JWST Memetakan Dark Matter Terbesar, Buka Tabir Alam Semesta
Courtesy of LiveScience

JWST Memetakan Dark Matter Terbesar, Buka Tabir Alam Semesta

Memetakan distribusi dark matter secara lebih rinci menggunakan JWST untuk memahami bagaimana dark matter membentuk struktur dan evolusi alam semesta sehingga dapat menjelaskan asal-usul materi yang memungkinkan munculnya kehidupan.

07 Feb 2026, 05.04 WIB
224 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pemetaan materi gelap oleh JWST memberikan wawasan baru tentang struktur kosmos.
  • Materi gelap memainkan peran penting dalam evolusi alam semesta dan pembentukan bintang.
  • Penelitian lebih lanjut akan dilakukan dengan teleskop baru untuk memahami lebih dalam tentang materi gelap.
Sextans, luar angkasa - Para astronom menggunakan James Webb Space Telescope (JWST) untuk memetakan bagian terbesar dari dark matter yang pernah tersurvei, khususnya di daerah konstelasi Sextans. Dark matter sulit diamati secara langsung karena tidak memancarkan cahaya, namun pengaruh gravitasi pada materi biasa memungkinkan para ilmuwan memetakan keberadaannya.
Mereka melakukan pengamatan selama 255 jam yang menghasilkan identifikasi sekitar 800.000 galaksi, jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan yang bisa dideteksi oleh teleskop lain seperti Hubble maupun teleskop dari bumi. Data tersebut membantu menghasilkan peta rinci bagaimana dark matter menciptakan 'kerangka' alam semesta.
Pemetaan ini menegaskan bagaimana dark matter memulai proses mengerumun sehingga menarik materi biasa dan akhirnya membentuk tempat-tempat yang padat yang memungkinkan pembentukan bintang dan galaksi. Temuan ini menegaskan peran penting dark matter dalam evolusi alam semesta.
Studi ini juga memperlihatkan bahwa tanpa dark matter, elemen penting yang memungkinkan kehidupan di galaxy kita mungkin tidak ada. Hal ini memperkuat nilai dan urgensi pemetaan lebih lanjut untuk memahami keberadaan dan dampak dark matter.
Ke depannya NASA akan menggunakan teleskop Nancy Grace Roman untuk memetakan area yang jauh lebih luas meski dengan detail yang lebih rendah, sebagai kelanjutan dari studi ini untuk membuka wawasan yang lebih besar tentang alam semesta.
Referensi:
[1] https://www.livescience.com/physics-mathematics/dark-matter/invisible-scaffolding-of-the-universe-revealed-in-ambitious-new-james-webb-telescope-images

Analisis Ahli

Diana Scognamiglio
"Pemetaan ini mengubah gambaran kabur dark matter menjadi visualisasi yang sangat detail, mempercepat pemahaman kosmologi."
Jason Rhodes
"Tanpa dark matter, elemen-elemen yang mendukung kehidupan di galaksi kita mungkin tidak pernah terbentuk, menunjukkan betapa pentingnya pemahaman ini."

Analisis Kami

"Pemetaan dark matter oleh JWST merupakan loncatan besar bagi kosmologi modern yang sebelumnya terhambat oleh keterbatasan teknologi. Detail yang dihadirkan bukan hanya memperjelas peran dark matter, tetapi juga membuka peluang riset interdisipliner yang dapat merevolusi teori pembentukan alam semesta dan eksistensi kehidupan."

Prediksi Kami

Pemetaan dark matter yang lebih luas dan rinci dengan teknologi teleskop baru akan membuka wawasan baru scientific tentang struktur kosmos dan kemungkinan menguak rahasia tentang asal usul alam semesta serta kehidupan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dipetakan oleh teleskop James Webb?
A
Teleskop James Webb memetakan bagian terbesar dari materi gelap di alam semesta.
Q
Mengapa materi gelap sulit dipelajari?
A
Materi gelap sulit dipelajari karena tidak berinteraksi dengan cahaya dan hanya dapat dideteksi melalui dampak gravitasinya.
Q
Apa hasil dari penelitian terbaru tentang materi gelap?
A
Penelitian terbaru mengidentifikasi hampir 800,000 galaksi, sepuluh kali lebih banyak daripada yang terlihat oleh teleskop berbasis darat.
Q
Siapa penulis utama penelitian ini dan apa perannya?
A
Penulis utama adalah Diana Scognamiglio, yang berperan dalam menginterpretasi data dari JWST.
Q
Apa rencana untuk penelitian lebih lanjut tentang materi gelap?
A
Rencana penelitian lebih lanjut termasuk menggunakan Teleskop Roman untuk memetakan area yang lebih luas meski dengan detail yang lebih rendah.