Menghidupkan Kembali Laptop Lama: Perjalanan Ubuntu Linux vs Windows dan macOS
Courtesy of TheVerge

Menghidupkan Kembali Laptop Lama: Perjalanan Ubuntu Linux vs Windows dan macOS

Mengeksplorasi pengalaman nyata menggunakan Linux Ubuntu pada laptop yang sudah lama tidak terpakai untuk menggantikan Windows dan membandingkan dengan pengalaman menggunakan macOS, sekaligus menilai kemajuan Linux untuk penggunaan sehari-hari dan kreatif.

08 Feb 2026, 02.30 WIB
208 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Linux, khususnya Ubuntu, masih memiliki tantangan dalam hal kompatibilitas dan instalasi perangkat lunak.
  • Meskipun Linux telah berkembang, ada kalanya pengguna akan menemukan pilihan yang lebih baik di sistem operasi lain.
  • Peralihan dari Windows ke Linux dapat meningkatkan kinerja perangkat keras, tetapi tidak selalu menjamin pengalaman pengguna yang mulus.
Seattle, Amerika Serikat - Penulis mencoba menghidupkan kembali laptop Dell XPS 15 keluaran 2019 yang sebelumnya berjalan lambat dan sering bermasalah ketika menggunakan Windows. Karena kelambatan dan masalah update yang terus terjadi, penulis memutuskan untuk menginstal Ubuntu Linux sebagai alternatif, sekaligus untuk memberikan anaknya alat belajar mengetik dan mencari solusi menulis bebas gangguan.
Pengalaman menggunakan Linux oleh penulis sebenarnya sudah panjang, dimulai sejak Ubuntu pertama kali dipasang pada tahun 2006. Linux dulu menjadi sistem operasi utama penulis selama 13 tahun sebelum akhirnya beralih ke Windows dan macOS karena kebutuhan aplikasi kreatif dan kemudahan penggunaan yang lebih tinggi pada platform itu.
Linux, terutama Ubuntu, telah berkembang sebagai platform yang mampu mendukung gaming, pengeditan foto, dan produksi musik. Meski demikian, masih ada masalah teknis yang menghambat. Penulis mengalami berbagai kendala seperti fingerprint reader yang tidak berfungsi, error pada partisi EFI, aplikasi yang gagal install tanpa pemberitahuan jelas, dan keterbatasan dukungan perangkat keras tertentu.
Dalam penggunaan sehari-hari, Ubuntu bekerja sangat baik untuk kebutuhan browsing dan beberapa aplikasi sederhana. Namun, untuk gaming yang mulus, produksi musik profesional, dan pengeditan foto yang kuat, Linux masih tertinggal dibandingkan macOS dan Windows, terutama soal dukungan plugin, perangkat tambahan, dan stabilitas software utama.
Linux memang memiliki fleksibilitas dan kustomisasi yang tinggi sehingga disukai pengguna yang ingin mengatur sistemnya secara detail. Namun, bagi pengguna yang menginginkan sistem yang langsung siap pakai dan minim gangguan, Linux masih kurang cocok. Penulis menilai pengalaman menggunakan Linux sebagai pilihan yang menarik, tetapi belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan harian yang lebih luas.
Referensi:
[1] https://theverge.com/report/875077/linux-was-a-mistake

Analisis Ahli

Linus Torvalds
"Linux terus berkembang, tapi tantangan terbesar tetap di soal dukungan perangkat keras dan keragaman distribusi yang membuat pengalaman pengguna bervariasi."
Richard Stallman
"Penggunaan Linux penting untuk kebebasan pengguna dan pengembangan software open source, meskipun terkadang memerlukan usaha ekstra."
Mark Shuttleworth
"Ubuntu berfokus pada kemudahan pengguna dan kompatibilitas, namun tidak selalu sempurna terutama pada perangkat keras tertentu."

Analisis Kami

"Linux telah mengalami kemajuan signifikan dan menawarkan alternatif menarik bagi pengguna teknis, tapi masalah kompatibilitas hardware dan software masih menjadi kendala utama yang menghambat adopsi massal. Bagi pengguna yang mencari sistem 'langsung pakai' dan stabilitas tinggi, macOS dan Windows tetap lebih terpercaya untuk kebutuhan harian dan profesional."

Prediksi Kami

Linux akan terus berkembang dan memperbaiki dukungan perangkat keras serta kestabilan sistem, tetapi masih akan sulit menggantikan kenyamanan dan kompatibilitas penuh dari macOS dan Windows dalam waktu dekat bagi pengguna umum.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa alasan penulis beralih dari Windows ke Linux?
A
Penulis beralih dari Windows ke Linux karena frustrasi dengan kinerja Windows yang lambat dan masalah dengan pembaruan.
Q
Sebutkan dua masalah yang dihadapi penulis saat menggunakan Ubuntu!
A
Penulis menghadapi masalah dengan pembaca sidik jari yang tidak berfungsi dan kesulitan dalam memasang pembaruan karena masalah partisi EFI.
Q
Apa yang membuat penulis merasa bahwa Ubuntu tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua tugas?
A
Penulis merasa bahwa meskipun Ubuntu dapat melakukan banyak hal, ada opsi lain yang lebih baik untuk tugas tertentu seperti membuat musik dan editing foto.
Q
Sebutkan satu aplikasi musik yang penulis gunakan di Linux!
A
Penulis menggunakan Bitwig sebagai aplikasi musik di Linux.
Q
Apa pengalaman penulis dengan performa laptop setelah beralih dari Windows ke Ubuntu?
A
Setelah beralih ke Ubuntu, laptop penulis berjalan lebih cepat dan lebih tenang dibandingkan saat menggunakan Windows.