Solusi Direct Air Capture Kunci Keberlanjutan Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Courtesy of Forbes

Solusi Direct Air Capture Kunci Keberlanjutan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Menggarisbawahi pentingnya rantai pasok CO2 yang kuat dan solusi Direct Air Capture (DAC) sebagai kunci utama untuk menjamin keberlangsungan dan skalabilitas industri power-to-X dalam mendukung transisi energi global.

14 Nov 2025, 18.15 WIB
240 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pentingnya memiliki strategi pasokan karbon yang kuat untuk keberlanjutan proyek e-fuel.
  • DAC menawarkan fleksibilitas lokasi dan keamanan pasokan yang dapat membantu memenuhi permintaan CO2.
  • Regulasi yang ketat terhadap sumber CO2 dapat mempengaruhi investasi dan keberlangsungan proyek e-fuel.
Power-to-X (PtX) berperan penting dalam mengubah energi terbarukan menjadi bahan bakar sintetis yang sangat dibutuhkan untuk sektor yang sulit dihilangkan emisi gas rumah kacanya, seperti penerbangan jarak jauh dan pengiriman laut. Namun, keberhasilan PtX sangat bergantung pada tersedia dan terkelolanya CO2 sebagai bahan baku utama.
Saat ini, dua sumber CO2 utama yang tersedia adalah hasil tangkapan dari proses industri berbasis fosil dan dari sektor biogenik. Namun, keduanya memiliki keterbatasan: CO2 fosil akan dibatasi penggunaannya di masa depan oleh regulasi ketat, sementara CO2 biogenik hanya tersedia dalam jumlah kecil dibanding kebutuhan yang terus melonjak.
Kekurangan CO2 akan menimbulkan persaingan ketat dan tantangan logistik, apalagi wilayah dengan energi terbarukan murah biasanya tidak berdekatan dengan sumber CO2 biogenik. Hal ini membuat proyek PtX harus mencari solusi baru yang lebih fleksibel dan berkelanjutan.
Direct Air Capture (DAC) muncul sebagai solusi utama karena dapat mengambil CO2 langsung dari udara dan memungkinkan fasilitas produksi bahan bakar sintetis dibangun di lokasi dengan energi terbarukan yang melimpah. Selain itu, DAC menawarkan pasokan CO2 yang andal, serta potensi penghematan biaya dan logistik jangka panjang.
Meski demikian, DAC masih menghadapi tantangan besar terkait kebutuhan energi yang tinggi dan biaya investasi. Oleh karena itu, pengembangan teknologi dan integrasi dengan sumber energi terbarukan murah merupakan kunci untuk mengoptimalkan peran DAC dalam ekosistem power-to-X.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/councils/forbestechcouncil/2025/11/14/unlocking-the-promise-of-green-hydrogen-how-dac-can-help-solve-the-critical-feedstock-vulnerability/

Analisis Ahli

Rob van Straten
"DAC sebagai komponen penting untuk memastikan kemandirian dan skalabilitas rantai pasok CO2 dapat mengamankan masa depan proyek power-to-X."

Analisis Kami

"DAC memang merupakan game changer dalam penyediaan CO2 untuk industri bahan bakar sintetis, tapi keberhasilan jangka panjangnya akan bergantung pada kemajuan teknologi yang bisa menekan biaya dan konsumsi energi secara signifikan. Tanpa investasi besar dan kolaborasi lintas sektor, risiko terbatasnya pasokan CO2 akan terus membayangi proyek power-to-X yang tengah berkembang."

Prediksi Kami

Dalam beberapa dekade ke depan, penggunaan DAC dan inovasi dalam penangkapan CO2 non-fosil akan meningkat pesat, menjadi pilar utama rantai pasok CO2 yang mendukung produksi bahan bakar sintetis dan bahan kimia ramah lingkungan secara global.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu DAC dan mengapa penting dalam konteks e-fuels?
A
DAC adalah Tangkap Udara Langsung, yang memungkinkan pengambilan CO2 langsung dari udara, penting untuk menyediakan bahan baku bagi produksi e-fuels.
Q
Mengapa sumber CO2 menjadi tantangan bagi industri e-fuel?
A
Sumber CO2 menjadi tantangan karena terbatasnya pasokan biogenik dan regulasi yang membatasi penggunaan CO2 dari sumber fosil.
Q
Apa dua opsi konvensional yang ada untuk mendapatkan CO2?
A
Dua opsi konvensional adalah menangkap CO2 dari situs industri berbasis fosil dan menggunakan CO2 biogenik dari proses seperti biogas.
Q
Bagaimana DAC dapat menyelesaikan masalah pasokan CO2?
A
DAC memberikan keamanan pasokan CO2 dan fleksibilitas lokasi, memungkinkan pengoperasian dekat dengan sumber energi terbarukan.
Q
Apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi DAC?
A
Untuk meningkatkan efisiensi DAC, inovasi berkelanjutan dan kolokasi dengan sumber energi terbarukan yang murah sangat diperlukan.