Variasi Pendapatan Pengemudi Ojek dan Taksi Online di Bali, Makassar, dan Jakarta
Courtesy of CNBCIndonesia

Variasi Pendapatan Pengemudi Ojek dan Taksi Online di Bali, Makassar, dan Jakarta

Memberikan gambaran tentang variasi pendapatan pengemudi ojek dan taksi online di beberapa wilayah Indonesia berdasarkan kategori dan jam kerja sebagai informasi menarik dan relevan bagi masyarakat dan calon driver.

28 Jan 2026, 07.35 WIB
249 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penghasilan pengemudi ojek online bervariasi berdasarkan lokasi dan kategori kerja.
  • Fleksibilitas waktu adalah salah satu keuntungan bekerja sebagai pengemudi ojek online.
  • Kota Bali menawarkan potensi pendapatan yang lebih tinggi untuk pengemudi dibandingkan dengan kota lain seperti Makassar.
Jakarta, Indonesia - Penghasilan pengemudi ojek online dan taksi online di Indonesia sangat bervariasi tergantung pada banyak faktor seperti lama kerja, wilayah operasional, dan kategori pengemudi. Data dari Grab Indonesia menunjukkan adanya perbedaan pendapatan antara pengemudi di Bali, Makassar, dan Jakarta.
Driver ojol kategori Jawara di Bali mendapatkan pendapatan sekitar Rp 6,85 juta per bulan dengan 153 jam kerja dan 486 orderan dalam 25 hari. Sementara itu, driver dengan kategori yang sama di Makassar mendapat sekitar Rp 6,48 juta per bulan meskipun dengan jam kerja lebih panjang dan orderan lebih banyak.
Pendapatan driver taksi online dalam kategori Jawara lebih tinggi, yaitu sampai Rp 18 juta per bulan di Bali dengan total 295 orderan selama 158 jam kerja. Di Makassar, pengemudi kategori Jawara mendapat sekitar Rp 11,97 juta dengan jam kerja dan orderan yang lebih banyak.
Seorang driver ojol di Jakarta bernama Khoerudin bercerita bahwa ia bekerja dari pukul 06:00 sampai 22:00 dengan libur hanya 1-2 kali per bulan dan menghasilkan sekitar Rp 8-9 juta per bulan. Fleksibilitas waktu kerja menjadi salah satu alasan dia memilih profesi ini.
Setiap kategori pengemudi, seperti Jawara, Ksatria, Pejuang, dan Anggota, menunjukkan pendapatan yang berbeda karena jam kerja dan jumlah orderan yang berbeda juga. Hal ini menegaskan bahwa penghasilan pengemudi online tidak hanya tergantung jumlah kerja, tetapi juga lokasi dan kategori yang dipilih.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260128071219-37-705836/segini-penghasilan-driver-ojol-kerja-25-hari-sebulan

Analisis Ahli

Ahmad Santoso (Ekonom Transportasi)
"Pendapatan yang berbeda di berbagai wilayah dan kategori menunjukkan kebutuhan untuk regulasi dan dukungan yang lebih baik agar pengemudi memiliki penghasilan yang adil dan stabil."

Analisis Kami

"Pendapatan yang bervariasi ini mencerminkan ketidaksetaraan akses dan peluang di antara pengemudi di wilayah berbeda, serta pentingnya strategi pengelolaan waktu yang baik. Fleksibilitas memang menguntungkan, tapi ketergantungan pada jam kerja panjang bisa juga berdampak negatif pada kualitas hidup pengemudi."

Prediksi Kami

Penghasilan pengemudi ojek dan taksi online akan terus bervariasi dengan kemungkinan peningkatan pendapatan bagi mereka yang mampu bekerja lebih lama dan efisien, sementara fleksibilitas kerja tetap menjadi daya tarik utama profesi ini.