Kontroversi Pelet Kayu Drax: Solusi Bersih Atau Beban Lingkungan Baru?
Courtesy of Forbes

Kontroversi Pelet Kayu Drax: Solusi Bersih Atau Beban Lingkungan Baru?

Mengungkap kontroversi di balik penggunaan pelet kayu sebagai sumber energi biomassa yang dianggap ramah lingkungan, serta menyoroti pertanyaan terkait dampak karbon dan polusi yang sebenarnya serta ketergantungan pada subsidi pemerintah.

28 Jan 2026, 20.45 WIB
92 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penggunaan biomassa sebagai sumber energi menimbulkan kontroversi terkait dampak lingkungan dan emisi karbon.
  • Drax bergantung pada subsidi pemerintah, yang akan berkurang, mempengaruhi keberlanjutan bisnis mereka.
  • Analisis terbaru menunjukkan bahwa kebijakan yang mendukung biomassa mungkin tidak seefektif yang diharapkan dalam mengurangi emisi dibandingkan dengan energi terbarukan lainnya.
Gloster, Mississippi, Amerika Serikat - Awalnya, pelet kayu diperkenalkan sebagai solusi ramah lingkungan untuk menggantikan batubara di pembangkit listrik Drax, sebuah perusahaan Inggris yang mengubah pembangkit batubara terbesar di Eropa menjadi fasilitas biomassa. Pemerintah Inggris memberikan subsidi besar untuk mempercepat transisi ini dengan anggapan biomassa netral karbon karena pohon akan menyerap karbon saat tumbuh kembali.
Namun, sejumlah studi terbaru dari MIT dan Chatham House menunjukkan bahwa pembakaran pelet kayu menghasilkan lebih banyak emisi karbon dalam jangka pendek dibandingkan batubara, khususnya ketika pelet dibuat dari pohon utuh, bukan limbah kayu. Proses produksi dan pengiriman pelet juga intensif energi, dan pohon menyimpan karbon yang dilepaskan segera saat dibakar.
Selain dampak karbon, operasi Drax menghadapi kritik terkait dampak lingkungan lokal seperti polusi udara dari pabrik pelet di Mississippi, yang menimbulkan gangguan bagi masyarakat setempat dan pelanggaran regulasi lingkungan. Penggunaan kayu skala besar juga berkontribusi pada deforestasi yang berkelanjutan.
Meskipun teknologi energi terbarukan seperti angin dan surya semakin murah dan lebih bersih, pelet kayu masih menikmati subsidi besar di Inggris yang jumlahnya sekitar 1,1 miliar dolar AS per tahun tapi akan dipotong setengahnya setelah tahun 2027. Drax pun mulai menyesuaikan model bisnisnya dengan mengurangi investasi bioenergi dan mengeksplorasi sektor lain seperti pusat data.
Debat ini memicu para pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan kembali aturan subsidi dan mendukung sumber energi yang lebih benar-benar berkelanjutan, serta mempertimbangkan dampak lingkungan dan biaya kesehatan lokal. Meningkatnya tuntutan hukum dan kritik terhadap biomassa menandakan perubahan arah energi global yang semakin menitikberatkan pada solusi bersih dan efisien.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/kensilverstein/2026/01/28/are-wood-pellets-worth-billions-in-subsidies-drax-faces-a-reckoning/

Analisis Ahli

John Sterman
"Molekul CO2 yang dilepaskan hari ini sama berdampaknya terhadap iklim, jadi klaim biomassa sebagai karbon netral sangat keliru karena pertumbuhan pohon tidak segera mengimbangi emisi."
Merry Dickinson
"Jumlah kayu yang dibutuhkan Drax melebihi limbah kayu yang tersedia, sehingga terjadi pemanenan pohon utuh yang berkontribusi pada deforestasi dan polusi lokal."

Analisis Kami

"Penggunaan biomassa berbasis pelet kayu sebagai pengganti batu bara nampaknya merupakan solusi yang lebih buruk dari masalah yang ingin diatasi, karena mempercepat deforestasi dan emisi karbon jangka pendek. Kebijakan energi perlu mengevaluasi ulang subsidi yang masih besar untuk biomassa demi mengalihkan fokus pada energi bersih yang lebih nyata manfaatnya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat lokal."

Prediksi Kami

Kebijakan subsidi untuk energi biomassa diperkirakan akan terus berkurang dan semakin banyak pembangkit energi akan beralih ke sumber energi terbarukan yang lebih bersih serta efisien, sementara tuntutan hukum dan regulasi terkait emisi dan polusi lokal akan meningkat.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi fokus utama debat tentang biomassa dan emisi karbon?
A
Debat ini berfokus pada dampak lingkungan dan biaya dari penggunaan biomassa sebagai sumber energi dibandingkan dengan energi terbarukan lainnya.
Q
Mengapa Drax beralih dari batubara ke biomassa?
A
Drax beralih dari batubara ke biomassa untuk mengurangi emisi karbon dan mematuhi regulasi energi terbarukan.
Q
Apa dampak negatif dari penggunaan pelet kayu sebagai sumber energi?
A
Dampak negatif termasuk peningkatan emisi karbon, polusi lokal, dan penggunaan kayu dari pohon utuh yang merusak hutan.
Q
Bagaimana kebijakan energi terbarukan di Eropa mempengaruhi Drax?
A
Kebijakan energi terbarukan memberikan insentif untuk penggunaan biomassa, tetapi kini ada peninjauan kembali terhadap efektivitasnya.
Q
Apa hasil studi terbaru tentang penggunaan pelet kayu dibandingkan dengan batubara?
A
Studi terbaru menunjukkan bahwa penggunaan pelet kayu dapat meningkatkan emisi karbon, terutama saat menggunakan pohon utuh.