
Courtesy of CNBCIndonesia
Grab Indonesia Bawa Kopi Sumatra ke WEF 2026 untuk Perkenalkan Kopi Lokal
Memperkenalkan kopi lokal Sumatra khususnya dari Tapanuli Selatan ke kancah global melalui WEF 2026, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi daerah dan konservasi lingkungan dengan pendekatan digitalisasi bisnis.
27 Jan 2026, 15.52 WIB
84 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kopi lokal Indonesia, khususnya dari Tapanuli Selatan, memiliki potensi besar untuk dikenal di pasar global.
- Digitalisasi ekonomi dapat membantu pengembangan UMKM dan meningkatkan kualitas produk kopi.
- Konservasi lingkungan, seperti pelestarian Orang Utan, penting dalam pengembangan industri kopi.
Davos, Swiss - Grab Indonesia membawa mitra usaha mikro kecil menengah (UMKM) bernama Coffeenatics ke World Economic Forum 2026 yang diselenggarakan di Davos, Swiss. Acara ini menjadi kesempatan bagi Coffeenatics untuk memperkenalkan kopi lokal khas Sumatra, khususnya dari daerah Tapanuli Selatan. Tujuan utama mereka adalah memperluas jangkauan kopi Indonesia ke pasar global dengan dukungan digitalisasi ekonomi.
Coffeenatics tidak hanya membawa kopi, tapi juga memperkenalkan cara minum kopi tubruk, sebuah tradisi yang khas Indonesia. Mereka mengedepankan kualitas kopi daripada kuantitas, sehingga tidak perlu membuka lahan baru. Hal ini penting untuk menjaga habitat orang utan yang hanya tersisa sekitar 800 ekor di daerah tersebut, sehingga bisa membantu konservasi satwa tersebut.
Harris Hartanto Tan, Co-Founder Coffeenatics, menuturkan bahwa kopi Indonesia sudah dikenal dunia, namun kopi dari Sumatra, khususnya dari Tapanuli Selatan, punya potensi besar jadi salah satu kopi terbaik di dunia. Mereka bekerja sama dengan para petani kopi untuk meningkatkan mutu produk sehingga bisa masuk ke pasar yang lebih besar dan berkualitas.
Kehadiran Coffeenatics di WEF 2026 diharapkan bisa menjadi jembatan untuk mengembangkan kopi Sumatra dan mendukung ekonomi daerah. Acara ini juga menjadi ajang belajar tentang pasar dan strategi bisnis di tingkat internasional yang bisa diadaptasi untuk memperbaiki kualitas dan konsistensi kopi Indonesia secara umum.
Ke depan, Coffeenatics berharap mendapatkan banyak dukungan agar para petani bisa terus meningkatkan produk mereka dan memperluas pasar kopi Indonesia. Dengan begitu, selain mendukung ekonomi lokal, mereka juga ingin memperbaiki citra kopi Indonesia di mata dunia dengan fokus pada kualitas dan keberlanjutan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260127154343-37-705711/kopi-medan-tembus-davos-mitra-grab-yang-majukan-kopi-sumatra
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260127154343-37-705711/kopi-medan-tembus-davos-mitra-grab-yang-majukan-kopi-sumatra
Analisis Ahli
Dr. Irwan Setiawan (Ahli Industri Kopi dan Agribisnis)
"Inisiatif Coffeenatics untuk menggabungkan konservasi lingkungan dengan pengembangan kopi sangat relevan di era sekarang. Pendekatan ini tidak hanya menjaga ekosistem tetapi juga menambah nilai produk kopi Indonesia di pasar global yang kini lebih menghargai aspek keberlanjutan."
Analisis Kami
"Langkah Grab Indonesia dan Coffeenatics membawa kopi Sumatra ke WEF merupakan strategi tepat untuk memperluas pasar global sekaligus menyoroti pentingnya keberlanjutan dan konservasi. Pendekatan yang mengedepankan kualitas dibanding kuantitas menjadi contoh yang baik untuk pertumbuhan UMKM kopi agar tetap ramah lingkungan dan kompetitif."
Prediksi Kami
Ke depan, kopi dari Sumatra, khususnya Tapanuli Selatan, berpotensi dikenal luas di pasar internasional, dan inisiatif digitalisasi bisnis UMKM kopi akan semakin berkembang, serta mendapatkan dukungan besar untuk konservasi dan peningkatan kualitas kopi.




