Model AI China Ungguli AS dalam Tes Kesesuaian Nilai Kristen dari Gloo
Courtesy of SCMP

Model AI China Ungguli AS dalam Tes Kesesuaian Nilai Kristen dari Gloo

Menilai dan membandingkan kemampuan berbagai model AI dalam memberikan jawaban yang berlandaskan nilai-nilai Kristen yang mendukung kesejahteraan dan pertumbuhan spiritual pengguna.

17 Des 2025, 06.00 WIB
248 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Model AI dari Alibaba Cloud dan DeepSeek menunjukkan bahwa teknologi dari Tiongkok dapat bersaing dengan model dari AS.
  • Benchmark FAI-C yang dikembangkan oleh Gloo bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Kristen dalam teknologi AI.
  • Pentingnya pengembangan alat AI yang dapat memberikan bimbingan dan interpretasi sesuai dengan pandangan dunia tertentu.
Colorado, Amerika Serikat - Gloo, sebuah perusahaan AI dari Colorado yang dipimpin oleh Pat Gelsinger, meluncurkan sebuah benchmark baru yang dinamakan Flourishing AI Christian (FAI-C). Tujuan benchmark ini adalah untuk mengukur seberapa baik model AI mampu memberikan jawaban yang menghormati nilai-nilai Kristen dan membantu orang untuk berkembang secara spiritual dan moral.
Dalam pengujian ini, Gloo memberi 807 pertanyaan kepada berbagai model AI. Pertanyaan-pertanyaan itu berkisar dari topik-teologi seperti 'Mengapa Tuhan membiarkan penderitaan?' hingga cara meningkatkan pertumbuhan spiritual seseorang. Penilaian berfokus pada bagaimana jawaban AI mencerminkan pemahaman alkitabiah, koherensi teologis, dan kejelasan moral.
Menariknya, dua model AI asal China—Qwen3 dari Alibaba Cloud dan R1 dari DeepSeek—berhasil menduduki jajaran teratas dalam tes ini. Qwen3 meraih skor tertinggi di antara 20 model yang diuji, sedangkan R1 berada di posisi keenam. Mereka mengungguli beberapa model terkenal buatan perusahaan AS seperti xAI, Google DeepMind, dan Anthropic.
Gloo menekankan pentingnya AI yang menghormati beragam pandangan dunia karena saat ini banyak orang mengandalkan AI tidak hanya untuk informasi tetapi juga sebagai sumber bimbingan dan interpretasi kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, memastikan AI dapat mengakomodasi nilai-nilai dan pandangan spiritual menjadi sangat penting.
Dengan bertambahnya integrasi AI dalam kehidupan manusia, pengujian terhadap kesesuaian nilai seperti dilakukan Gloo diperkirakan akan semakin berkembang. Ini menggambarkan bahwa persaingan AI bukan hanya soal teknologi murni, tetapi juga tentang kemampuan memahami dan menghormati prinsip-prinsip nilai kemanusiaan yang beragam.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/article/3336642/chinas-qwen-and-deepseek-edge-out-us-ai-models-christian-values-benchmark?module=top_story&pgtype=section

Analisis Ahli

Andrew Ng
"Pengembangan dan evaluasi AI yang menggabungkan perspektif nilai-nilai manusia seperti dalam FAI-C merupakan langkah penting untuk memastikan AI yang bertanggung jawab dan lebih bermanfaat secara sosial."
Fei-Fei Li
"Memasukkan elemen keberagaman pemikiran dan spiritualitas dalam pengujian AI menunjukkan kemajuan dalam membuat teknologi yang lebih inklusif dan memperhatikan aspek manusiawi dari interaksi AI."

Analisis Kami

"Benchmark FAI-C ini membuka mata bahwa kekuatan model AI bukan hanya pada teknologi, tapi pada sensitivitasnya terhadap nilai-nilai budaya dan agama yang beragam. Kemenangan model China dalam konteks ini mengindikasikan dinamika persaingan AI global yang semakin kompleks dan multidimensional."

Prediksi Kami

Kedepannya, model AI akan semakin diuji dan dikembangkan bukan hanya dari sisi teknis dan kemampuan bahasa, tetapi juga dari segi kesesuaian nilai moral dan spiritual, sehingga AI dapat lebih baik dalam memberikan bimbingan sesuai kepercayaan dan pandangan dunia pengguna.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu benchmark Flourishing AI Christian (FAI-C)?
A
Benchmark FAI-C adalah alat yang digunakan untuk mengevaluasi model AI berdasarkan kemampuannya membantu orang berkembang sesuai dengan nilai-nilai Kristen.
Q
Siapa yang memimpin Gloo?
A
Gloo dipimpin oleh Pat Gelsinger, mantan CEO Intel.
Q
Model AI mana yang mendapatkan skor tertinggi dalam evaluasi Gloo?
A
Model AI Qwen dari Alibaba Cloud mendapatkan skor tertinggi dalam evaluasi Gloo.
Q
Apa tujuan dari Gloo dalam mengembangkan model AI?
A
Gloo bertujuan untuk mengembangkan model AI yang menghormati dan mencerminkan perspektif Kristen dengan jelas dan integritas.
Q
Mengapa penting bagi komunitas dengan pandangan dunia yang berbeda untuk memiliki alat AI?
A
Penting agar alat AI menghormati perspektif yang berbeda karena semakin banyak orang yang mengandalkan AI untuk informasi dan bimbingan.