Fokus
Finansial

Transformasi Industri Semikonduktor Global di Tengah Tantangan Pasokan dan Dorongan Kemandirian

Share

Industri semikonduktor global sedang mengalami transformasi strategis karena tekanan pasokan yang terus meningkat, harga chip meroket, dan dorongan kemandirian nasional. Perusahaan besar seperti Samsung, SK Hynix, Micron, dan pemain baru seperti GigaDevice serta unit chip Alibaba mengambil langkah strategis untuk mengatasi kekurangan pasokan dan mengurangi ketergantungan pada rantai global.

29 Jan 2026, 11.34 WIB

Pembatasan AS Membentuk Pola Pertumbuhan ASML dengan Penjualan China Menurun

Pembatasan AS Membentuk Pola Pertumbuhan ASML dengan Penjualan China Menurun
ASML, perusahaan Belanda pembuat peralatan pembuatan chip, mengalami perubahan signifikan dalam pola penjualannya akibat larangan AS yang membatasi ekspor mesin tercanggihnya ke China. Meskipun penjualan secara keseluruhan meningkat, penjualan ke China turun tajam yang disebabkan oleh pembatasan perdagangan tersebut. Penjualan mesin DUV yang lebih lama dan bisa dijual ke China turun 6 persen menjadi 12 miliar euro di tahun 2025, setelah sebelumnya sempat terjadi lonjakan pengiriman pasca-pembukaan pembatasan Covid-19 di China. Sementara itu, permintaan mesin DUV di China diperkirakan akan kembali normal pada tahun 2026. Mesin EUV yang merupakan teknologi paling canggih dari ASML tidak boleh dikirim ke China karena sanksi AS. Penjualan mesin ini malah naik 39 persen mencapai 11,6 miliar euro di tahun 2025, berkat permintaan kuat dari Eropa, AS, dan wilayah lain. Secara keseluruhan, penjualan mesin ASML meningkat 12,4 persen menjadi 24,47 miliar euro berkat lonjakan permintaan mesin EUV, yang mendapat dorongan besar dari perkembangan sektor kecerdasan buatan. Pesanan pada kuartal terakhir 2025 melonjak 186 persen menjadi 13,2 miliar euro, termasuk 7,4 miliar untuk mesin EUV. CEO ASML memproyeksikan pertumbuhan permintaan mesin EUV akan terus berlanjut di tahun 2026, sementara porsi pendapatan dari China diperkirakan turun ke sekitar 20 persen akibat keterbatasan perdagangan. Ini menunjukkan tantangan dan peluang di industri semikonduktor global.
21 Jan 2026, 07.15 WIB

Kelangkaan Chip Memori General Purpose Diprediksi Terus Hingga 2027

Kelangkaan Chip Memori General Purpose Diprediksi Terus Hingga 2027
Kekurangan chip memori yang digunakan secara umum telah menjadi masalah global yang signifikan dan diprediksi akan berlanjut hingga tahun 2027. Para produsen chip terbesar di dunia seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology sedang berusaha meningkatkan kapasitas produksi mereka untuk menanggapi permintaan pasar yang tinggi. Menurut laporan dari Zheshang Securities di Hangzhou, meskipun ada rencana ekspansi industri yang sedang berjalan pada tahun 2026 dan 2027, hal itu mungkin tidak cukup untuk menutup kesenjangan pasokan chip memori secara global. Hal ini menyebabkan kekhawatiran bahwa kelangkaan akan terus terjadi. Micron Technology membuat langkah besar dengan mengakuisisi fasilitas fabrikasi senilai 1,8 miliar dolar AS dari perusahaan Taiwan, Powerchip Semiconductor Manufacturing Corp. Mereka menargetkan produksi chip DRAM yang lebih maju di fasilitas ini mulai tahun 2027, sehingga dapat menambah lebih dari 10 persen kapasitas global Micron. Selain itu, Micron juga mulai membangun pabrik baru di New York dengan nilai investasi sebesar 100 miliar dolar AS, yang akan memproduksi chip memori bandwidth tinggi (HBM). Chip ini sangat dibutuhkan untuk pusat data kecerdasan buatan dan diharapkan dapat membantu mengatasi masalah kelangkaan secara bertahap. Manish Bhatia, eksekutif Micron, menyebut bahwa kelangkaan chip memori saat ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya dan perusahaan mereka berkomitmen untuk meningkatkan produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar yang tinggi meskipun tantangannya besar.
13 Jan 2026, 16.00 WIB

