China Bangun Konstelasi 156 Satelit untuk Kurangi Risiko Tabrakan di Orbit
Courtesy of SCMP

China Bangun Konstelasi 156 Satelit untuk Kurangi Risiko Tabrakan di Orbit

Mengembangkan konstelasi satelit pengawasan ruang angkasa yang terdiri dari 156 satelit untuk menurunkan risiko tabrakan di orbit dan mengurangi ketergantungan pada data asing.

30 Nov 2025, 21.00 WIB
35 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • China sedang memperkuat kemampuan pemantauan ruang angkasa dengan meluncurkan konstelasi satelit baru.
  • Konstelasi Xingyan akan memberikan informasi dan peringatan tentang potensi tabrakan di orbit.
  • Hanya ada satu jaringan pemantauan luar angkasa yang sepenuhnya beroperasi saat ini, yaitu milik militer AS.
Beijing, Tiongkok - China tengah mengembangkan konstelasi satelit baru bernama Xingyan atau Star Eye yang terdiri dari 156 satelit untuk memantau ruang angkasa. Tujuannya adalah mengurangi risiko tabrakan antara satelit dan puing-puing orbit yang semakin padat. Dengan adanya sistem ini, China tidak perlu lagi sangat bergantung pada data pelacakan luar negeri yang sebelumnya digunakan.
Konstelasi Xingyan akan memberikan pembaruan data setiap 30 menit untuk area orbit yang rendah dan pembaruan setiap dua jam untuk area orbit yang lebih tinggi. Ini akan membantu operator komersial dan militer mengetahui posisi satelit lain serta menganalisis gerakan tak biasa, sehingga bisa memberikan peringatan dini dan saran manuver.
Pengembang konstelasi ini adalah Xingtu Cekong, sebuah spin-off dari perusahaan data geospasial Zhongke Xingtu yang berbasis di Anhui. Mereka merencanakan peluncuran 12 satelit pertama pada tahun 2027 dan menyelesaikan seluruh jaringan setelah tahun 2028. Ini akan menjadi jaringan pengawasan ruang angkasa terbesar kedua setelah Amerika Serikat.
Sebelumnya, China sudah mulai menjalankan konstelasi pertama bernama Guangshi yang terdiri dari 24 satelit sejak 2023. Sistem ini dioperasikan oleh Beijing Kaiyun United, spin-off lain dari Zhongke Xingtu. Sementara itu, Amerika Serikat memiliki sistem pengawasan orbit geostasioner yang beroperasi penuh dan hanya terdiri dari lima satelit aktif.
Dengan konstelasi baru ini, China berusaha memperkuat keamanannya di ruang angkasa dan memberikan layanan pengawasan lebih andal untuk berbagai kepentingan. Hal ini diharapkan dapat mendorong kemajuan teknologi antariksa nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada pihak asing dalam data pengawasan orbit yang krusial.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3334681/chinas-xingyan-star-eye-network-track-satellites-and-space-debris?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

Dr. Agus Santoso (Pakar Antariksa Indonesia)
"Langkah China ini menunjukkan bahwa pengawasan ruang angkasa kini menjadi prioritas strategis global. Dengan 156 satelit, kemampuan deteksi dini dan mitigasi benturan dapat meningkat signifikan, sebuah model yang juga harus diadaptasi oleh negara-negara berkembang."

Analisis Kami

"Pengembangan ini menandai langkah besar dalam kemandirian teknologi ruang angkasa China yang selama ini sangat bergantung pada data asing. Konstelasi besar ini juga bisa memperkuat posisi China dalam pengawasan orbit dan memacu inovasi global dalam mitigasi risiko tabrakan di ruang angkasa."

Prediksi Kami

Dengan peluncuran penuh konstelasi Xingyan setelah 2028, China akan semakin mandiri dalam memonitor ruang angkasa, meningkatkan keamanan satelit nasional dan memicu perlombaan teknologi pengawasan antarnegara.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan konstelasi Xingyan yang diluncurkan China?
A
Tujuan konstelasi Xingyan adalah untuk memantau objek di orbit dan mengurangi risiko tabrakan bagi operator komersial.
Q
Berapa jumlah satelit yang akan membentuk konstelasi Xingyan?
A
Konstelasi Xingyan akan terdiri dari 156 satelit.
Q
Siapa pengembang konstelasi Xingyan?
A
Pengembang konstelasi Xingyan adalah Xingtu Cekong, yang merupakan spin-off dari Zhongke Xingtu.
Q
Apa yang dilakukan program Geosynchronous Space Situational Awareness Programme?
A
Program Geosynchronous Space Situational Awareness Programme digunakan oleh militer AS untuk memantau aktivitas luar angkasa dengan lima satelit aktif.
Q
Kapan peluncuran pertama dari konstelasi Guangshi terjadi?
A
Peluncuran pertama dari konstelasi Guangshi, yaitu satelit Kaiyun-1, terjadi pada bulan September.