Robotaxis dan Transportasi Umum: Tantangan dan Sikap Masyarakat di Kota Besar
Courtesy of Forbes

Robotaxis dan Transportasi Umum: Tantangan dan Sikap Masyarakat di Kota Besar

Menyampaikan gambaran tentang perkembangan, tantangan, dan sikap masyarakat terkait implementasi robotaxis di kota-kota Eropa, khususnya di London, agar pembaca memahami konteks dan risiko teknologi ini dalam kehidupan urban masa depan.

27 Jan 2026, 14.45 WIB
287 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Dukungan publik terhadap robotaksi masih rendah dibandingkan dengan transportasi publik tradisional.
  • London menghadapi tantangan unik dalam penerapan robotaksi karena kondisi jalan yang rumit.
  • Peraturan dan kebijakan yang tepat diperlukan untuk memastikan bahwa robotaksi menjadi tambahan yang positif bagi sistem transportasi kota.
London, Inggris - Robotaxis atau layanan taksi otonom semakin berkembang di Eropa dengan rencana peluncuran besar-besaran di London mulai tahun 2026. Perusahaan besar seperti Waymo, Uber, dan Lyft ikut serta meramaikan persaingan yang awalnya berfokus pada Amerika Serikat dan Cina. Pemerintah Inggris pun mendukung dengan rencana mempercepat pilot project demi regulasi kendaraan otomatis yang diharapkan selesai pada 2027.
Meski semangat tinggi untuk teknologi robotaxis, regulasi di Uni Eropa masih dalam tahap pengembangan, khususnya mengenai Sistem Keamanan Umum dan AI Act yang mulai diberlakukan pada 2026. Ada kekhawatiran dari kalangan ahli bahwa langkah deregulasi dapat mengancam pengawasan keamanan bagi publik. Di sisi lain, Estonia tampaknya akan memimpin inisiatif ini melalui kemitraan solusi ride-hailing dengan perusahaan China Pony.ai.
Kendala utama teknologi robotaxis terutama terkait kondisi khusus kota seperti London dengan jalanan sempit, berliku, dan pola lalu lintas kompleks. Selain itu, keberadaan berbagai moda transportasi lain seperti bus, sepeda, pejalan kaki yang sering menyebrang sembarangan, menjadi tantangan besar untuk sistem navigasi kendaraan tanpa sopir. Masalah keamanan pun masih menjadi pertanyaan besar dengan berbagai laporan kecelakaan dan pemberhentian mendadak di Amerika Serikat.
Hasil survei terhadap hampir 8.500 warga Eropa menunjukkan bahwa masyarakat lebih mendukung investasi dan perbaikan transportasi umum tradisional seperti kereta, trem, dan bus dibandingkan robotaxis. Walaupun dukungan untuk robotaxis tidak sepenuhnya negatif, persentase yang mendukung masih di bawah 40%, dengan perbedaan tinggi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan. Kaum muda dan pria lebih mendukung, serta kelompok orang dengan disabilitas menunjukkan preferensi terhadap kendaraan otomatis dengan opsi kontrol jarak jauh.
Pihak Clean Cities menyerukan agar pemerintah kota lebih aktif mengatur penggunaan teknologi ini agar tidak mengulangi kekacauan yang terjadi saat e-scooter diperkenalkan tanpa regulasi. Strategi yang diinginkan adalah menjadikan robotaxis sebagai pelengkap dari transportasi umum yang sudah ada, bukan sebagai kompetitor, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat maksimum dari inovasi teknologi sambil tetap menjaga kenyamanan dan keamanan bersama.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/lauriewinkless/2026/01/27/robotaxis-are-coming-to-europe-and-people-arent-sure-how-to-feel/

Analisis Ahli

David Zipper
"Tidak ada data yang cukup untuk menyatakan bahwa kendaraan otonom lebih aman dibanding kendaraan manusia, sebab data yang ada sering disajikan dengan cara yang kurang transparan dan memuat jenis kecelakaan berbeda secara bersama-sama."

Analisis Kami

"Meski teknologi robotaxis menjanjikan efisiensi dan inovasi transportasi, kondisi jalan kota tua seperti London dan masalah regulasi yang kompleks menjadi hambatan besar yang sering diabaikan. Pemerintah harus mengedepankan regulasi ketat dan pengawasan transparan agar keselamatan publik tidak dikorbankan demi kemajuan teknologi yang prematur."

Prediksi Kami

Adopsi robotaxis akan berlangsung lambat dan terbatas pada kota-kota yang mampu mengadaptasi regulasi dan infrastruktur, dengan transportasi umum tradisional tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam jangka pendek hingga menengah.