Virus Mematikan Terdeteksi di Paus Arktik, Ancaman bagi Mamalia Laut
Courtesy of CNBCIndonesia

Virus Mematikan Terdeteksi di Paus Arktik, Ancaman bagi Mamalia Laut

Memberikan informasi tentang temuan virus cetacean morbillivirus yang berbahaya bagi mamalia laut di Arktik dan dampaknya terhadap kematian massal paus, serta pentingnya pemantauan kesehatan hewan laut untuk melindungi ekosistem.

24 Des 2025, 11.35 WIB
189 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penelitian menunjukkan adanya virus mematikan yang mengancam mamalia laut di Arktik.
  • Penggunaan drone dalam penelitian ini adalah terobosan yang mengurangi stres pada hewan.
  • Penting untuk memantau kesehatan mamalia laut untuk mencegah wabah penyakit.
Norwegia, Norwegia - Para ilmuwan menemukan virus cetacean morbillivirus dalam embusan napas paus di kawasan Arktik menggunakan teknologi drone untuk mengambil sampel tanpa membahayakan hewan. Virus ini sangat menular dan diduga menjadi penyebab kematian massal mamalia laut.
Penelitian dilakukan sejak 2016 hingga 2025 dengan mengambil sampel dari berbagai jenis paus seperti paus bungkuk, paus sperma, dan paus sirip di wilayah Atlantik Utara. Selain embusan napas, biopsi kulit dan satu sampel organ juga dianalisis.
Virus ini menyebabkan kerusakan pada sistem pernapasan, saraf, dan kekebalan tubuh mamalia laut dan telah memicu kematian massal sejak pertama kali ditemukan pada 1987. Risiko wabah meningkat saat musim dingin ketika paus berkumpul dalam jumlah besar.
Selain cetacean morbillivirus, para peneliti juga menemukan virus herpes pada paus di beberapa wilayah, namun tidak terdapat virus flu burung atau bakteri Brucella. Metode pengambilan sampel menggunakan drone membuka peluang baru dalam pemantauan kesehatan laut.
Penemuan ini penting untuk membantu pengamat dan ilmuwan mendeteksi ancaman penyakit pada mamalia laut lebih dini agar penyebaran virus dapat dicegah, guna menjaga kelestarian ekosistem laut Arktik yang sangat penting bagi kehidupan di bumi.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251224110523-37-696969/ilmuwan-temukan-sumber-bencana-mematikan-mamalia-terancam

Analisis Ahli

Profesor Terry Dawson
"Teknologi drone memungkinkan pemantauan penyakit pada paus secara non-invasif dan memberikan wawasan penting untuk memahami penyebaran virus di ekosistem laut yang berubah."
The Royal (Dick) School of Veterinary Studies
"Deteksi virus ini adalah sinyal penting bahwa kesehatan mamalia laut harus dimonitor secara intensif agar kejadian kematian massal dapat dicegah atau dikendalikan dengan lebih efektif."

Analisis Kami

"Penemuan ini menggarisbawahi betapa pentingnya teknologi modern seperti drone dalam riset dan pelestarian satwa laut. Namun, ancaman dari virus highly contagious seperti cetacean morbillivirus menunjukkan bahwa ekosistem Arktik, yang sudah rentan akibat perubahan iklim, memerlukan perhatian dan aksi cepat dari komunitas ilmiah dan pengambil kebijakan."

Prediksi Kami

Jika tidak ada tindakan pencegahan dan pemantauan berkelanjutan, virus cetacean morbillivirus dapat menyebabkan wabah penyakit yang lebih luas dan kematian massal mamalia laut di perairan Arktik, yang akan berdampak serius pada ekosistem dan keanekaragaman hayati laut.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan para ilmuwan terkait kesehatan mamalia laut di Arktik?
A
Para ilmuwan menemukan virus mematikan dalam embusan napas paus yang diduga menyebabkan kematian massal.
Q
Apa itu cetacean morbillivirus dan mengapa itu menjadi perhatian?
A
Cetacean morbillivirus adalah virus yang sangat menular yang dapat menyebabkan kematian massal pada paus dan lumba-lumba.
Q
Apa metode yang digunakan untuk mengambil sampel dari paus?
A
Metode yang digunakan adalah pengambilan sampel embusan napas paus menggunakan teknologi drone.
Q
Virus apa lagi yang ditemukan di paus bungkuk selama penelitian?
A
Selain cetacean morbillivirus, ditemukan juga virus herpes pada paus bungkuk di beberapa wilayah.
Q
Mengapa temuan ini penting bagi ekosistem Arktik?
A
Temuan ini penting untuk mendeteksi ancaman kesehatan terhadap mamalia laut sebelum virus menyebar lebih luas.