
Courtesy of CNBCIndonesia
Negara-Negara Batasi DeepSeek, Startup AI China yang Kontroversial
Memberikan informasi terkait respons global terhadap startup AI asal China, DeepSeek, yang menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan dan privasi data, serta langkah-langkah pembatasan yang diambil oleh berbagai negara terhadap penggunaannya.
07 Jan 2026, 16.35 WIB
158 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- DeepSeek menghadapi banyak larangan dari berbagai negara terkait kebijakan privasi dan keamanan data.
- Kekhawatiran global terhadap privasi pengguna mendorong tindakan tegas dari pemerintah.
- Teknologi AI seperti DeepSeek dapat memiliki implikasi besar terhadap hubungan internasional dan keamanan nasional.
Jakarta, Indonesia - DeepSeek adalah startup kecerdasan buatan asal China yang mengklaim bisa menyaingi ChatGPT dengan biaya lebih murah. Namun, kebijakan privasinya yang menyimpan data pribadi pengguna di server China menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara mengenai keamanan dan privasi data.
Karena masalah tersebut, beberapa negara seperti Australia dan Republik Ceko telah melarang penggunaan DeepSeek di perangkat pemerintah mereka. Negara-negara ini khawatir data penting bisa diakses tanpa izin oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Di Eropa, Jerman meminta Apple dan Google menghapus aplikasi DeepSeek dari toko aplikasi mereka, dan badan pengawas di berbagai negara mulai menyelidiki bagaimana data pengguna dikumpulkan dan digunakan oleh startup AI ini.
India, Taiwan, dan beberapa negara lain juga mengambil langkah tegas dengan melarang penggunaan DeepSeek bagi pegawai negeri karena risiko kebocoran dokumen rahasia dan kekhawatiran sensor data yang berakhir di China.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260107135020-37-700331/ramai-ramai-negara-blokir-aplikasi-china-ternyata-ini-alasannya
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260107135020-37-700331/ramai-ramai-negara-blokir-aplikasi-china-ternyata-ini-alasannya
Analisis Ahli
Dr. Arief Nugroho, pakar keamanan siber
"Penyimpanan data di server luar negeri oleh AI China berisiko tinggi terhadap kebocoran data dan pengawasan asing, sehingga regulasi ketat sangat diperlukan."
Prof. Siti Halimah, ahli privasi data
"Pengguna dan pemerintah mesti lebih waspada terhadap teknologi yang tidak transparan pengelolaan datanya untuk menghindari pelanggaran privasi dan potensi penyalahgunaan."
Analisis Kami
"Perlindungan data adalah masalah utama dalam teknologi AI, terutama ketika data disimpan di luar yurisdiksi nasional. Negara-negara yang waspada terhadap DeepSeek benar untuk mengambil sikap preventif demi menjaga kedaulatan digital dan keamanan informasi sensitif mereka."
Prediksi Kami
Di masa depan, semakin banyak negara akan memperketat regulasi penggunaan AI asal China seperti DeepSeek, termasuk pembatasan akses dan peningkatan pengawasan terhadap data pribadi untuk mencegah potensi ancaman keamanan nasional.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang membuat DeepSeek menjadi sorotan global?A
DeepSeek menjadi sorotan global karena mengklaim dapat menyaingi ChatGPT dengan biaya lebih murah dan menyimpan data pengguna di server di China.Q
Mengapa beberapa negara melarang penggunaan DeepSeek?A
Beberapa negara melarang penggunaan DeepSeek karena kekhawatiran terhadap keamanan dan privasi data pengguna.Q
Apa yang dilakukan Prancis terkait kebijakan privasi DeepSeek?A
Prancis berencana untuk memanggil DeepSeek guna memahami lebih lanjut tentang cara kerja sistem AI dan risiko privasi yang mungkin timbul.Q
Apa langkah yang diambil Amerika Serikat terhadap DeepSeek?A
Amerika Serikat mempertimbangkan sanksi terhadap DeepSeek dan mencantumkannya dalam daftar entitas yang diduga membantu militer China.Q
Mengapa keamanan data menjadi perhatian utama dalam penggunaan DeepSeek?A
Keamanan data menjadi perhatian utama karena penggunaan DeepSeek melibatkan penyimpanan informasi pribadi pengguna di server yang berpotensi tidak aman.




