
Courtesy of SCMP
Kenapa Kesepakatan TikTok Antara China dan AS Belum Jelas Sampai Sekarang?
Memberikan pemahaman mengenai status dan tantangan dalam negosiasi pengaturan TikTok antara perusahaan dan regulasi di China, serta menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap hukum China untuk memungkinkan kelangsungan operasional TikTok di Amerika Serikat.
26 Des 2025, 19.00 WIB
290 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kesepakatan TikTok di AS melibatkan kepatuhan terhadap hukum Tiongkok.
- Pemerintah Tiongkok berharap agar para pelaku bisnis dapat menemukan solusi yang seimbang.
- Kegagalan kesepakatan sebelumnya menunjukkan dampak dari perubahan kebijakan pemerintah terhadap negosiasi bisnis.
Beijing, Republik Rakyat Tiongkok - Pada tahun 2020, ByteDance, perusahaan asal Beijing yang memiliki aplikasi TikTok, berusaha membuat kesepakatan dengan Oracle dan Walmart dari Amerika Serikat. Kesepakatan ini dibuat agar TikTok di AS bisa diatur oleh perusahaan Amerika. Namun, kesepakatan itu gagal setelah pemerintah China merubah aturan kontrol ekspor yang membuat banyak teknologi yang digunakan TikTok harus tetap tunduk pada hukum China.
Baru-baru ini, Kementerian Perdagangan China memberikan respons tentang kesepakatan terbaru TikTok dengan pihak AS. Mereka mengatakan bahwa mereka mengharapkan kesepakatan yang dibuat harus mematuhi hukum di China dan bisa menemukan keseimbangan di antara kepentingan semua pihak yang terlibat, tanpa memberikan persetujuan penuh tanpa batasan.
Menteri perdagangan China menjelaskan bahwa pernyataan mereka bukan berarti 'lampu hijau' untuk kesepakatan ini tanpa syarat apapun. Hal ini menunjukkan bahwa persetujuan dari China tetap memiliki kondisi penting yang harus dipenuhi sebelum kesepakatan tersebut bisa berjalan.
Para analis mengatakan bahwa China lebih memilih untuk menilai berdasarkan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, dan mereka tidak banyak berkomentar tentang detail bisnis dari kesepakatan tersebut. Ini menunjukkan bahwa urusan teknis negosiasi tetap menjadi ranah bisnis perusahaan dan bukan sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah.
Sebagai pembelajaran, revisi pada aturan kontrol ekspor di China sangat mempengaruhi kejatuhan kesepakatan sebelumnya dan mungkin akan menjadi tantangan utama bagi TikTok dan mitra Amerika mereka untuk mencapai kesepakatan yang sah dan bisa diterima oleh semua pihak.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/big-tech/article/3337819/chinas-stance-tiktok-deal-not-green-light-no-strings-attached-analysts-say?module=top_story&pgtype=section
[1] https://www.scmp.com/tech/big-tech/article/3337819/chinas-stance-tiktok-deal-not-green-light-no-strings-attached-analysts-say?module=top_story&pgtype=section
Analisis Ahli
Irina Tsukerman
"Mematuhi hukum China adalah syarat utama yang tak bisa ditawar dalam kesepakatan ini, menandai bahwa pihak asing harus berhati-hati saat berbisnis dengan perusahaan teknologi asal China."
Tom Nunlist
"China secara strategis memilih untuk tidak bereaksi keras secara publik dan lebih menekankan pada kepatuhan hukum serta menjadikan detail kesepakatan sebagai urusan komersial."
Analisis Kami
"Situasi ini memperlihatkan bagaimana regulasi teknologi dan kebijakan ekspor China dapat menjadi penghalang besar dalam kolaborasi internasional yang melibatkan perusahaan teknologi. Untuk kesepakatan serupa agar berhasil, pihak-pihak perlu memperhitungkan regulasi China sebagai faktor utama sejak awal negosiasi agar bisa menghindari kegagalan yang merugikan."
Prediksi Kami
Kesepakatan antara TikTok dan perusahaan AS kemungkinan akan terus mengalami penundaan dan penyesuaian untuk memenuhi regulasi China, sehingga mungkin memakan waktu lama sebelum operasi TikTok di AS benar-benar di bawah kepemilikan baru.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terjadi pada kesepakatan antara ByteDance, Oracle, dan Walmart pada tahun 2020?A
Kesepakatan antara ByteDance, Oracle, dan Walmart pada tahun 2020 gagal setelah kementerian Tiongkok merevisi daftar kontrol ekspor.Q
Apa harapan pemerintah Tiongkok terkait kesepakatan TikTok di AS?A
Pemerintah Tiongkok berharap bahwa kesepakatan tersebut akan mematuhi hukum dan peraturan Tiongkok serta mencapai keseimbangan kepentingan.Q
Siapa He Yongqian dan perannya dalam konteks artikel ini?A
He Yongqian adalah juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok yang memberikan pernyataan tentang harapan pemerintah terkait kesepakatan TikTok.Q
Mengapa kesepakatan sebelumnya antara ByteDance dan mitra AS gagal?A
Kesepakatan sebelumnya gagal karena kementerian Tiongkok menambahkan dua teknologi rekomendasi yang relevan dengan operasi TikTok ke dalam daftar kontrol ekspor.Q
Apa yang diharapkan oleh Beijing dari perusahaan terkait kesepakatan ini?A
Beijing mengharapkan perusahaan-perusahaan untuk mencapai solusi yang sesuai dengan hukum dan peraturan Tiongkok dalam kesepakatan ini.


