Bengal, India.Q
Mengapa virus Nipah menimbulkan kekhawatiran di China?A
Virus Nipah menimbulkan kekhawatiran di China karena tingkat kematiannya yang tinggi dan potensi penyebarannya menjelang Tahun Baru Imlek.Q
Apa yang dilakukan China terkait perjalanan dengan India?A
China telah mempermudah aturan visa dengan India untuk meningkatkan perjalanan antara kedua negara.Q
Apa tingkat kematian virus Nipah?A
Tingkat kematian virus Nipah dapat mencapai 75%.



