Penjualan Kendaraan Listrik China Turun Tajam, Saham BYD dan Nio Jatuh
Courtesy of SCMP

Penjualan Kendaraan Listrik China Turun Tajam, Saham BYD dan Nio Jatuh

Memberikan wawasan tentang kondisi pasar kendaraan listrik di China yang mengalami penurunan penjualan di awal tahun 2026 dan dampaknya terhadap saham perusahaan terkait, serta menginformasikan pembaca tentang tantangan industri EV yang akan dihadapi sepanjang tahun.

02 Feb 2026, 14.00 WIB
271 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penjualan kendaraan listrik di Tiongkok mengalami penurunan drastis pada awal tahun 2026.
  • Dukungan pemerintah yang berkurang dan perubahan kebijakan subsidi menjadi faktor utama penurunan ini.
  • Saham produsen kendaraan listrik besar seperti BYD dan Xpeng turun signifikan sebagai dampak dari hasil penjualan yang mengecewakan.
Shanghai, China - Pada Januari 2026, produsen kendaraan listrik terbesar di China mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Hal ini terutama disebabkan oleh berkurangnya dukungan dari pemerintah, termasuk pengenaan kembali pajak pembelian dan pengurangan subsidi tunai bagi pembeli kendaraan listrik. Kondisi ini membuat pasar kendaraan listrik di China menjadi sangat kompetitif dan menantang untuk para produsen utama.
BYD, yang dikenal sebagai pembuat kendaraan listrik terbesar di dunia, mencatat penurunan penjualan sebesar 50 persen dibandingkan bulan sebelumnya dengan hanya 210.051 unit kendaraan yang terjual di seluruh dunia. Penjualan yang rendah ini menjadi yang terendah sejak Februari 2024. Imbasnya, harga saham BYD di Hong Kong juga turun drastis sebesar 7,8 persen menjadi HKRp 150.47 juta ($90,10) .
Selain BYD, produsen lain seperti Xpeng dan Li Auto juga mengalami penurunan penjualan yang cukup besar. Xpeng melaporkan penurunan 46,7 persen dalam pengiriman kendaraan dengan total 20.011 unit terjual, sehingga harga sahamnya turun 9 persen menjadi HKRp 108.88 juta ($65,20) . Li Auto melanjutkan tren negatifnya dengan penurunan penjualan 37,5 persen, menurunkan harga sahamnya sebesar 3,6 persen ke HKRp 109.47 juta ($65,55) .
Para analis dan pemerhati industri seperti Ivan Li dari Loyal Wealth Management mengingatkan bahwa penurunan penjualan ini merupakan tanda bahwa industri kendaraan listrik akan menghadapi tahun yang penuh tantangan. Kebijakan pemerintah yang kembali memberlakukan pajak dan pengurangan subsidi menjadi faktor utama yang menghambat pertumbuhan penjualan terutama untuk kendaraan dengan harga terjangkau.
Situasi ini menunjukkan bahwa produsen kendaraan listrik harus segera menyesuaikan strategi bisnis mereka agar dapat bertahan di tengah tekanan pasar dan kebijakan pemerintah yang berubah-ubah. Tahun 2026 diprediksi menjadi tahun yang sulit bagi industri kendaraan listrik di China dengan pergerakan pasar saham dan penjualan yang masih berpotensi menurun.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/business/china-business/article/3342066/chinese-ev-makers-shares-skid-sales-slide-after-tax-incentive-ends?module=china_future_tech&pgtype=section

Analisis Ahli

Ivan Li
"Industri EV menghadapi tahun yang sulit karena kembali diberlakukannya pajak pembelian dan perubahan kebijakan subsidi tunai yang sangat mempengaruhi segmen mobil harga rendah."

Analisis Kami

"Penurunan drastis dalam penjualan EV mencerminkan ketergantungan industri pada dukungan pemerintah yang membuat pasar menjadi sangat rapuh ketika insentif tersebut dikurangi. Perusahaan harus segera melakukan diversifikasi produk dan mengoptimalkan efisiensi biaya agar dapat menghadapi tekanan kompetitif yang semakin intens di pasar kendaraan listrik."

Prediksi Kami

Penjualan kendaraan listrik di China kemungkinan akan terus menurun selama pemerintah mempertahankan kebijakan pajak dan subsidi yang lebih ketat, yang dapat menyebabkan perusahaan EV harus melakukan penyesuaian strategi bisnis dan inovasi untuk bertahan di pasar yang kompetitif.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi pada saham BYD, Xpeng, Li Auto, dan Nio di Hong Kong?
A
Saham BYD, Xpeng, Li Auto, dan Nio di Hong Kong mengalami penurunan tajam.
Q
Mengapa penjualan kendaraan listrik di Tiongkok mengalami penurunan pada Januari 2026?
A
Penjualan kendaraan listrik di Tiongkok mengalami penurunan karena dukungan pemerintah yang melemah.
Q
Apa yang menjadi penyebab utama penurunan penjualan kendaraan listrik?
A
Penyebab utama penurunan penjualan adalah kembalinya pajak pembelian dan penyesuaian kebijakan subsidi.
Q
Berapa persen penurunan penjualan BYD pada Januari 2026?
A
Penjualan BYD pada Januari 2026 turun 50% dibandingkan bulan sebelumnya.
Q
Apa dampak dari kebijakan subsidi yang diubah bagi produsen mobil murah?
A
Produsen mobil murah akan mengalami kemunduran besar akibat kebijakan subsidi yang diubah.