Ant Group Rilis AI Terbuka untuk Robot Cerdas yang Lebih Mandiri
Courtesy of SCMP

Ant Group Rilis AI Terbuka untuk Robot Cerdas yang Lebih Mandiri

Ant Group bertujuan menciptakan model AI yang mampu mengendalikan robot secara otonom di dunia nyata sehingga dapat memperluas penerapan praktis dan mempercepat integrasi AI ke dalam lingkungan fisik yang beragam.

30 Jan 2026, 20.00 WIB
184 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Ant Group berkomitmen untuk mengembangkan AI open-source bagi robotika.
  • Model LingBot-VLA bertujuan untuk meningkatkan otonomi robot di lingkungan fisik.
  • Pengembangan model dasar yang efisien menjadi kunci untuk meningkatkan adopsi robot di industri.
Hangzhou, Tiongkok - Ant Group, perusahaan fintech besar asal Tiongkok, meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) open-source yang dirancang khusus untuk robotik. Model baru ini dinamakan LingBot-VLA yang menggabungkan kemampuan penglihatan, bahasa, dan tindakan dalam satu sistem. Model ini bertujuan membantu robot memiliki kemampuan 'otak universal' agar bisa menjalankan berbagai tugas di dunia nyata secara lebih fleksibel.
Robot humanoid sekarang ini di Tiongkok sudah banyak digunakan dan dapat melakukan aktivitas keren seperti menari atau melakukan backflip. Namun, kebanyakan robot tersebut masih menggunakan program gerakan yang sudah ditentukan sebelumnya, sehingga mereka tidak sepenuhnya mampu beradaptasi dengan situasi baru atau menyelesaikan berbagai tugas berbeda secara mandiri.
Ant Group melalui divisi robotiknya, Ant Lingbo Technology atau Robbyant, ingin mengatasi masalah tersebut dengan menciptakan model AI yang tidak hanya canggih secara teori, tetapi juga bisa berjalan dengan baik di perangkat keras nyata. Hal ini penting agar robot bisa digunakan secara luas dan praktis di berbagai industri yang membutuhkan automasi dan kecerdasan fisik.
Perusahaan dan para pakar robotika di Tiongkok menyadari bahwa kemampuan robot untuk menggeneralisasi tugas dan bertindak secara otonom adalah hambatan utama yang harus diatasi. Dengan meluncurkan model AI open-source yang bisa dijalankan secara langsung di robot, Ant Group berharap dapat mempercepat adopsi kecerdasan buatan yang terwujud dalam bentuk fisik di lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari.
Langkah ini juga menandakan posisi Tiongkok sebagai pemimpin di bidang robotik industri dan humanoid. Dengan inovasi seperti ini, masa depan robot yang mampu bekerja secara mandiri dan produktif di berbagai bidang bukan sekadar mimpi, melainkan menjadi kenyataan yang semakin dekat.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/big-tech/article/3341842/ant-groups-open-source-push-aims-move-robots-lab-demos-real-world-work?module=top_story&pgtype=section

Analisis Ahli

Dr. Li Wang (Ahli Robotika dan AI, Universitas Tsinghua)
"Pengembangan model VLA seperti LingBot-VLA menunjukkan kemajuan strategis dalam menjembatani kecerdasan visual dan linguistik dalam robot, yang sangat vital untuk robot dapat memahami lingkungan nyata dan berinteraksi secara efektif di sana."

Analisis Kami

"Pendekatan Ant Group untuk mengembangkan AI yang bisa dijalankan langsung di robot fisik merupakan langkah penting dalam mengatasi kendala otonomi robot. Jika sukses, ini akan mendorong transformasi besar di berbagai industri dengan robot yang mampu beradaptasi dan belajar secara real-time, bukan hanya menjalankan perintah tetap."

Prediksi Kami

Dengan adanya model AI open-source yang lebih canggih untuk robotik, kemungkinan besar robot di banyak sektor industri di Tiongkok dan dunia akan semakin mandiri dan dapat mengerjakan tugas yang kompleks tanpa perlu pemrograman manual yang ekstensif.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dilakukan Ant Group dalam pengembangan AI?
A
Ant Group telah membuka sumber model AI pertama mereka untuk robotika.
Q
Apa tujuan dari model LingBot-VLA?
A
Tujuan dari model LingBot-VLA adalah untuk mendukung pengembangan 'otak universal' untuk robot.
Q
Mengapa perlu adanya model dasar yang efisien untuk robot?
A
Model dasar yang efisien diperlukan untuk meningkatkan adopsi teknologi robotik secara luas.
Q
Siapa CEO dari Robbyant dan apa fokusnya?
A
CEO dari Robbyant adalah Zhu Xing yang fokus pada pengembangan model AI untuk robot.
Q
Apa tantangan yang dihadapi oleh robot humanoid saat ini?
A
Tantangan utama adalah ketergantungan pada rutinitas yang diprogram yang membatasi otonomi robot.