Coral Protocol Ukir Rekor Baru dengan AI Mini-Model Kolaboratif
Courtesy of InterestingEngineering

Coral Protocol Ukir Rekor Baru dengan AI Mini-Model Kolaboratif

Memperkenalkan pendekatan horizontal melalui penggabungan mini-model AI khusus yang dapat bersinergi untuk menyelesaikan tugas kompleks dengan lebih cepat, murah, dan aman dibandingkan model AI besar tunggal, sekaligus membuka peluang pengembangan jaringan agen AI terbuka yang terhubung dan saling berkomunikasi.

07 Agt 2025, 21.45 WIB
72 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Coral Protocol menunjukkan bahwa pendekatan agregasi horizontal dalam AI dapat lebih efektif daripada model besar.
  • Benchmark GAIA menyoroti tantangan yang dihadapi oleh AI dalam menyelesaikan tugas kompleks.
  • Model kecil memiliki potensi untuk bersaing dengan model besar dalam banyak aplikasi, menawarkan alternatif yang lebih efisien.
London, Inggris Raya - Coral Protocol, startup AI yang berbasis di London, baru saja mencetak rekor baru dalam benchmark GAIA milik Meta, unggul 34% dari platform agen AI Microsoft. GAIA sendiri merupakan tes sangat sulit yang menguji kemampuan AI dalam menyelesaikan hampir 450 pertanyaan kompleks yang biasanya menuntut penalaran mendalam dan berbagai kemampuan lain seperti browsing dan analisis data.
Berbeda dengan pendekatan umum yang mengandalkan model besar dengan parameter milyaran, Coral menggunakan metode horizontal. Mereka menggabungkan banyak mini-model AI yang spesifik pada tugas tertentu, sehingga membentuk sebuah jaringan kolaboratif yang dapat bekerja lebih cepat dan efisien saat menyelesaikan masalah.
Setiap mini-model dalam jaringan Coral ditugaskan pada fungsi khusus seperti memahami bahasa alami, pemrograman, atau pencarian data. Mereka saling bertukar informasi dan berkoordinasi secara real-time menggunakan protokol komunikasi yang dikembangkan sendiri bernama MCP, yang juga mendukung keamanan dan transaksi antar agen.
Pendekatan ini menimbulkan berbagai keuntungan, mulai dari biaya operasional lebih rendah, performa lebih cepat, hingga kemungkinan menjalankan AI dalam perangkat yang memiliki sumber daya terbatas. Coral bahkan bercita-cita membangun sebuah 'Internet of Agents' di mana semua agen AI dari berbagai pengembang bisa saling berinteraksi menggunakan standar terbuka.
Meski banyak pekerjaan harus dilakukan agar konsep ini bisa diadopsi secara global, kemenangan Coral di benchmark GAIA sudah memberikan bukti nyata bahwa pendekatan mini-model yang terkoordinasi memiliki masa depan cerah di dunia AI yang terus berkembang.
Referensi:
[1] https://interestingengineering.com/innovation/tiny-but-mighty-this-ai-mini-model-outsmarted-microsoft-on-metas-gaia-benchmark

Analisis Kami

"Pendekatan horizontal Coral Protocol merupakan revolusi penting dalam arsitektur AI karena mengedepankan efisiensi dan fleksibilitas dibandingkan hanya memperbesar model tunggal. Jika pengembangan standar dan komunitas developer dapat mengikuti, ini akan mengubah paradigma pengembangan AI dan aplikasi agen cerdas secara fundamental."

Analisis Ahli

Caelum Forder
"Horizontal scaling kini bukan hanya kemungkinan teknis tapi juga sangat praktis dan efektif dalam memajukan infrastruktur AI masa depan."
NVIDIA Research Team
"Small language models, jika digunakan dengan tepat, bisa sangat kuat dan lebih ekonomis daripada model besar untuk banyak tugas agentic."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun ke depan, konsep 'Internet of Agents' yang diusung Coral akan memungkinkan terciptanya ekosistem AI yang terdesentralisasi dan saling terhubung secara global, yang mampu meningkatkan kolaborasi antar agen AI secara efisien dan membuka inovasi baru di berbagai bidang.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dicapai oleh Coral Protocol baru-baru ini?
A
Coral Protocol berhasil mencapai skor tertinggi dalam benchmark GAIA, mengalahkan platform agen Microsoft.
Q
Apa itu benchmark GAIA?
A
Benchmark GAIA adalah suite pengujian yang menilai kemampuan agen AI dalam menyelesaikan hampir 450 pertanyaan kompleks.
Q
Bagaimana pendekatan Coral Protocol dalam mengembangkan AI?
A
Coral Protocol menggunakan pendekatan agregasi horizontal dengan menghubungkan banyak model mini yang memiliki spesialisasi dalam tugas tertentu.
Q
Apa yang dimaksud dengan 'Internet of Agents'?
A
Internet of Agents adalah konsep jaringan AI yang saling terhubung, di mana agen dari berbagai sumber dapat berkomunikasi dan berkolaborasi.
Q
Mengapa model kecil dianggap lebih ekonomis dan praktis?
A
Model kecil dianggap lebih ekonomis dan praktis karena mereka lebih ringan dan dapat beroperasi dalam lingkungan yang terbatas sumber daya.

Artikel Serupa

Dapr Agents: Membangun AI Agent Cerdas dengan Platform Mikroservis TerdistribusiTechCrunch
Teknologi
5 bulan lalu
65 dibaca

Dapr Agents: Membangun AI Agent Cerdas dengan Platform Mikroservis Terdistribusi

OpenAI Rilis Alat Baru untuk Kembangkan Agen AI Lebih Otonom dan AkuratTechCrunch
Teknologi
5 bulan lalu
158 dibaca

OpenAI Rilis Alat Baru untuk Kembangkan Agen AI Lebih Otonom dan Akurat

Agentic AI: Masa Depan Tim Kerja Digital yang Mengubah PerusahaanForbes
Teknologi
6 bulan lalu
175 dibaca

Agentic AI: Masa Depan Tim Kerja Digital yang Mengubah Perusahaan

Revolusi Asisten AI Universal: Mengerti, Merencanakan, dan Bertindak atas Nama KitaForbes
Teknologi
6 bulan lalu
115 dibaca

Revolusi Asisten AI Universal: Mengerti, Merencanakan, dan Bertindak atas Nama Kita

Mengenal AI Terdesentralisasi: Masa Depan Kolaborasi dan Privasi AIForbes
Teknologi
6 bulan lalu
168 dibaca

Mengenal AI Terdesentralisasi: Masa Depan Kolaborasi dan Privasi AI

AI Agent: ‘Karyawan Digital’ Otonom yang Mengubah Dunia Crypto dan BlockchainForbes
Teknologi
6 bulan lalu
164 dibaca

AI Agent: ‘Karyawan Digital’ Otonom yang Mengubah Dunia Crypto dan Blockchain