Fenomena Air Terjun Dadakan Muncul di Lombok Timur, Ini Penjelasannya
Courtesy of CNBCIndonesia

Fenomena Air Terjun Dadakan Muncul di Lombok Timur, Ini Penjelasannya

Menjelaskan fenomena air terjun dadakan di Sembalun secara ilmiah dan memberikan informasi agar masyarakat tidak khawatir namun tetap waspada terhadap kondisi lereng yang licin dan berpotensi berbahaya.

29 Des 2025, 14.25 WIB
193 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Fenomena air terjun dadakan di Sembalun disebabkan oleh hujan deras yang mengakibatkan limpasan permukaan.
  • Badan Geologi memberikan penjelasan ilmiah mengenai penyebab dan sifat dari fenomena ini.
  • Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya meskipun fenomena ini merupakan proses alami.
Lombok Timur, Indonesia - Pada tanggal 8 Desember 2025, masyarakat di kawasan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dikejutkan dengan munculnya air terjun dadakan. Air terjun ini muncul secara tiba-tiba di beberapa bukit seperti Bukit Telaga, Bukit Amben, Bukit Batu Nunggang, dan Bukit Long. Fenomena ini menarik perhatian banyak orang karena tempat tersebut biasanya tidak memiliki aliran air sungguhan.
Menurut Badan Geologi, perbukitan Sembalun banyak tersusun dari tanah vulkanik dan lava yang kedap air. Kondisi ini membuat air hujan sulit meresap ke dalam tanah sehingga air lebih banyak mengalir di permukaan sebagai limpasan. Limpasan ini kemudian mengikuti jalur alami menyerupai aliran sungai yang terbentuk di bukit-bukit tersebut.
Fenomena air terjun yang tampak ini hanya terjadi sesaat, terutama saat dan setelah hujan deras yang berlangsung berhari-hari. Setelah intensitas hujan menurun, suplai air menjadi berkurang sehingga aliran air tersebut mengecil hingga akhirnya hilang. Dengan demikian, air terjun ini sifatnya sementara atau dadakan sesuai kondisi cuaca.
Badan Geologi memberi imbauan agar masyarakat tidak perlu khawatir, karena fenomena ini merupakan proses alamiah. Namun, mereka juga mengingatkan agar tetap waspada karena lereng dan tebing yang basah dan licin berpotensi menyebabkan longsor maupun material terbawa oleh aliran air saat hujan deras terjadi.
Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya memahami dinamika geologi dan hidrologi di sekitar kita, terutama di wilayah perbukitan vulkanik. Kesadaran dan kewaspadaan materiil serta pihak berwenang diperlukan untuk mengantisipasi risiko bencana alam yang dapat timbul meskipun fenomena yang muncul adalah bagian dari proses alam.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251229132716-37-697955/air-terjun-mendadak-muncul-di-wilayah-ri-tanda-di-baliknya-diungkap

Analisis Ahli

Dr. Bayu Santoso (Geolog, Universitas Gadjah Mada)
"Fenomena ini adalah contoh jelas interaksi antara kondisi geologi dan hidrologi yang menghasilkan fenomena hydrological transient seperti air terjun dadakan. Penting untuk memperhatikan manajemen risiko di wilayah pegunungan dengan material kedap air."

Analisis Kami

"Fenomena ini menunjukkan bagaimana karakteristik geologi suatu wilayah berperan penting dalam memengaruhi respon lingkungan terhadap hujan deras. Kesadaran masyarakat dan pemangku kebijakan terhadap risiko lingkungan seperti ini sangat krusial untuk mencegah kecelakaan akibat tanah licin dan longsor, meskipun fenomenanya alami."

Prediksi Kami

Fenomena serupa kemungkinan akan terjadi kembali ketika intensitas hujan tinggi dalam waktu lama, sehingga masyarakat dan petugas setempat perlu selalu waspada terhadap potensi risiko keselamatan di lereng-lereng tersebut.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dimaksud dengan air terjun dadakan?
A
Air terjun dadakan adalah fenomena di mana air mengalir seperti air terjun akibat limpasan permukaan setelah hujan deras.
Q
Di mana fenomena air terjun dadakan terjadi?
A
Fenomena ini terjadi di Sembalun, khususnya di Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur.
Q
Apa penyebab munculnya air terjun dadakan di Sembalun?
A
Penyebab munculnya air terjun dadakan di Sembalun adalah hujan deras yang mengakibatkan tanah tidak dapat menyerap air dengan baik, sehingga terjadi limpasan permukaan.
Q
Apa yang dijelaskan oleh Badan Geologi mengenai fenomena ini?
A
Badan Geologi menjelaskan bahwa fenomena ini adalah proses alami akibat curah hujan tinggi yang menghasilkan limpasan besar pada bukit-bukit curam.
Q
Apakah fenomena ini berbahaya bagi masyarakat?
A
Fenomena ini tidak berbahaya, tetapi masyarakat diingatkan untuk berhati-hati karena lereng dan tebing bisa licin.