
Courtesy of NatureMagazine
Terapi mRNA Dapat Menghidupkan Kembali Sistem Imun Orang Tua
Memberikan terapi mRNA untuk merevitalisasi sel T pada sistem imun yang menua agar meningkatkan efektivitas vaksin dan pengobatan kanker pada orang tua.
17 Des 2025, 07.00 WIB
164 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Terapi mRNA dapat meningkatkan respons imun pada individu yang lebih tua.
- Penuaan berdampak negatif pada produksi dan efektivitas sel T, yang berkontribusi pada rendahnya efektivitas vaksin.
- Thymus yang menyusut seiring bertambahnya usia mempengaruhi kemampuan sistem imun untuk berfungsi dengan baik.
Madrid, Spanyol - Seiring bertambahnya usia, sistem imun manusia mengalami penurunan kemampuan, khususnya sel-sel T yang berperan penting dalam melawan infeksi dan kanker. Sel T yang berkurang dan melemah ini juga menyebabkan vaksin menjadi kurang efektif pada orang tua.
Penurunan fungsi sel T ini berkaitan dengan perubahan pada kelenjar timus, organ yang biasanya membantu mematangkan sel T. Timus yang menyusut dan tergantikan oleh jaringan lemak membuat produksi sel T menurun drastis.
Peneliti menemukan terapi baru menggunakan tiga messenger RNA yang diberikan dua kali seminggu kepada tikus tua, yang terbukti berhasil mengembalikan kekuatan sistem imun mereka dan meningkatkan respons terhadap vaksin dan pengobatan kanker.
Terapi ini bukan ditujukan langsung ke kelenjar timus yang sulit diperbaiki, melainkan pada sel T melalui pengiriman terapi ke hati, tempat darah yang membawa sel T melewati tubuh. Ini memungkinkan terapi untuk bekerja lebih efektif terhadap sel T yang ada.
Penemuan ini membuka harapan adanya metode baru yang bisa diterapkan pada manusia untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh lansia terhadap penyakit, terutama untuk meningkatkan efektivitas vaksin dan terapi kanker.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-04082-5
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-04082-5
Analisis Ahli
María Mittelbrunn
"Memperkuat sistem imun lansia melalui pengobatan yang menargetkan sel T sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan vaksin dan terapi kanker di populasi yang menua."
Mirco Friedrich
"Fokus pada hati sebagai pusat pengiriman terapi mRNA memungkinkan pendekatan baru yang praktis dan efektif untuk merevitalisasi sel T tanpa harus memperbaiki kelenjar timus secara langsung."
Analisis Kami
"Pendekatan ini menawarkan solusi inovatif dengan fokus langsung pada sel T dibandingkan kelenjar timus yang sulit diregenerasi, dan terapi mRNA terbukti efektif dalam studi hewan. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan keamanan dan efektivitas terapi ini pada manusia, terutama pada kelompok lansia yang rentan."
Prediksi Kami
Terapi mRNA yang menargetkan sel T dapat dikembangkan untuk digunakan pada manusia demi meningkatkan respons imun dan terapi kanker di masa depan, khususnya pada populasi lansia.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang ditemukan dalam penelitian mengenai sistem imun pada tikus tua?A
Penelitian menemukan bahwa cocktail mRNA dapat merejuvenasi sistem imun tikus tua dan meningkatkan respons terhadap vaksinasi dan pengobatan kanker.Q
Mengapa sel T pada orang tua menjadi kurang efektif?A
Sel T pada orang tua menjadi kurang efektif karena kemampuan untuk memproduksi sel T menurun dan sel yang ada menjadi kurang efisien.Q
Apa peran thymus dalam proses pematangan sel T?A
Thymus berperan dalam mematangkan sel T, di mana sel T belajar mengenali patogen dan tidak menyerang sel sehat tubuh.Q
Bagaimana terapi mRNA dapat membantu sistem imun yang melemah?A
Terapi mRNA dapat meningkatkan jumlah dan efektivitas sel T dengan memberikan stimulasi langsung kepada sel-sel tersebut.Q
Apa hubungan antara penuaan dan respons vaksin?A
Penuaan terkait dengan penurunan efektivitas vaksin karena sistem imun yang melemah dan adanya peradangan kronis.



