Jejak Harimau Ditemukan di Lokasi Proyek Ponpes, BKSDA Lakukan Pemantauan
Courtesy of CNBCIndonesia

Jejak Harimau Ditemukan di Lokasi Proyek Ponpes, BKSDA Lakukan Pemantauan

Menginformasikan penemuan jejak harimau di daerah yang bukan habitatnya dan memastikan bagaimana tindakan pengawasan dan pemantauan oleh BKSDA untuk satwa dilindungi di wilayah tersebut agar masyarakat tetap waspada dan aman.

05 Jan 2026, 11.05 WIB
269 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Jejak yang diduga berasal dari harimau ditemukan di lokasi pembangunan ponpes di Gunungkidul.
  • BKSDA menyatakan bahwa kawasan tersebut bukan habitat harimau, melainkan lahan pertanian.
  • Pekerja bangunan di lokasi mengklaim telah melihat harimau sebelumnya, tetapi BKSDA belum dapat memastikan keberadaan satwa tersebut.
Gunungkidul, Indonesia - Media sosial sedang ramai membahas jejak yang diduga berasal dari harimau di kawasan pembangunan Ponpes Panggul Kulon, Semanu, Gunungkidul. Jejak itu diketahui oleh para pekerja proyek dan menjadi perhatian banyak orang karena ukurannya yang besar, seperti telapak sapi.
Namun, pihak BKSDA menyatakan lokasi tersebut merupakan lahan pertanian dengan aktivitas manusia yang ramai, sehingga bukan wilayah habitat alami macan atau harimau. Mereka menduga hewan tersebut hanya melintas, mungkin mencari air di telaga terdekat.
Para pekerja dan warga sekitar, termasuk operator alat berat dan penduduk setempat, mengaku sering melihat harimau atau macan liar di area itu, khususnya saat musim kemarau. Mereka juga meyakini satwa itu tidak mengganggu dan sudah menjadi bagian dari keseharian mereka.
BKSDA sudah meninjau lokasi namun kesulitan mengumpulkan data karena jejak tersebut sudah hilang akibat hujan deras. Mereka berencana mendiskusikan kemungkinan pemasangan kamera trap untuk memantau keberadaan satwa tersebut agar dapat dipastikan jenisnya dengan lebih akurat.
Situasi ini menunjukkan pentingnya pemantauan terus-menerus di daerah-daerah dekat permukiman yang berpotensi menjadi jalur satwa buas, agar keamanan manusia dan kelestarian satwa dapat terjaga dengan baik.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260105095618-37-699614/heboh-jejak-harimau-di-gunungkidul-dulu-pernah-ternyata-hewan-ini

Analisis Ahli

dr. Agus Prabowo (ahli konservasi satwa liar)
"Jejak harimau di luar habitat tradisional bukan hal yang aneh, terutama jika habitat aslinya terdesak. Pengawasan lebih ketat dan pelibatan komunitas lokal sangat penting untuk menjaga keselamatan manusia dan kelestarian satwa."

Analisis Kami

"Walaupun dugaan jejak harimau di luar habitat resminya cukup mengejutkan, fenomena ini mungkin menunjukkan adanya pergerakan macan yang mencari sumber air atau makanan. Penting bagi BKSDA untuk segera melakukan monitoring intensif agar keberadaan satwa dilindungi dapat dikonfirmasi dan potensi konflik dengan manusia dapat diminimalisir."

Prediksi Kami

BKSDA kemungkinan akan memasang kamera trap dan meningkatkan pengawasan di wilayah tersebut untuk memastikan keberadaan harimau atau satwa buas lain, sehingga nantinya ada data lebih kuat yang dapat digunakan untuk tindakan konservasi atau mitigasi risiko bagi warga.

Pertanyaan Terkait

Q
Di mana jejak harimau ditemukan?
A
Jejak harimau ditemukan di Panggul Kulon, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta.
Q
Apa yang dikatakan BKSDA tentang habitat harimau di kawasan tersebut?
A
BKSDA menyatakan bahwa kawasan tersebut adalah lahan pertanian dan bukan habitat hewan buas.
Q
Siapa yang menemukan jejak harimau dan bagaimana penjelasannya?
A
Jejak harimau ditemukan oleh Heru Purwanto, seorang pekerja bangunan, yang yakin bahwa itu adalah jejak harimau karena ukurannya yang besar.
Q
Apakah ada kemungkinan untuk memasang kamera di lokasi penemuan jejak?
A
Tugimayanto menyebutkan bahwa pemasangan kamera perlu didiskusikan lebih lanjut dengan pimpinan.
Q
Apa yang dilakukan BKSDA setelah menemukan jejak tersebut?
A
BKSDA melakukan pengecekan di lokasi, namun sulit memastikan jenis jejak karena minimnya data.