Saham GigaDevice Melonjak Signifikan di Tengah Dorongan Kemandirian Teknologi China

Saham GigaDevice Melonjak Signifikan di Tengah Dorongan Kemandirian Teknologi China
GigaDevice Semiconductor, sebuah perusahaan desain chip yang berbasis di Beijing, berhasil mencatat lonjakan besar pada hari pertama perdagangan sahamnya di Hong Kong. Sahamnya naik hingga 37,5 persen dari harga penawaran, yang mencerminkan antusiasme investor terhadap perusahaan teknologi domestik di tengah dorongan kemandirian teknologi China. IPO GigaDevice mengumpulkan dana sebesar HKRp 78.16 triliun ($4,68 miliar) atau sekitar Rp 10.02 triliun (US$600 juta) . Permintaan dari investor ritel sangat tinggi, dengan tingkat oversubscription lebih dari 540 kali dari jumlah saham yang dialokasikan untuk mereka. Batu loncatan ini menunjukkan kepercayaan besar terhadap prospek perusahaan. Lonjakan saham ini juga terjadi di tengah konteks yang lebih luas, dimana pemerintah China aktif mendorong pengembangan teknologi domestik agar tidak terlalu bergantung pada impor dari Amerika Serikat. Hal ini terjadi di sektor chip dan kecerdasan buatan, yang saat ini menjadi bidang persaingan global. Selain GigaDevice, beberapa perusahaan chip lain seperti Moore Threads Technology dan MetaX Integrated Circuits juga mencatat lonjakan besar saat debutnya di pasar saham Shanghai. Namun, pasar teknologi di Hong Kong secara umum masih menunjukkan performa yang relatif lemah, yang sebagian disebabkan oleh rendahnya bobot perusahaan teknologi hardcore di indeks lokal. Para analis dan investor meyakini bahwa dorongan investasi dan kepercayaan pasar terhadap perusahaan teknologi domestik di China akan terus meningkat. Namun, mereka juga mencatat bahwa tingginya penggunaan margin financing oleh investor ritel dapat menimbulkan risiko volatilitas yang perlu diwaspadai ke depannya.
13 Jan 2026, 09.00 WIB

Saham GigaDevice Melonjak Tajam, Dorong Investasi Perusahaan Teknologi China

Saham GigaDevice Melonjak Tajam, Dorong Investasi Perusahaan Teknologi China
GigaDevice Semiconductor, perusahaan chip asal Beijing, berhasil mencatat kenaikan saham lebih dari 45% saat debut keluarnya di bursa saham Hong Kong. Perusahaan ini memulai perdagangan dengan harga saham di atas harga penawaran awal, yang menunjukkan selera investor yang sangat tinggi. Penawaran saham perdana GigaDevice sangat berhasil dengan tingkat kelebihan permintaan (oversubscribed) mencapai 542 kali lipat dari alokasi saham untuk investor ritel. Para investor bahkan menggunakan pembiayaan margin sebesar hampir HKRp 3.24 quadriliun ($194 miliar) untuk membeli saham ini. Selain GigaDevice, dua perusahaan lain, Hongxing Coldchain dan BBSB International, juga memulai perdagangan mereka di Hong Kong dengan harga pembukaan yang jauh lebih tinggi daripada harga penawaran, membuktikan pasar sedang bersemangat terhadap saham baru. Kenaikan saham perusahaan chip domestik ini sejalan dengan dorongan pemerintah China untuk meningkatkan kemandirian teknologi, khususnya di sektor semikonduktor dan teknologi AI. Ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk melawan ketergantungan pada teknologi asing, khususnya Amerika Serikat. Meski beberapa perusahaan teknologi lain yang baru debut di Hong Kong menunjukkan hasil yang kurang konsisten, lonjakan besar GigaDevice dan perusahaan chip terkait menjadi indikator kuat bahwa investor di China dan Asia sangat optimis terhadap masa depan teknologi lokal.