
Courtesy of CNBCIndonesia
Penurunan Penjualan Tesla di Eropa, Produsen Mobil China Justru Melaju Kencang
Memberikan informasi tentang penurunan penjualan Tesla di pasar Uni Eropa dan membandingkannya dengan pertumbuhan pesat produsen mobil China, sekaligus menjelaskan tren pasar otomotif Eropa yang kini lebih mengutamakan kendaraan hibrida serta dampak kebijakan dan politik terhadap industri otomotif.
24 Des 2025, 18.50 WIB
192 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Penjualan Tesla di Uni Eropa mengalami penurunan signifikan.
- Produsen mobil China seperti BYD dan SAIC menunjukkan pertumbuhan yang kuat di pasar Eropa.
- Mobil hibrida semakin mendominasi pasar otomotif Eropa, seiring dengan pelonggaran regulasi oleh Uni Eropa.
Jakarta, Indonesia - Penjualan Tesla di Uni Eropa mengalami penurunan signifikan pada bulan November, dengan hanya 12.130 unit terjual dibandingkan 18.430 unit pada tahun sebelumnya. Hal ini menyebabkan pangsa pasar Tesla mengecil dari 2,1% menjadi hanya 1,4%. Kondisi ini sangat berbeda dengan tren pertumbuhan dari produsen mobil asal China yang semakin agresif di pasar Eropa.
BYD, salah satu produsen mobil raksasa asal China, menunjukkan lonjakan penjualan yang nyaris tiga kali lipat, mencapai sekitar 42.500 unit hingga November. Sementara itu, SAIC, pemilik merek MG, juga mencatat kenaikan sebesar 26% dengan total penjualan mencapai 217.000 unit. Keduanya tidak hanya menjual mobil listrik murni tetapi juga kendaraan hibrida hasil kombinasi mesin bensin dan baterai.
Penjualan kendaraan hibrida kini menjadi bagian terbesar dalam pasar otomotif Eropa dengan pangsa mencapai 44%. Strategi ini didukung oleh pelonggaran regulasi dari Uni Eropa yang mengizinkan 10% mobil baru tetap menggunakan mesin pembakaran internal setelah tahun 2035. Karena itu, produsen otomotif Eropa semakin agresif memasarkan mobil hibrida yang dianggap lebih menguntungkan.
Di tengah tren pertumbuhan kendaraan hibrida, Tesla mendapat tekanan tambahan dari keterlibatan politik Elon Musk di Eropa, yang telah menimbulkan kontroversi. Dukungan Musk terhadap partai sayap kanan Jerman dan hubungan yang memburuk dengan Presiden AS Donald Trump turut mempengaruhi persepsi pasar dan kebijakan yang berdampak pada penjualan Tesla.
Walaupun terjadi perlambatan penjualan di Eropa, kekayaan Elon Musk tetap luar biasa tinggi dengan nilai Rp 10.80 quadriliun (US$647 miliar) , didukung oleh SpaceX dan saham Tesla. Pasar otomotif Eropa secara keseluruhan masih menunjukkan pertumbuhan meski penjualan Tesla merosot, mencerminkan perubahan dinamika kompetisi dan preferensi konsumen di kawasan ini.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251224170029-37-697144/tesla-hancur-lebur-ditendang-china-elon-musk-bye
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251224170029-37-697144/tesla-hancur-lebur-ditendang-china-elon-musk-bye
Analisis Ahli
Analyst Otomotif Eropa
"Penurunan penjualan Tesla menunjukkan pentingnya adaptasi produk dengan regulasi lokal dan preferensi konsumen yang berubah, khususnya dalam pasar Eropa yang sangat mengutamakan kendaraan ramah lingkungan namun realistis."
Pengamat Industri Otomotif Global
"Dominasi produsen Cina mengindikasikan perubahan lanskap kompetitif global, dimana inovasi dan diversifikasi kendaraan listrik dan hibrida menjadi kunci keberhasilan di pasar internasional."
Analisis Kami
"Tesla tampak kesulitan mempertahankan pertumbuhan di Eropa di tengah strategi pasar yang semakin ke arah kendaraan hibrida dan tekanan geopolitik yang melibatkan Elon Musk. Sementara itu, produsen Cina seperti BYD dan SAIC berhasil memanfaatkan peluang pasar dengan model kendaraan yang lebih beragam dan sesuai regulasi, membuat mereka semakin dominan di pasar Eropa."
Prediksi Kami
Dengan tren pertumbuhan pasar mobil hibrida dan tekanan politik serta regulasi yang dihadapi Tesla, penurunan pangsa pasar Tesla di Eropa kemungkinan akan berlanjut kecuali Tesla melakukan adaptasi strategi yang signifikan.




