Gerhana Matahari Cincin 2026: Fenomena Langka yang Bisa Disaksikan Dari Antartika
Courtesy of CNBCIndonesia

Gerhana Matahari Cincin 2026: Fenomena Langka yang Bisa Disaksikan Dari Antartika

Memberikan informasi detail mengenai fenomena gerhana matahari annular yang terjadi pada 17 Februari 2026, termasuk waktu puncak, lokasi pengamatan, serta cara masyarakat yang berada di luar jalur gerhana dapat menyaksikan secara daring.

29 Jan 2026, 07.50 WIB
280 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026.
  • Hanya wilayah tertentu seperti Antartika yang dapat melihat fase cincin dari gerhana ini.
  • Pengamat di luar jalur annularity dapat mengikuti siaran langsung gerhana secara daring.
Antartika - Pada tanggal 17 Februari 2026, akan terjadi fenomena gerhana matahari annular atau yang dikenal sebagai gerhana matahari cincin. Gerhana ini terjadi tepat sebelum bulan puasa yang diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026. Peristiwa ini menjadi perhatian besar karena merupakan salah satu fenomena alam yang menarik dan langka.
Gerhana akan mencapai puncaknya pada pukul 19.12 WIB, dimana bulan akan menutupi sekitar 96% dari piringan matahari. Hal ini menghasilkan efek visual yang terlihat seperti cincin api yang sangat menarik dan berbeda dari gerhana total yang menutupi matahari sepenuhnya.
Fase cincin gerhana ini hanya bisa dilihat oleh pengamat yang berada di jalur sempit sepanjang sekitar 4.282 kilometer dan lebar 616 kilometer. Namun, jalur annularity kali ini terletak di wilayah Antartika yang terpencil, sehingga hanya sedikit orang yang dapat mengamati fenomena tersebut secara langsung.
Selain itu, sebagian wilayah Antartika, Afrika bagian selatan, dan selatan Amerika Selatan dapat menyaksikan gerhana matahari parsial. Untuk pengamat yang berada di luar area tersebut, peristiwa ini dapat disaksikan melalui siaran langsung daring yang akan diumumkan oleh penyelenggara di kemudian hari.
Gerhana matahari terjadi saat bulan berada dalam posisi sejajar dengan matahari dan bumi pada fase bulan baru. Berbeda dengan gerhana total, pada gerhana annular bulan lebih jauh dari bumi sehingga tidak menutupi matahari sepenuhnya, sehingga tercipta cincin cahaya yang dikenal dengan istilah cincin api.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260129062248-37-706180/cincin-api-muncul-di-langit-jelang-ramadan

Analisis Ahli

Dr. Andi Wijaya
"Fenomena gerhana annular memberikan kesempatan ilmiah untuk mempelajari dinamika orbit bulan dan interaksi cahaya matahari, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang astronomi."
Prof. Siti Rohmah
"Keterbatasan lokasi pengamatan gerhana annular menggarisbawahi pentingnya teknologi siaran langsung untuk menjangkau khalayak luas dan mengedukasi masyarakat tentang fenomena luar angkasa."

Analisis Kami

"Gerhana annular ini menegaskan betapa uniknya posisi bulan dalam orbitnya terhadap bumi dan matahari yang memengaruhi jenis gerhana yang terlihat. Keindahan visual cincin api ini bisa menjadi momentum bagus untuk meningkatkan pengetahuan publik tentang fenomena astronomi yang jarang terjadi. "

Prediksi Kami

Fenomena gerhana ini akan meningkatkan minat masyarakat dan komunitas astronomi terhadap pengamatan gerhana serta mendorong perkembangan teknologi siaran daring untuk akses edukasi astronomi lebih luas.

Pertanyaan Terkait

Q
Kapan gerhana matahari cincin akan terjadi?
A
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026.
Q
Apa yang dimaksud dengan fenomena cincin api?
A
Fenomena cincin api terjadi ketika bulan menutupi sebagian besar matahari, meninggalkan cahaya di tepinya.
Q
Di mana gerhana matahari cincin ini dapat dilihat?
A
Gerhana matahari cincin ini dapat dilihat dari wilayah terpencil Antartika.
Q
Apa yang akan terjadi di wilayah di luar jalur annularity?
A
Wilayah di luar jalur annularity dapat menyaksikan gerhana matahari parsial atau mengikuti siaran langsung secara daring.
Q
Mengapa gerhana matahari terjadi?
A
Gerhana matahari terjadi ketika bulan berada sejajar dengan matahari dan bumi, sehingga bayangannya jatuh ke permukaan bumi.