AI Tidak Akan Hilangkan Pekerjaan, Tapi Mengubah dan Membuka Peluang Baru
Courtesy of Forbes

AI Tidak Akan Hilangkan Pekerjaan, Tapi Mengubah dan Membuka Peluang Baru

Menjelaskan bahwa meskipun AI akan mengubah cara kerja dan peran manusia, AI tidak akan menciptakan pengangguran massal melainkan akan mendorong permintaan baru dan evolusi peran sehingga pelaku bisnis dan tenaga kerja dapat bersiap menghadapi perubahan dengan membangun kolaborasi manusia-AI.

12 Des 2025, 09.30 WIB
124 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • AI akan meningkatkan produktivitas dan permintaan untuk pekerjaan, bukan menghilangkannya.
  • Sejarah menunjukkan bahwa efisiensi yang lebih tinggi sering kali menciptakan lebih banyak pekerjaan dan industri baru.
  • Perusahaan harus bersiap untuk beradaptasi dengan gelombang AI dan merancang alur kerja hybrid yang menggabungkan manusia dan AI.
Filipina, Indonesia, Malaysia - Banyak prediksi mengkhawatirkan bahwa AI akan menghilangkan jutaan pekerjaan di berbagai negara, termasuk Filipina, Indonesia, dan Malaysia. Namun, kenyataannya lebih rumit dari itu, karena sejarah menunjukkan bahwa teknologi baru sering kali justru membuka peluang pekerjaan baru yang tidak terlihat sebelumnya.
Salah satu contoh terbaik adalah profesi radiolog. Meskipun AI sudah sangat maju dalam menganalisa gambar medis, radiolog justru semakin dibutuhkan karena AI membantu mereka bekerja lebih cepat dan akurat. Ini menunjukkan bahwa AI bukan pengganti, tapi alat bantu yang meningkatkan produktivitas manusia.
Fenomena efisiensi yang meningkatkan konsumsi dan pekerjaan dikenal sebagai Jevons Paradox. Contohnya termasuk kemajuan besar dalam pengiriman barang melalui container pada 1960-an dan murahnya layanan cloud di era 2010-an, yang sama-sama memperbesar pasar dan justru menambah pekerjaan baru.
Dengan AI yang kini semakin efisien, akan ada lebih banyak kebutuhan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan analisis, penulisan, pengambilan keputusan, dan pengelolaan sistem AI itu sendiri. Peran manusia bergeser dari pelaksana mekanis menjadi pengelola dan pengawas teknologi.
Perusahaan yang ingin sukses di era AI harus bergerak cepat mengadopsi teknologi ini dan merancang alur kerja gabungan antara manusia dan AI. Mereka yang siap melakukan inovasi dan adaptasi akan memimpin kompetisi bisnis masa depan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/richkarlgaard/2025/12/11/how-ai-could-unlock-demand-for-work/

Analisis Ahli

Garry Tan
"AI bukan ancaman pengurangan pekerjaan tapi alat peningkat produktivitas yang memperluas permintaan kerja."
Andrej Karpathy
"AI akan pertama kali mengubah pekerjaan yang sangat terstruktur dengan elevasi peran manusia menjadi supervisor dan pengelola AI."

Analisis Kami

"Pemahaman yang terlalu sederhana tentang AI sebagai pengganti manusia dalam pekerjaan bisa menimbulkan ketakutan yang tidak berdasar. Sebaliknya, AI memperkuat kemampuan manusia dan menciptakan lapangan pekerjaan baru yang menuntut keterampilan lebih tinggi dan adaptasi cepat."

Prediksi Kami

Di masa depan, tenaga kerja akan banyak berfokus pada mengelola dan mengawasi sistem AI, dengan munculnya kategori pekerjaan baru yang lebih kompleks dan kreatif, bukan berkurangnya jumlah pekerjaan secara besar-besaran.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dikatakan World Bank tentang risiko pekerjaan di Filipina akibat AI?
A
World Bank menyatakan bahwa lebih dari sepertiga pekerjaan di Filipina berisiko terkena dampak AI.
Q
Siapa Garry Tan dan apa pandangannya tentang AI dan pekerjaan?
A
Garry Tan adalah CEO Y Combinator yang berpendapat bahwa AI akan meningkatkan produktivitas dan permintaan pekerjaan, bukan menghilangkannya.
Q
Apa yang terjadi dengan radiologis setelah munculnya alat pencitraan AI?
A
Radiologis tetap memiliki permintaan yang tinggi meskipun ada alat pencitraan AI, yang justru meningkatkan produktivitas mereka.
Q
Apa yang disebut sebagai Jevons Paradox dan bagaimana itu berhubungan dengan AI?
A
Jevons Paradox adalah pengamatan bahwa peningkatan efisiensi seringkali meningkatkan konsumsi, yang relevan dengan perkembangan AI yang meningkatkan permintaan untuk pekerjaan.
Q
Apa kesimpulan yang dapat diambil oleh perusahaan terkait gelombang AI?
A
Perusahaan harus memahami bahwa AI akan mengubah tenaga kerja melalui peningkatan dan desain kerja hybrid antara manusia dan AI.