
Courtesy of CNBCIndonesia
Pimpinan Perusahaan AS Dituntut 9 Tahun Usai Jual Alat Peretasan ke Rusia
Memberitakan kasus penjualan ilegal alat peretasan bernilai tinggi ke Rusia oleh pimpinan perusahaan AS yang bisa berdampak pada keamanan siber global dan konsekuensi hukum yang dihadapinya.
13 Feb 2026, 19.35 WIB
187 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Peter Williams menjual alat peretasan ke Rusia, yang dapat digunakan untuk kegiatan pengawasan dan serangan siber.
- Ia dituntut dengan hukuman penjara yang berat dan ganti rugi yang signifikan.
- Pengacara Williams berargumen bahwa tidak ada bukti bahwa dia tahu alat yang dijual untuk pemerintah Rusia.
Jakarta, Indonesia - Peter Williams, seorang pimpinan perusahaan pembuat alat peretasan asal Amerika Serikat, ditangkap karena menjual delapan alat canggih yang dapat melakukan pengawasan dan serangan siber ke pihak Rusia. Tindakan ini terjadi antara tahun 2022 hingga 2025 dan menghasilkan pendapatan lebih dari 1,3 juta dolar AS dalam bentuk mata uang kripto.
Alat peretasan tersebut berasal dari perusahaan Trenchant, yang merupakan bagian dari L3Harris, sebuah kontraktor pertahanan AS. Alat ini dapat membuka akses ke jutaan komputer dan perangkat di seluruh dunia, termasuk di wilayah Amerika Serikat, yang menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional dan global.
Jaksa penuntut mengajukan tuntutan hukuman selama sembilan tahun penjara untuk Williams, beserta denda maksimal 250 ribu dolar AS dan ganti rugi wajib sebesar 35 juta dolar AS. Selain itu, Williams yang berkewarganegaraan Australia diperkirakan akan dideportasi setelah masa hukuman berakhir.
Williams sendiri mengaku menyesal dan mengakui tindakannya melanggar nilai kepercayaan dari keluarga serta kolega. Pengacaranya menegaskan bahwa tidak ada alat yang dijual tersebut termasuk rahasia negara, serta Williams tidak bermaksud merugikan Amerika Serikat ataupun Australia.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260213141433-37-710994/amerika-kecolongan-pria-34-tahun-berhasil-obrak-abrik-dunia
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260213141433-37-710994/amerika-kecolongan-pria-34-tahun-berhasil-obrak-abrik-dunia
Analisis Ahli
Bruce Schneier
"Insiden ini membuktikan bahwa insider threats di sektor keamanan siber dapat menyebabkan risiko besar yang mengancam infrastruktur digital nasional dan global."
Mikko Hypponen
"Penjualan alat peretasan ke negara yang berpotensi menggunakannya untuk kejahatan siber memperlihatkan pentingnya kontrol dan audit ketat di perusahaan pembuat perangkat lunak pengawasan."
Analisis Kami
"Kasus ini menunjukkan betapa rentannya industri teknologi pertahanan terhadap kebocoran dan penyalahgunaan, khususnya di era kripto yang sulit dilacak transaksi finansialnya. Penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk mencegah alat-alat berbahaya ini jatuh ke tangan pihak yang bisa mengancam keamanan global."
Prediksi Kami
Kejadian ini kemungkinan akan mendorong peningkatan pengawasan dan regulasi ketat terhadap penjualan teknologi pengawasan dan alat peretasan, serta memperbesar upaya penegakan hukum terhadap pelaku perdagangan ilegal teknologi serupa di masa depan.



