
Courtesy of CNBCIndonesia
BRIN dan OceanX Teliti Biodiversitas Laut Sulawesi Utara dengan Teknologi Canggih
Melaksanakan penelitian mendalam terhadap biodiversitas laut dan oseanografi di perairan Indonesia untuk memperkuat kemampuan eksplorasi laut nasional dan mendukung pengembangan kebijakan konservasi yang berkelanjutan.
31 Jan 2026, 17.30 WIB
13 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kolaborasi antara BRIN dan OceanX berhasil mengidentifikasi banyak spesies baru di perairan Indonesia.
- Penggunaan teknologi eDNA memungkinkan penelitian dilakukan tanpa mengganggu habitat hewan laut.
- Ekspedisi ini diharapkan dapat memberi dasar bagi kebijakan konservasi di Indonesia.
Sulawesi Utara, Indonesia - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama organisasi internasional OceanX menyelesaikan misi penelitian laut kedua yang berlangsung pada 5-24 Januari 2026. Fokus utama penelitian adalah mempelajari biodiversitas, oseanografi, serta perangkat pengumpul ikan (FAD atau rumpon) di laut utara Sulawesi Utara. Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk memperkuat kapasitas eksplorasi laut Indonesia.
Selama ekspedisi, tim menemukan 14 spesies megafauna laut, termasuk 10 mamalia laut, 2 hiu, dan 2 penyu. Penemuan tersebut diperoleh melalui pantauan udara dari helikopter kapal serta teknologi environmental DNA (eDNA) metabarcoding yang memungkinkan deteksi keberadaan hewan secara tidak langsung dari genetik yang tertinggal di air.
Salah satu temuan menonjol adalah kemungkinan identifikasi paus paruh Longman (Indopacetus pacificus) yang belum tercatat sebelumnya di wilayah perairan Indonesia. Penelitian ini membuka peluang untuk memperkaya data biodiversitas dan memberikan dasar baru dalam pengelolaan dan konservasi laut di Indonesia.
Dalam ekspedisi ini, digunakan dua kapal selam berawak, Nadir dan Neptune, dengan fungsi berbeda, yaitu untuk dokumentasi visual dan pengambilan sampel ilmiah. Keberadaan kapal riset canggih tersebut menunjang pengumpulan data yang lebih detail dan lengkap serta mendukung analisis lebih lanjut di laboratorium di kapal.
Wakil Kepala BRIN, Amarulla Oktavian, menegaskan pentingnya mendokumentasikan hasil serta menyimpan sampel sesuai protokol agar bisa dijadikan referensi pengembangan kapal riset nasional. Ke depan, penelitian ini akan dilanjutkan menggunakan kapal riset Indonesia sendiri dengan fasilitas yang tidak kalah canggih dari kapal eksternal.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260131134757-37-706964/ri-cek-bawah-laut-sulawesi-utara-muncul-hewan-raksasa-langka-ini
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260131134757-37-706964/ri-cek-bawah-laut-sulawesi-utara-muncul-hewan-raksasa-langka-ini
Analisis Ahli
Sekar Mira
"Penemuan paus paruh Longman di perairan Indonesia membuka peluang besar untuk meneliti distribusi spesies langka yang belum banyak diketahui di wilayah ini."
Amarulla Oktavian
"Pengembangan kapal riset dengan peralatan canggih adalah kunci untuk mendukung Indonesia menjadi negara maritim yang kuat dalam riset dan pengelolaan sumber daya laut."
Analisis Kami
"Kolaborasi BRIN dengan OceanX menunjukkan kemajuan riset kelautan Indonesia yang signifikan, terutama dalam pemanfaatan teknologi canggih seperti eDNA untuk pelestarian ekosistem. Namun, tantangan terbesar tetap pada pengembangan armada dan sumber daya manusia agar dapat mengoperasikan kapal riset secara mandiri dan berkelanjutan."
Prediksi Kami
Ke depan, Indonesia akan lebih mandiri dalam eksplorasi laut dengan kapal riset dan teknologi canggih sendiri, serta data biodiversitas yang kaya menjadi dasar kebijakan konservasi yang lebih efektif.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tujuan dari program kolaborasi OCEANX-BRIN?A
Tujuan dari program kolaborasi OCEANX-BRIN adalah untuk melakukan penelitian laut dan membangun kapasitas eksplorasi laut di Indonesia.Q
Kapan misi Leg 2 dilaksanakan?A
Misi Leg 2 dilaksanakan pada 5-24 Januari 2026.Q
Apa saja spesies megafauna yang ditemukan selama misi?A
Spesies megafauna yang ditemukan selama misi terdiri dari 10 spesies mamalia laut, 2 spesies hiu, dan 2 spesies penyu.Q
Bagaimana metode teknologi eDNA digunakan dalam penelitian?A
Metode teknologi eDNA digunakan untuk mendeteksi keberadaan paus dan megafauna lainnya melalui residu genetik yang tertinggal di air.Q
Apa harapan Wakil Kepala BRIN terhadap hasil penelitian ini?A
Wakil Kepala BRIN berharap hasil penelitian ini terdokumentasi dengan baik dan semua sampel disimpan di repositori ilmiah nasional.




