Penelitian Baru Ungkap Hari di Bumi Dulu Pernah Cuma 19 Jam
Courtesy of CNBCIndonesia

Penelitian Baru Ungkap Hari di Bumi Dulu Pernah Cuma 19 Jam

Memberikan pemahaman baru tentang dinamika rotasi Bumi yang tidak linier serta pengaruhnya terhadap evolusi kehidupan dan produksi oksigen di bumi pada masa lampau, sehingga memperkaya wawasan ilmiah dan sejarah planet kita.

31 Des 2025, 07.45 WIB
273 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Panjang hari di Bumi tidak selalu 24 jam dan pernah mencapai 19 jam selama satu miliar tahun.
  • Rotasi Bumi dipengaruhi oleh tarikan gravitasi Bulan dan dorongan atmosfer yang seimbang.
  • Produksi oksigen di Bumi sangat dipengaruhi oleh durasi waktu siang hari dan aktivitas mikroba fotosintetik.
Jakarta, Indonesia - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa panjang satu hari di Bumi tidak selalu 24 jam seperti yang kita kenal sekarang. Dalam jangka waktu sekitar satu miliar tahun di masa lampau, hari di Bumi stabil berada di sekitar 19 jam. Hal ini terjadi karena keseimbangan antara efek pasang surut dari Bulan dan atmosfer yang dipanaskan oleh Matahari.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Ross Mitchell menggunakan metode siklostratigrafi untuk menganalisis lapisan batuan sedimen yang merekam sejarah Bumi selama 2,5 miliar tahun. Mereka menemukan bahwa rotasi Bumi mengalami fase di mana laju perlambatan berhenti sejenak, menciptakan periode panjang hari yang belum pernah diperkirakan sebelumnya.
Periode 19 jam ini terjadi karena resonansi antara pasang surut atmosfer dan lautan yang hampir mengimbangi pengereman gravitasi Bulan. Fenomena ini juga mempengaruhi ekosistem mikroba di dasar laut dangkal, yang menjadi penghasil utama oksigen pada masa itu.
Karena hari yang relatif pendek ini, mikroba fotosintetik menyerap lebih banyak oksigen daripada yang dilepaskan, sehingga produksi oksigen global terhambat dan tetap stabil selama masa tersebut. Baru setelah kondisi resonansi ini berakhir, panjang hari mulai mendekati 24 jam kembali, dan produksi oksigen meningkat tajam.
Studi ini juga memberikan wawasan baru tentang dinamika inti Bumi, termasuk bagaimana mantel bawah mengantarkan listrik dan berinteraksi dengan inti cair di dalam bumi. Penemuan ini penting untuk memahami perubahan jangka pendek dalam rotasi Bumi yang masih terjadi hingga sekarang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251231070958-37-698503/bumi-berputar-makin-lambat-kehidupan-baru-lahir-di-dunia

Analisis Ahli

Ross Mitchell
"Penelitian ini membuktikan bahwa rotasi Bumi bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara atmosfer, lautan, dan Bulan, bukan sekadar perlambatan linier yang selama ini diyakini."
John Aurnou (ahli geofisika)
"Penemuan bahwa mantel bawah Bumi mengantarkan listrik dengan buruk memberi gambaran baru tentang batas interaksi antara inti dan mantel, yang cukup revolusioner untuk studi geologi masa depan."

Analisis Kami

"Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan rotasi Bumi punya dampak yang sangat besar terhadap kondisi lingkungan dan evolusi kehidupan, sesuatu yang sering diabaikan dalam diskusi umum. Memahami interaksi antara atmosfir, lautan, dan Bulan dalam proses ini bisa memberi kita wawasan penting untuk memahami fenomena geologis dan atmosferik masa kini dan masa depan."

Prediksi Kami

Pemahaman lebih dalam tentang perubahan rotasi Bumi dan dinamika inti planet akan membuka peluang baru dalam studi geofisika, sekaligus membantu memprediksi perubahan jangka pendek rotasi bumi yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan dan teknologi.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan oleh penelitian terbaru mengenai panjang hari di Bumi?
A
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa panjang satu hari di Bumi sekitar 19 jam selama satu miliar tahun.
Q
Siapa yang memimpin penelitian tentang rotasi Bumi?
A
Penelitian ini dipimpin oleh Ross Mitchell, seorang geofisikawan dari Institute of Geology and Geophysics.
Q
Apa dampak dari panjang hari yang berlangsung 19 jam terhadap kehidupan di Bumi?
A
Panjang hari yang 19 jam mengakibatkan suplai oksigen global tertahan, sehingga kadar oksigen Bumi relatif stabil.
Q
Bagaimana cara peneliti menganalisis catatan geologis?
A
Para peneliti menggunakan metode siklostratigrafi untuk membaca pola berulang dalam lapisan batuan.
Q
Apa yang terjadi setelah panjang hari kembali ke 24 jam?
A
Setelah panjang hari kembali ke 24 jam, produksi oksigen meningkat signifikan dan memungkinkan munculnya kehidupan kompleks.