Bagaimana Agentic AI Mendefinisikan Ulang Cara Kerja dan Bisnis di Era Digital
Courtesy of Forbes

Bagaimana Agentic AI Mendefinisikan Ulang Cara Kerja dan Bisnis di Era Digital

Memberikan pemahaman yang lebih konkret mengenai bagaimana AI, terutama agentic AI, mengubah cara kerja dan bisnis pada berbagai sektor, serta menyoroti tantangan, peluang, dan dampaknya pada tenaga kerja dan struktur organisasi agar pembaca dapat memahami dan mengantisipasi transformasi yang sedang berlangsung.

30 Jan 2026, 23.18 WIB
208 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penerapan AI membawa potensi besar untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi di berbagai sektor.
  • Pentingnya mengadaptasi struktur organisasi agar sesuai dengan kemampuan baru yang ditawarkan oleh AI.
  • AI harus diintegrasikan dengan cara yang mempertimbangkan aspek sosial dan komunitas untuk mencapai hasil yang optimal.
Davos, Swiss - Dalam diskusi di acara Imagination in Action di Davos, para pakar AI membahas bagaimana istilah-istilah seperti mendefinisikan ulang dan merevolusi kerja dan bisnis dengan agentic AI sering kali terdengar abstrak tanpa contoh konkret. Tiap perusahaan dan sektor punya cara berbeda dalam menerapkan AI, yang membuat mereka harus ciptakan solusi sendiri tanpa panduan umum yang mudah diterapkan.
May Habib dari Writer.com menjelaskan pentingnya mengukur pengembalian investasi (ROI) secara otomatis dalam penerapan AI di bisnis. Ia juga menyoroti pentingnya merancang ulang sistem manajemen konten menjadi sistem manajemen konteks agar AI dapat berfungsi sinergis dengan alur kerja yang berbeda-beda.
Philipp Hertzig dari SAP menjelaskan inovasi tabular foundation model yang dapat mengolah data tidak terstruktur dengan akurasi tinggi, mendukung layanan otomatisasi mulai dari dukungan pelanggan hingga konsultasi. Ia juga menekankan bagaimana AI membantu developer dalam produktivitas yang lebih tinggi dengan memungkinkan mereka mengelola proyek secara paralel.
Nela Richardson dari ADP mengangkat temuan dari data pekerjaan yang menunjukkan bahwa AI memengaruhi tenaga kerja muda dengan penurunan pekerjaan, sementara tenaga kerja berpengalaman malah mendapatkan tambahan pekerjaan berkat augmentasi AI. Pendekatan ini menyoroti bagaimana AI dapat menghasilkan dampak yang berbeda bagi kelompok pekerja yang berbeda.
Sandy Pentland dari MIT menambah sudut pandang dengan menekankan pentingnya membangun rasa komunitas dalam pengembangan AI agar teknologi ini lebih aman dan dapat diandalkan. Panel diakhiri dengan penegasan bahwa AI sudah membawa perubahan besar dalam bisnis, namun hambatan budaya dan struktur organisasi menjadi tantangan utama yang harus diatasi agar potensi penuh AI bisa tercapai.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/johnwerner/2026/01/30/rebuilding-redefining-rethinking--ai-in-our-pockets/

Analisis Ahli

Sandy Pentland
"Membentuk AI yang mampu memahami komunitas dan interaksi kelompok adalah kunci untuk membuat teknologi ini aman, efektif, dan dapat dipercaya dalam kehidupan nyata."
May Habib
"Pengukuran ROI otomatis dari AI membawa transparansi dan motivasi lebih dalam mengadopsi teknologi, mempercepat transformasi bisnis."
Philipp Hertzig
"Tabular foundation model menunjukkan bahwa AI generasi baru bisa mengatasi keterbatasan model AI lama, mendukung prediksi dan keputusan bisnis yang lebih baik."
Nela Richardson
"Data granular memperlihatkan dampak AI pada tenaga kerja sangat bervariasi berdasarkan demografi dan jenis pekerjaan, yang harus diperhatikan dalam kebijakan ketenagakerjaan."

Analisis Kami

"AI agentik bukan hanya alat otomatisasi, tapi juga katalis untuk mendesain ulang bagaimana perusahaan beroperasi dengan cara yang sangat kontekstual dan manusiawi. Untuk benar-benar mendapatkan manfaatnya, organisasi perlu mengubah sistem manajemen dan budaya mereka, bukan hanya menambahkan teknologi di atasnya."

Prediksi Kami

Di masa depan, AI akan semakin terintegrasi dalam organisasi dengan struktur yang lebih datar dan karier yang dirancang ulang, sehingga memungkinkan produktivitas jauh lebih tinggi dan ROI yang signifikan selama hambatan kultur dan organisasi dapat diatasi.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dimaksud dengan ROI dalam konteks penerapan AI di bisnis?
A
ROI atau Return on Investment dalam konteks penerapan AI di bisnis adalah ukuran nilai ekonomi dari investasi yang dilakukan dalam teknologi AI.
Q
Bagaimana AI mempengaruhi pengembangan tenaga kerja?
A
AI mempengaruhi pengembangan tenaga kerja dengan meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga dapat menyebabkan pengurangan pekerjaan di kalangan pekerja muda.
Q
Apa itu model dasar tabular yang diperkenalkan oleh Hertzig?
A
Model dasar tabular adalah jenis model AI yang dapat mengolah data dalam bentuk tabel untuk menghasilkan prediksi yang lebih akurat dibandingkan model AI tradisional.
Q
Mengapa penting untuk mempertimbangkan komunitas dalam penerapan AI?
A
Menimbang komunitas dalam penerapan AI penting untuk memastikan bahwa teknologi ini berfungsi dengan baik dalam konteks sosial dan dapat dipercaya oleh pengguna.
Q
Apa tantangan yang dihadapi organisasi dalam memanfaatkan AI secara optimal?
A
Tantangan yang dihadapi organisasi termasuk struktur organisasi yang kaku serta kebutuhan untuk mengintegrasikan data secara efektif.