
Courtesy of SCMP
Inovasi China: Turunkan Emisi CO2 dan Tingkatkan Produksi Kimia Tiga Kali Lipat
Menunjukkan bahwa mengurangi emisi karbon dapat meningkatkan hasil produksi dan produktivitas dalam industri kimia, sekaligus mengurangi polusi karbon hampir sampai nol, sehingga mengubah persepsi bahwa kebijakan hijau harus mengorbankan ekonomi.
04 Jan 2026, 09.00 WIB
230 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Inovasi dalam proses kimia dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan.
- Dekarbonisasi dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing industri.
- Regulasi hijau tidak selalu berdampak negatif pada ekonomi, sebaliknya bisa menghasilkan keuntungan.
Beijing, China - Para ilmuwan dari Chinese Academy of Sciences dan Peking University berhasil mengembangkan sebuah perubahan sederhana namun revolusioner pada proses kimia yang menggunakan batubara. Perubahan ini sangat signifikan karena mampu menekan emisi karbon dioksida hingga hampir nol, sebuah pencapaian penting bagi industri yang dikenal sebagai salah satu penghasil polusi terbesar.
Selain pengurangan emisi, inovasi tersebut juga meningkatkan hasil produksi olefin, bahan kimia penting yang digunakan dalam produksi plastik, obat-obatan, dan bahan material canggih. Produksi olefin ini bahkan bisa meningkat hingga tiga kali lipat dibanding proses sebelumnya, memperlihatkan keuntungan ganda dari inovasi ini.
Menurut Profesor Ma Ding, perubahan ini bekerja seperti memasang sebuah 'saklar molekuler' yang bisa mematikan jalur reaksi kimia yang menghasilkan karbon dioksida. Dengan kontrol tersebut, reaksi menjadi lebih tertarget dan hasilnya lebih banyak serta lebih bersih.
Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa meminimalkan dampak lingkungan tidak harus mengorbankan produktivitas atau keuntungan ekonomi. Bahkan, di tengah kritik bahwa regulasi ramah lingkungan akan menekan industri, China justru berhasil membuktikan sebaliknya bahwa inovasi hijau bisa menaikkan daya saing di pasar global.
Dalam beberapa tahun terakhir, China memang makin berfokus pada dekarbonisasi dan teknologi hijau, seperti kendaraan listrik dan energi terbarukan. Penemuan ini semakin mengukuhkan posisi China sebagai pemimpin teknologi yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3338372/chinas-emission-free-tech-boosts-productivity-3-fold-debunks-trumps-green-burden-theory?module=top_story&pgtype=subsection
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3338372/chinas-emission-free-tech-boosts-productivity-3-fold-debunks-trumps-green-burden-theory?module=top_story&pgtype=subsection
Analisis Ahli
Ma Ding
"Modifikasi ini seperti memberi kendali penuh pada reaksi kimia, menghilangkan jalur samping yang boros dan mencemari, jadi efisiensi dan keberlanjutan dapat dicapai bersamaan."
Analisis Kami
"Inovasi ini adalah terobosan yang sangat penting karena membuktikan bahwa dekarbonisasi dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan bersama. Hal ini akan mendorong industri kimia global untuk merombak proses mereka agar lebih ramah lingkungan tanpa kehilangan efisiensi produksi."
Prediksi Kami
Dengan inovasi ini, di masa depan industri kimia berbasis fosil dapat berkembang pesat tanpa merusak lingkungan, mendorong negara lain mengikuti jejak China untuk meningkatkan teknologi hijau sekaligus memacu ekonomi.




