
Courtesy of NatureMagazine
Penemuan Baru Membalikkan Penolakan Organ Babi dalam Transplantasi Manusia
Membuktikan dan memahami cara untuk mencegah penolakan terhadap organ babi yang ditransplantasikan ke manusia agar organ tersebut dapat bertahan lebih lama dan meningkatkan hasil transplantasi di masa depan.
13 Nov 2025, 07.00 WIB
157 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Transplantasi ginjal babi ke manusia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam mencegah penolakan organ.
- Penggunaan thymus dari babi berkontribusi besar terhadap keberhasilan fungsi ginjal babi dalam penerima.
- Penelitian ini dapat meningkatkan hasil transplantasi organ untuk pasien hidup di masa depan.
New York, Amerika Serikat - Para ilmuwan berhasil membuat ginjal babi bertahan selama 61 hari setelah ditransplantasikan ke seorang pria yang otaknya sudah tidak berfungsi. Ini menjadi gabungan organ babi pertama yang bertahan paling lama pada manusia. Penelitian ini menjadi terobosan penting dalam mengatasi masalah penolakan organ dalam operasi transplantasi.
Organ yang digunakan dimodifikasi secara genetik untuk menghilangkan gula alpha-gal yang biasanya menyebabkan sistem kekebalan tubuh menolak organ tersebut. Selain ginjal, timus babi juga ditransplantasikan untuk membantu mengajari sistem imun manusia menerima organ baru tersebut.
Setelah transplantasi, ginjal babi berfungsi dengan baik dan mulai memproduksi urine, tetapi setelah sekitar satu bulan fungsi ginjal mulai menurun karena penolakan. Tim peneliti kemudian memberikan perawatan khusus dengan steroid dan obat untuk membantu mengatasi penolakan tersebut.
Perawatan ini ternyata berhasil mengembalikan fungsi ginjal dan menghentikan proses penolakan. Ini menunjukkan bahwa dengan pengobatan yang tepat, organ babi dapat bertahan lebih lama di tubuh manusia. Studi ini berkontribusi besar dalam memahami cara mengendalikan penolakan organ.
Hasil penelitian ini memberikan harapan baru bahwa di masa depan, organ babi modifikasi genetik bisa menjadi solusi untuk kekurangan donor organ manusia. Namun, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitas jangka panjang pada pasien yang hidup.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-03750-w
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-03750-w
Analisis Ahli
Muhammad Mohiuddin
"Ini adalah bukti pertama yang menunjukkan bagaimana proses penolakan dapat dibalik, membuka jalan bagi peningkatan hasil transplantasi organ babi-ke-manusia."
Robert Montgomery
"Kombinasi transplantasi ginjal dan timus babi dapat memperbaiki kelangsungan hidup organ dengan cara mengajarkan sistem imun manusia agar menerima sel babi."
Analisis Kami
"Penelitian ini membuka babak baru dalam xenotransplantasi, di mana penggunaan kelenjar timus sebagai model pengajaran sistem imun sangat inovatif. Namun, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan keamanan jangka panjang dan efektivitas pada pasien hidup, bukan hanya pada orang yang otaknya telah mati."
Prediksi Kami
Di masa depan, transplantasi organ dari babi yang dimodifikasi secara genetik akan menjadi alternatif yang lebih umum dan aman untuk mengatasi kekurangan organ donor manusia dengan protokol imunoterapi yang lebih baik.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang berhasil dilakukan oleh para ilmuwan terkait ginjal babi?A
Para ilmuwan berhasil menghentikan penolakan ginjal babi oleh penerima manusia selama 61 hari.Q
Siapa yang menjadi penerima ginjal babi dalam penelitian ini?A
Penerima ginjal babi adalah seorang pria berusia 57 tahun yang dinyatakan otak mati.Q
Apa peran thymus dalam keberhasilan transplantasi ginjal babi?A
Thymus membantu sistem imun penerima mengenali sel-sel babi sebagai bagian dari tubuhnya.Q
Apa jenis modifikasi genetik yang diterapkan pada babi dalam penelitian ini?A
Modifikasi genetik yang diterapkan adalah penghapusan gen GGAT1 untuk menghentikan produksi gula alpha-gal.Q
Apa yang dilakukan tim peneliti ketika ginjal mengalami penolakan?A
Tim peneliti mengganti plasma penerima dan memberikan obat untuk menghentikan penolakan, serta mengatur pengobatan imun supresan.




