
Courtesy of Forbes
Melatih Terapis dengan AI Personas: Peluang dan Tantangan Baru di Psikologi
Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana AI personas dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pelatihan dan riset psikologi, serta mengingatkan pembaca akan risiko dan batasan teknologi ini agar dapat dimanfaatkan dengan bijak.
27 Jan 2026, 15.15 WIB
262 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- AI persona dapat menjadi alat yang kuat dalam pelatihan terapeut dan penelitian kesehatan mental.
- Penting untuk memberikan petunjuk yang jelas dan detail saat menciptakan persona AI untuk hasil yang lebih baik.
- Meskipun AI menawarkan peluang baru, penting untuk tetap waspada terhadap risiko dan batasan penggunaannya dalam konteks terapi.
AI personas adalah klien sintetis yang dibuat menggunakan teknologi AI generatif dan model bahasa besar seperti ChatGPT dan GPT-5. Dengan memberikan instruksi yang tepat, AI dapat berperan sebagai klien mental health dengan karakteristik yang disesuaikan untuk berbagai tujuan pelatihan maupun riset.
Penggunaan AI personas memberikan kemudahan bagi terapis pemula untuk berlatih berinteraksi dengan klien yang sulit, seperti mereka yang memiliki delusi, tanpa harus menghadapi biaya atau logistik tinggi. Terapis bisa melatih keterampilan mereka kapan saja dan di mana saja, dengan simulasi realistis yang juga bisa dianalisis oleh AI sebagai terapis berpengalaman.
Kualitas interaksi sangat dipengaruhi oleh bagaimana prompt atau petunjuk kepada AI dirancang. Prompt yang terlalu sederhana dapat menghasilkan kepribadian AI yang dangkal dan tidak bisa diprediksi, sedangkan prompt yang detail memungkinkan AI untuk berperilaku sesuai dengan karakter yang diinginkan sehingga pengalaman interaktif lebih bermanfaat.
Meski demikian, AI personas tidak dapat menggantikan interaksi manusia sungguhan sepenuhnya. AI bisa menyimpang dari instruksi dan menyebabkan efek samping seperti gamifikasi latihan, di mana terapis fokus pada 'menang' dalam simulasi daripada membantu kemajuan klien. Oleh karena itu diperlukan kehati-hatian dan pemahaman yang matang dalam memanfaatkan teknologi ini.
Masa depan bidang ini menjanjikan penggabungan model triad yang melibatkan terapis, AI, dan klien sungguhan. Ini membuka peluang penelitian dan pelatihan yang lebih efektif, sambil terus memantau dan mengurangi potensi risiko. Terapi dengan bantuan AI diharapkan akan menjadi alat pelengkap penting dalam dunia kesehatan mental.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/lanceeliot/2026/01/27/ai-personas-of-synthetic-clients-spurs-systematic-uplift-of-mental-health-therapeutic-skills/
[1] https://www.forbes.com/sites/lanceeliot/2026/01/27/ai-personas-of-synthetic-clients-spurs-systematic-uplift-of-mental-health-therapeutic-skills/
Analisis Ahli
Dr. Rosalind Picard
"AI personas adalah alat berharga untuk simulasi klinis, namun integrasi dengan pelatihan manusia sejati tetap penting untuk menangkap kompleksitas emosional dan sosial pasien."
Dr. Andrew Ng
"Penggunaan AI dalam psikologi akan semakin revolusioner, tapi akurasi dan transparansi model harus terus diperbaiki agar bisa dipercaya oleh para profesional kesehatan mental."
Analisis Kami
"AI personas membuka peluang revolusioner untuk pelatihan terapeutik yang lebih murah dan mudah diakses, tapi kita harus hati-hati agar tidak tergantung pada teknologi yang masih memiliki kekurangan dalam memahami nuansa manusia. Pengembangan metode validasi dan pengawasan independen terhadap AI persona sangat penting agar bisa benar-benar berguna tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan."
Prediksi Kami
Di masa depan, penggunaan AI personas akan semakin meluas dalam pelatihan dan riset psikologi, dengan model yang semakin realistis dan kemampuan analisis yang lebih mendalam, namun begitu juga kebutuhan pengawasan ketat untuk mengurangi risiko kesalahan dan kecanduan teknologi.





