Courtesy of Forbes
Strategi Praktis Memperluas Pemanfaatan AI untuk Semua Tim di Perusahaan
Memberikan strategi praktis untuk memudahkan penerapan AI di seluruh organisasi dengan membangun budaya, kepercayaan, dan pemberdayaan bagi tim non-teknis agar dapat memanfaatkan AI secara bermakna dan berfokus pada tujuan bisnis.
10 Des 2025, 20.15 WIB
296 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kolaborasi antar tim sangat penting untuk keberhasilan adopsi AI.
- Pusat Keunggulan AI dapat membantu mengelola dan mendukung implementasi AI secara efektif.
- Menyederhanakan penggunaan AI dan membagi keberhasilan dapat meningkatkan adopsi di seluruh organisasi.
Amerika Serikat - Perusahaan saat ini semakin banyak menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu tim data mereka mempercepat proses kerja, menemukan pola lebih awal, dan mengambil keputusan dengan percaya diri. Namun, banyak organisasi masih kesulitan membawa manfaat AI tersebut ke seluruh karyawan, terutama mereka yang tidak memiliki latar belakang teknis. Masalahnya bukan hanya soal teknologi, tetapi budaya kerja, operasi, dan pemahaman tentang bagaimana AI dapat menyelesaikan masalah bisnis yang sebenarnya.
Salah satu cara efektif untuk memperluas penggunaan AI adalah dengan menunjuk AI champions di setiap tim yang bisa berbagi cerita sukses dan kegagalan secara berkala. Dengan mengadakan sesi lintas tim, karyawan bisa belajar satu sama lain karena mereka lebih percaya pada rekan kerja dibandingkan arahan dari atasan. Selain itu, investasi infrastruktur yang mendukung AI dalam proses kerja sehari-hari sangat penting agar hasil analitik mudah diakses oleh semua orang tanpa perlu keahlian khusus.
Peran tim teknologi harus bertransformasi dari sekadar memberikan layanan satu kali menjadi membuat platform self-service yang memuat alat dan model AI yang dapat digunakan berulang kali oleh seluruh departemen. Begitu pula, membangun budaya kolaborasi antar fungsi bisnis, seperti marketing, produk, dan data, akan memperkuat inovasi AI dan membuat solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan.
Terdapat juga pendekatan strategis seperti membangun AI Center of Excellence untuk menjembatani gap antara ide bisnis dengan teknologi, serta menyediakan tata kelola dan dukungan dalam skala besar. Penggunaan AI yang terintegrasi dalam alur kerja yang sudah ada akan mengurangi hambatan adopsi dan membantu pengambilan keputusan secara real time dengan data yang terhubung secara terpadu.
Agar AI dapat berdampak besar, perusahaan harus fokus pada masalah bisnis nyata dengan definisi keberhasilan yang jelas dan data berkualitas tinggi. Pengawasan dan audit berkelanjutan terhadap model AI juga diperlukan agar performa tetap sesuai dengan kebutuhan bisnis yang terus berubah. Dengan cara ini, AI tidak hanya menjadi eksperimen teknologi, tetapi benar-benar menjadi kekuatan penggerak transformasi dalam bisnis.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/councils/forbestechcouncil/2025/12/10/how-to-drive-companywide-ai-integration-for-smarter-decisions/
[1] https://www.forbes.com/councils/forbestechcouncil/2025/12/10/how-to-drive-companywide-ai-integration-for-smarter-decisions/
Analisis Ahli
Oliver Tan
"Penggunaan kotak counterfactual dalam pengambilan keputusan dapat mengurangi proyek gagal dan memastikan keputusan bisnis lebih terukur serta berlandaskan bukti."
Russell P. Reeder
"Menentukan batasan proyek AI dengan kriteria yang jelas meningkatkan peluang sukses dan menghindarkan perusahaan dari membuang sumber daya pada inisiatif yang tidak fokus."
MuthuKumaraPandian Chandrasekaran
"AI translator yang dapat berkomunikasi antara tim teknis dan bisnis sangat penting untuk menjembatani kebutuhan fungsional dan solusi teknis dengan cepat."
Jana Hersch
"Memilih permasalahan yang tepat untuk dipecahkan oleh AI terlebih dahulu sangat penting agar teknologi ini benar-benar memberikan nilai tambah, bukan membuat proses menjadi rumit."
Krupesh Bhat
"Budaya kolaborasi lintas fungsi dalam penggunaan AI mempercepat inovasi dan memungkinkan solusi yang tepat sasaran serta lebih scalable."
Analisis Kami
"Penerapan AI yang sukses bukan hanya soal teknologi, tapi lebih pada bagaimana perusahaan menanamkan budaya kolaborasi dan memahami masalah nyata yang dihadapi timnya sehari-hari. Tanpa pendekatan ini, AI akan tetap menjadi alat yang terisolasi dan gagal memberikan dampak signifikan pada bisnis secara keseluruhan."
Prediksi Kami
Penerapan AI akan semakin menyebar ke berbagai fungsi dalam organisasi secara lebih terstruktur dan kolaboratif, yang berujung pada peningkatan produktivitas, pengambilan keputusan yang lebih cepat, dan transformasi budaya kerja yang lebih adaptif terhadap teknologi baru.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tantangan utama dalam adopsi AI di organisasi?A
Tantangan utama adalah masalah budaya dan operasional, serta pemahaman tim tentang masalah yang bisa dipecahkan oleh AI.Q
Mengapa penting untuk melibatkan tim lintas fungsi dalam penerapan AI?A
Melibatkan tim lintas fungsi membantu memastikan bahwa solusi AI sesuai dengan kebutuhan nyata bisnis dan meningkatkan adopsi.Q
Apa peran Pusat Keunggulan AI dalam organisasi?A
Pusat Keunggulan AI membantu menghubungkan kasus penggunaan dengan solusi AI yang dapat diskalakan dan memberikan alat yang diperlukan.Q
Bagaimana cara meningkatkan kepercayaan tim non-teknis terhadap AI?A
Meningkatkan kepercayaan dapat dilakukan dengan menunjukkan kemenangan cepat dan menjadikan AI bagian dari budaya organisasi.Q
Apa strategi yang dapat digunakan untuk memastikan keberhasilan proyek AI?A
Strategi yang efektif termasuk membatasi proyek AI, memiliki definisi jelas tentang kesuksesan, dan melibatkan pengguna serta tim kepemimpinan.
