
Courtesy of LiveScience
JWST Ungkap Rahasia Emisi Inframerah di Sekitar Lubang Hitam Supermasif
Memahami sumber asli dari emisi inframerah berlebih yang mengelilingi lubang hitam supermasif di pusat galaksi dengan teknologi baru dari JWST sehingga dapat memperbaiki pemahaman tentang pertumbuhan lubang hitam dan dampaknya terhadap galaksi induknya.
19 Jan 2026, 17.00 WIB
107 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Teleskop James Webb berhasil mengungkap sifat emisi inframerah di sekitar lubang hitam supermasif.
- Observasi menunjukkan bahwa emisi tersebut berasal dari piringan debu yang aktif memberi makan lubang hitam.
- Teknik interferometri JWST membuka peluang untuk studi lebih lanjut tentang lubang hitam dan objek kosmik lainnya.
Circinus, Bimasakti - Para astronom telah lama penasaran dengan emisi inframerah yang berlebihan di sekitar lubang hitam supermasif di pusat galaksi. Dengan memanfaatkan teleskop luar angkasa James Webb (JWST), para peneliti berhasil memperoleh gambaran paling tajam tentang area tersebut di galaksi Circinus, yang berjarak sekitar 13 juta tahun cahaya dari Bumi.
Sebelumnya, kecerahan inframerah ini dianggap berasal dari angin panas yang dikeluarkan oleh lubang hitam. Namun, studi terbaru yang memanfaatkan teknologi interferometri aperture masking pada JWST justru menunjukkan bahwa mayoritas emisi tersebut berasal dari cakram debu yang aktif memberi makan ke lubang hitam, bukan dari aliran keluar materi.
Teknologi interferometri yang dipakai oleh JWST memungkinkan gambar dengan resolusi dua kali lebih tinggi, menyerupai teleskop berdiameter 13 meter. Berkat teknologi ini, para ilmuwan bisa mengamati area selebar 33 tahun cahaya di sekitar lubang hitam tersebut secara rinci dan mengidentifikasi bahwa sekitar 87% emisi inframerah berasal dari cakram debu, sedangkan kurang dari 1% dari angin keluar.
Penelitian ini juga membuka pintu untuk memahami bagaimana penyatuan materi di sekitar lubang hitam mempengaruhi pembentukan bintang dan evolusi galaksi induknya. Sebelumnya, analisis model terpisah dari torus debu, cakram akresi, dan aliran keluar tidak mampu menjelaskan sumber asli cahaya inframerah berlebih tersebut.
Selain itu, kemampuan AMI pada JWST juga menjanjikan banyak aplikasi lain, seperti mengamati objek di tata surya kita dengan detail tinggi dan kemungkinan mendeteksi satelit di sekitar asteroid besar atau sistem bintang ganda. Ini menandai era baru dalam pengamatan astronomi berbasis luar angkasa.
Referensi:
[1] https://www.livescience.com/space/astronomy/james-webb-telescope-reveals-sharpest-ever-look-at-the-edge-of-a-black-hole-and-it-could-solve-a-major-galactic-mystery
[1] https://www.livescience.com/space/astronomy/james-webb-telescope-reveals-sharpest-ever-look-at-the-edge-of-a-black-hole-and-it-could-solve-a-major-galactic-mystery
Analisis Ahli
Enrique Lopez-Rodriguez
"Mengungkap bahwa sebagian besar emisi inframerah berasal dari cakram debu yang mengalir ke lubang hitam, bukan dari angin panas seperti yang diperkirakan sebelumnya."
Joel Sanchez-Bermudez
"Teknologi AMI pada JWST memungkinkan pengamatan dengan resolusi seolah menggunakan teleskop 13 meter di luar angkasa, membuka peluang baru dalam astronomi."
Julien Girard
"AMI tidak hanya berguna untuk lubang hitam, tetapi juga dapat digunakan untuk mengamati berbagai objek di tata surya dan galaksi dengan detail luar biasa."
Analisis Kami
"Penemuan ini merupakan terobosan besar yang menantang asumsi lama tentang asal usul emisi inframerah di sekitar lubang hitam supermasif. Dengan resolusi tinggi JWST, model akresi lubang hitam kini bisa diperbarui, memberikan wawasan baru bagi studi kosmologi dan galaksi yang tidak mungkin dilakukan dengan instrumen sebelumnya."
Prediksi Kami
Dengan kemampuan interferometri JWST, penelitian di masa depan akan semakin banyak mengungkap perilaku lubang hitam supermasif dan pengaruhnya pada evolusi galaksi, termasuk kemungkinan mengklarifikasi peran akresi dan aliran keluar materi dalam pembentukan dan penghentian bintang.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang ditemukan oleh Teleskop James Webb di galaksi Circinus?A
Teleskop James Webb mengungkap bahwa emisi inframerah yang berlebihan di sekitar lubang hitam supermasif berasal dari piringan debu yang jatuh ke lubang hitam, bukan dari material yang mengalir menjauh.Q
Apa penyebab emisi inframerah yang berlebihan di sekitar lubang hitam supermasif?A
Emisi inframerah yang berlebihan disebabkan oleh piringan debu yang aktif memberi makan lubang hitam supermasif di tengah galaksi Circinus.Q
Bagaimana cara kerja interferometri yang digunakan oleh JWST?A
Interferometri yang digunakan oleh JWST menggabungkan cahaya dari beberapa sumber menggunakan masker apertur untuk meningkatkan resolusi pengamatan.Q
Apa dampak dari akresi materi pada pembentukan bintang di galaksi?A
Akresi materi dapat memadamkan pembentukan bintang di pusat galaksi Circinus, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk konfirmasi.Q
Siapa peneliti utama yang terlibat dalam studi ini?A
Peneliti utama dalam studi ini adalah Enrique Lopez-Rodriguez dari Universitas Carolina Selatan.




