
Courtesy of LiveScience
James Webb: Mata Baru yang Mengungkap Rahasia Alam Semesta Tertua
Menggambarkan dampak revolusioner dari peluncuran dan pengoperasian James Webb Space Telescope dalam memperluas pemahaman manusia tentang alam semesta, serta tantangan dan masa depan observasi astronomi.
25 Des 2025, 14.00 WIB
18 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- JWST memberikan pemahaman baru tentang alam semesta dan sejarahnya.
- Teleskop ini mampu mengungkapkan misteri seperti atmosfer eksoplanet dan galaksi awal.
- Pengembangan dan peluncuran JWST melibatkan tantangan besar dalam teknologi dan anggaran.
Hutan Amazon, Brasil - James Webb Space Telescope (JWST) adalah teleskop luar angkasa canggih yang diluncurkan dari hutan hujan Amazon menggunakan roket Ariane 5 pada akhir 2021. Teleskop ini menempuh perjalanan sejauh 1,5 juta kilometer ke titik Lagrange, sebuah titik gravitasi seimbang antara Bumi dan Matahari, tempat dimana ia dapat melakukan pengamatan secara stabil.
JWST memiliki kemampuan unik untuk melihat cahaya dari masa kosmik yang sangat awal, hingga sekitar 98% dari perjalanan kembali ke peristiwa Big Bang. Dengan menggunakan penginderaan inframerah, JWST dapat mengamati galaksi, bintang, dan fenomena kosmik yang sangat tua, yang sebelumnya tidak bisa dilihat teleskop lain seperti Hubble.
Teleskop ini sangat kompleks dan mahal, dengan biaya sekitar 10 miliar dolar, dan memerlukan ribuan insinyur dan ilmuwan untuk mendesain dan membangunnya. Cermin utama JWST yang bisa dilipat ke dalam bentuk honeycomb adalah salah satu inovasi utama yang memungkinkan teleskop ini diluncurkan ke luar angkasa.
Setelah mulai mengirimkan gambar dan data, JWST mengkonfirmasi beberapa fenomena alam semesta yang sebelumnya berupa tantangan, seperti perbedaan pengukuran laju ekspansi alam semesta (Hubble tension). Selain itu, JWST juga menemukan galaksi dan lubang hitam yang sangat terang serta atmosfer di beberapa eksoplanet yang mungkin dapat mendukung kehidupan.
Kendati JWST diperkirakan akan beroperasi selama sekitar 10 tahun, teleskop terbaru dan lebih canggih akan diluncurkan di masa depan, seperti Nancy Grace Roman Telescope dan Habitable Worlds Observatory, untuk menjawab banyak pertanyaan baru yang JWST mulai ungkap tentang alam semesta dan kehidupan di luar Bumi.
Referensi:
[1] https://www.livescience.com/space/science-history-james-webb-space-telescope-launches-and-promptly-cracks-our-view-of-the-universe-dec-25-2021
[1] https://www.livescience.com/space/science-history-james-webb-space-telescope-launches-and-promptly-cracks-our-view-of-the-universe-dec-25-2021
Analisis Ahli
Peter Jakobsen
"JWST telah mampu melihat hampir kembali ke Big Bang, membuka cakrawala baru dalam penelitian kosmologi."
Analisis Kami
"James Webb Space Telescope bukan hanya sebuah pencapaian teknis, tapi juga revolusi dalam cara manusia melihat alam semesta. Kendati proyeknya penuh kendala, hasilnya menunjukkan bahwa investasi besar dalam ilmu pengetahuan membawa pemahaman baru yang signifikan, yang sebelumnya hampir mustahil dicapai."
Prediksi Kami
Penemuan dan data JWST akan mendorong pengembangan teleskop-teleskop canggih di masa depan yang lebih mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan besar seputar asal usul alam semesta dan kemungkinan kehidupan di planet lain.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diluncurkan pada hari hujan di hutan Amazon?A
James Webb Space Telescope (JWST) diluncurkan ke luar angkasa.Q
Mengapa JWST penting dalam astronomi?A
JWST penting karena dapat melihat kembali ke awal alam semesta dan memberikan data yang mengubah pemahaman kita tentang kosmos.Q
Apa yang dimaksud dengan 'cosmic dawn'?A
'Cosmic dawn' adalah periode beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang ketika bintang-bintang pertama mulai terbentuk.Q
Bagaimana JWST berbeda dari teleskop sebelumnya?A
JWST adalah teleskop yang lebih kompleks dan dirancang untuk melihat dalam spektrum inframerah, berbeda dari teleskop sebelumnya seperti Hubble.Q
Apa saja teleskop masa depan yang diharapkan akan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh JWST?A
Teleskop masa depan yang diharapkan termasuk Vera C. Rubin Observatory, Nancy Grace Roman Telescope, dan Habitable Worlds Observatory.



