India Usulkan Koneksi Mata Uang Digital BRICS untuk Permudah Transaksi Lintas Negara
Courtesy of TheJakartaPost

India Usulkan Koneksi Mata Uang Digital BRICS untuk Permudah Transaksi Lintas Negara

Mendorong kemudahan pembayaran lintas negara dalam BRICS dengan menghubungkan mata uang digital resmi untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan memperkuat posisi mata uang anggota di pasar global.

19 Jan 2026, 13.11 WIB
98 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Usulan untuk menghubungkan CBDC BRICS dapat mengubah cara perdagangan internasional dilakukan.
  • Inisiatif ini dapat mengurangi ketergantungan global pada dolar AS.
  • Terdapat tantangan teknis dan regulasi yang perlu diatasi untuk merealisasikan ide ini.
New Delhi, India - India melalui Bank Sentralnya, Reserve Bank of India (RBI), mengusulkan sebuah langkah baru untuk menghubungkan mata uang digital resmi dari negara-negara BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Tujuan dari usulan ini adalah mempermudah perdagangan dan pembayaran di sektor pariwisata antar negara anggota, serta mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Usulan ini akan dibahas dalam KTT BRICS 2026 yang rencananya akan diadakan di India.
Mata uang digital bank sentral atau CBDC sedang dalam tahap percontohan di semua negara BRICS meskipun belum diluncurkan secara penuh. India telah meluncurkan e-rupee yang telah digunakan oleh jutaan pengguna. RBI berusaha agar mata uang digital ini dapat menjadi lebih berguna dengan fitur seperti pembayaran offline dan transfer subsidi pemerintah. China juga memperkuat penggunaan internasional digital yuan. Proyek penghubungan ini diharapkan dapat mendukung transaksi yang lebih cepat dan efisien antara anggota BRICS.
Tantangan yang dihadapi adalah kesepakatan teknologi dan aturan tata kelola yang harus disetujui bersama. Setiap negara memiliki keraguan terkait menggunakan teknologi dari negara lain, sehingga prosesnya bisa memakan waktu lama. Salah satu ide adalah menggunakan sistem swap valuta asing bilateral antar bank sentral untuk menangani ketidakseimbangan perdagangan antar negara, seperti masalah yang pernah dihadapi Rusia dan India saat bertransaksi menggunakan mata uang lokal.
BRICS telah lama berusaha untuk menjadi kekuatan ekonomi alternatif global, tetapi ide seperti membentuk mata uang bersama sempat gagal disepakati. Kini, dengan geopolitik yang semakin tegang dan pergeseran perdagangan, India dan anggota lainnya berupaya menguatkan posisi mata uang mereka melalui CBDC dan interoperabilitas sistem pembayaran. Sementara itu, Amerika Serikat memperingatkan bahwa langkah ini bisa merugikan posisi dolar dan AS memberikan respons negatif terhadap upaya tersebut.
RBI menilai mata uang digital resmi lebih aman dibandingkan stablecoin yang dinilai dapat menimbulkan risiko stabilitas moneter dan kebijakan fiskal. Dengan mengusulkan koneksi CBDC saja, India berharap dapat meningkatkan kepercayaan dan efisiensi dalam sistem pembayaran digital antar negara BRICS, menguatkan posisi e-rupee, dan memastikan dominasi dolar AS dapat dikurangi tanpa menimbulkan risiko fragmentasi dalam ekosistem pembayaran nasional.
Referensi:
[1] https://www.thejakartapost.com/business/2026/01/19/indias-central-bank-proposes-linking-brics-digital-currencies-sources-say.html?utm_source=(direct)&utm_medium=channel_tech

Analisis Ahli

Catherine Mann (Ekonom Internasional)
"Langkah untuk menghubungkan CBDC BRICS dapat memperkenalkan alternatif realistis terhadap hegemoni dolar, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kestabilan politik dan kerjasama antar anggota BRICS."
Eswar Prasad (Ahli Ekonomi dan Mata Uang Digital)
"Penerapan interoperabilitas CBDC antar negara berkembang merupakan kemajuan penting, tapi risiko geopolitik dan kepercayaan antar bank sentral menjadi tantangan utama yang harus dihadapi."

Analisis Kami

"Inisiatif RBI ini menunjukkan visi strategis yang maju untuk mengintegrasikan mata uang digital negara BRICS sebagai alat penguatan regional yang sangat dibutuhkan di tengah ketegangan geopolitik global. Namun, realisasi konkret masih sangat bergantung pada kemampuan negara-negara anggota untuk mencapai konsensus teknis dan politik yang selama ini menjadi batu sandungan utama."

Prediksi Kami

Jika disetujui, proposal ini akan memicu pembahasan serius tentang integrasi teknologi dan regulasi mata uang digital BRICS yang dapat memperkuat posisi mata uang anggota dan menurunkan dominasi dolar AS di pasar global, meski kemungkinan besar akan menghadapi resistensi dari AS dan tantangan teknis.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diusulkan oleh Bank Sentral India terkait mata uang digital?
A
Bank Sentral India mengusulkan untuk menghubungkan mata uang digital resmi negara-negara BRICS untuk memudahkan transaksi lintas batas.
Q
Apa tujuan dari usulan menghubungkan CBDC negara-negara BRICS?
A
Tujuan dari usulan ini adalah untuk mempercepat pembayaran perdagangan dan pariwisata serta mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Q
Mengapa inisiatif ini dapat mengganggu kepentingan AS?
A
Inisiatif ini dapat mengganggu kepentingan AS karena dapat mengurangi peran dolar sebagai mata uang cadangan dunia.
Q
Apa yang telah dicapai oleh e-rupee sejak diluncurkan?
A
Sejak diluncurkan, e-rupee telah menarik sekitar 7 juta pengguna ritel.
Q
Apa tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan usulan ini?
A
Tantangan termasuk kebutuhan akan teknologi yang interoperabel, aturan tata kelola, dan cara untuk menyelesaikan ketidakseimbangan perdagangan.