
Courtesy of TheVerge
YouTube Tutup Celah Pemutaran Latar Belakang di Browser Pihak Ketiga
Menginformasikan bahwa YouTube telah menutup celah pemutaran latar belakang melalui browser pihak ketiga untuk memastikan hanya pelanggan YouTube Premium yang dapat mengakses fitur ini secara konsisten di seluruh platform.
03 Feb 2026, 19.53 WIB
249 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- YouTube telah memblokir akses pemutaran latar belakang melalui peramban pihak ketiga.
- Fitur pemutaran latar belakang kini hanya tersedia untuk anggota YouTube Premium.
- Pengguna Firefox masih dapat menemukan cara untuk menghindari pemblokiran dengan mengubah pengaturan peramban.
YouTube telah membuat perubahan penting yang mempengaruhi cara pengguna menonton video secara non-stop di latar belakang. Sebelumnya, orang yang tidak berlangganan YouTube Premium bisa menggunakan browser pihak ketiga seperti Brave dan Vivaldi untuk tetap memutar video saat aplikasi tidak aktif.
Google menegaskan bahwa fitur pemutaran latar belakang seharusnya hanya dinikmati oleh pelanggan YouTube Premium. Mereka kemudian memperbarui platform agar aturan ini konsisten dan tidak bisa diakali oleh browser yang berbeda.
Beberapa browser seperti Samsung Internet dan Microsoft Edge awalnya masih bisa mengakses fitur ini, tetapi mulai minggu lalu mereka juga mendapatkan pembatasan dari YouTube. Akhirnya pengguna merasa kecewa karena fitur yang sebelumnya gratis kini dikunci.
Namun, terdapat cara kecil yang masih bisa dipakai oleh beberapa pengguna Firefox, yaitu dengan mengubah setting user-agent ke mode Android VR agar bisa melewati pembatasan tersebut. Tapi ini bukan solusi resmi dan bisa saja diatasi oleh YouTube.
Kebijakan baru ini menunjukkan bahwa YouTube serius menjaga keuntungan dari layanan Premium mereka dan menutup celah agar hanya pelanggan yang membayar yang bisa menikmati fitur eksklusif. Pengguna non-Premium harus siap menerima perubahan ini.
Referensi:
[1] https://theverge.com/news/872937/google-youtube-blocking-third-party-mobile-browsers-background-playback
[1] https://theverge.com/news/872937/google-youtube-blocking-third-party-mobile-browsers-background-playback
Analisis Ahli
Andi Wijaya (Analis Teknologi)
"YouTube menutup celah browser ini untuk mendorong model bisnis Premium yang lebih stabil, tapi ini juga meningkatkan ketegangan antara akses gratis dan layanan berbayar yang semakin jelas."
Sari Jatmiko (Pengamat Media Digital)
"Pemblokiran ini adalah upaya wajar dalam ekonomi digital, tetapi jika terlalu ketat, bisa membuat pengguna beralih ke platform lain yang lebih fleksibel."
Analisis Kami
"Langkah YouTube ini memang perlu untuk menjaga nilai eksklusivitas layanan berbayar mereka, tapi pada saat yang sama bisa mengecewakan pengguna yang hanya ingin sedikit fleksibilitas tanpa berlangganan. Masa depan streaming akan penuh dengan pergeseran hak akses yang ketat, yang menuntut kebijakan dan teknologi yang terus disempurnakan agar tidak merusak pengalaman pengguna secara keseluruhan."
Prediksi Kami
YouTube kemungkinan akan terus memperbaiki sistemnya untuk mencegah metode alternatif agar fitur background playback tetap eksklusif bagi pelanggan Premium, sehingga celah baru mungkin muncul dan ditutup secara bergantian.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dilakukan YouTube terhadap peramban pihak ketiga?A
YouTube mulai memblokir peramban pihak ketiga dari menggunakan celah pemutaran latar belakang.Q
Mengapa pemutaran latar belakang menjadi fitur eksklusif bagi anggota premium?A
Pemutaran latar belakang adalah fitur yang dirancang khusus untuk anggota YouTube Premium.Q
Peramban mana yang sebelumnya dapat digunakan untuk memutar latar belakang YouTube tanpa langganan?A
Peramban seperti Brave, Vivaldi, dan Microsoft Edge sebelumnya dapat digunakan untuk memutar latar belakang YouTube tanpa langganan.Q
Apa yang dilakukan pengguna Firefox untuk menghindari pemblokiran?A
Beberapa pengguna Firefox berhasil mengubah string user-agent mereka untuk terus menggunakan pemutaran latar belakang.Q
Siapa yang memberikan pernyataan tentang perubahan ini?A
Pernyataan tentang perubahan ini diberikan oleh seorang juru bicara Google.



