
Courtesy of CNBCIndonesia
AS Gunakan Serangan Siber Matikan Listrik di Caracas Demi Kendalikan Venezuela
Mengungkap bagaimana AS menggunakan serangan siber dan kekuatan militer dalam usaha merebut kendali Venezuela serta menginformasikan perkembangan terkini tentang invasi yang berkaitan dengan penangkapan Maduro dan reaksi dari pemerintah sementara Venezuela.
05 Jan 2026, 12.20 WIB
33 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- AS menggunakan serangan siber sebagai alat untuk melemahkan Maduro di Venezuela.
- Ketegangan antara AS dan Venezuela meningkat pasca penangkapan Maduro.
- Delcy Rodríguez dihadapkan pada ancaman intervensi militer jika tidak memenuhi tuntutan AS.
Caracas, Venezuela - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa AS melakukan serangan siber untuk memadamkan listrik di Caracas, ibu kota Venezuela, sebagai bagian dari upaya menculik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Operasi ini merupakan pengakuan terbuka AS terhadap penggunaan kekuatan siber yang biasanya dilakukan secara rahasia.
Jenderal Dan Caine menyatakan bahwa berbagai komando militer AS, termasuk Komando Siber, Antariksa, dan Tempur, bekerja bersama untuk menciptakan peluang masuk ke Venezuela. Namun, detail dari efek yang dihasilkan tidak dijelaskan secara gamblang, menambah misteri tentang operasi tersebut.
Kelompok pelacak internet, NetBlocks, melaporkan pemadaman listrik dan akses internet total di Caracas sejak Sabtu dini hari, yang disinyalir akibat serangan siber tertarget. Sebelumnya, perusahaan migas Venezuela, PDVSA, juga mengalami serangan siber yang menghentikan operasional mereka secara total.
Ketegangan politik antara AS dan Venezuela masih tinggi, meski harapan intervensi langsung Washington sedikit mereda pasca penangkapan Maduro. Washington masih menempatkan sekitar 15.000 pasukan di kawasan Karibia dan mengancam intervensi lebih jauh jika pemerintah sementara Venezuela yang dipimpin Delcy Rodríguez tidak memenuhi tuntutan AS.
Trump memperingatkan Delcy Rodríguez dengan keras bahwa kegagalannya memenuhi tuntutan Washington akan berakibat lebih berat dibandingkan nasib Maduro. Situasi ini menunjukkan konflik berkepanjangan dan tekanan AS yang intensif terhadap kepemimpinan baru Venezuela.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260105101043-37-699632/terungkap-trump-pakai-hacker-sebelum-culik-maduro-tanpa-terlihat
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260105101043-37-699632/terungkap-trump-pakai-hacker-sebelum-culik-maduro-tanpa-terlihat
Analisis Ahli
Jenderal Michael Hayden (mantan Direktur CIA dan NSA)
"Penggunaan serangan siber sebagai alat operasi militer menunjukan evolusi taktik perang modern yang semakin kompleks dan tanpa batas teritorial. Hal ini menegaskan bahwa masa depan konflik akan sangat ditentukan oleh kemampuan siber selain kekuatan konvensional."
Analisis Kami
"Strategi AS yang mengombinasikan serangan siber dan tekanan militer menunjukkan pendekatan agresif yang berisiko memicu konflik berkepanjangan. Pendekatan semacam ini bisa merusak stabilitas regional dan memperpanjang penderitaan rakyat Venezuela yang sudah lama terjebak krisis."
Prediksi Kami
Ketegangan antara AS dan Venezuela kemungkinan akan terus meningkat dengan potensi intervensi militer lebih lanjut jika pemerintah sementara Venezuela tidak memenuhi tuntutan AS, yang bisa menimbulkan destabilitas lebih besar di kawasan Karibia.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diungkapkan Donald Trump mengenai serangan siber di Venezuela?A
Donald Trump mengungkapkan bahwa tentara AS dapat menculik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dengan memadamkan listrik di Caracas melalui serangan siber.Q
Siapa yang menjadi target serangan siber tersebut?A
Target serangan siber tersebut adalah Presiden Nicolas Maduro dan infrastruktur listrik di Caracas, Venezuela.Q
Apa dampak dari pemadaman listrik di Caracas terhadap akses internet?A
Pemadaman listrik menyebabkan akses internet di Caracas mati total, yang dilaporkan sebagai akibat dari serangan siber yang tertarget.Q
Bagaimana posisi AS terhadap pemerintahan baru Venezuela setelah penangkapan Maduro?A
Setelah penangkapan Maduro, AS menempatkan sekitar 15.000 personel di kawasan Karibia dan membuka kemungkinan intervensi militer jika Delcy Rodríguez tidak memenuhi tuntutan mereka.Q
Apa kemungkinan intervensi militer yang diungkapkan oleh pejabat AS?A
Pejabat AS menyatakan bahwa mereka siap melakukan intervensi militer lebih lanjut jika pemerintah sementara Venezuela tidak bertindak sesuai permintaan Washington.




