SPHEREx NASA Ungkap Peta Langit Terbesar Meski Terancam Satelit Milenial
Courtesy of LiveScience

SPHEREx NASA Ungkap Peta Langit Terbesar Meski Terancam Satelit Milenial

Memperkenalkan peta langit seluruhnya yang dihasilkan SPHEREx yang akan membantu menjawab pertanyaan besar tentang asal-usul dan evolusi alam semesta sekaligus mengungkap bahan-bahan beku di galaksi yang berpotensi mendukung kehidupan, serta menyoroti ancaman gangguan dari peningkatan jumlah satelit yang dapat merusak data observasi.

08 Jan 2026, 01.37 WIB
196 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • SPHEREx akan memetakan seluruh langit dan mengumpulkan data penting tentang galaksi.
  • Misi ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang inflasi kosmik dan pembentukan planet.
  • Tantangan dari satelit megakonstelasi dapat mengancam kualitas data yang dikumpulkan oleh SPHEREx.
Washington, Amerika Serikat - NASA meluncurkan sebuah teleskop luar angkasa bernama SPHEREx pada Maret 2025 yang bertujuan untuk memetakan seluruh langit dengan menggunakan 102 warna cahaya inframerah yang tidak bisa dilihat mata manusia. Dalam enam bulan, teleskop ini sudah menghasilkan peta kosmos yang sangat rinci, menampilkan posisi ratusan juta galaksi dan benda langit lainnya dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya.
SPHEREx bukan hanya sekedar teleskop biasa karena mampu merekam informasi dalam spektrum tiga dimensi, sehingga membantu para ilmuwan mempelajari asal usul alam semesta, khususnya periode fenomenal yang disebut inflasi kosmik saat alam semesta mengembang dengan sangat cepat. Selain itu, SPHEREx juga meneliti awan debu dan gas yang mengandung es yang mungkin menjadi bahan pembentuk planet dan kehidupan.
Data dari SPHEREx sangat besar, mencapai 3.600 gambar setiap hari dan akan terus bertambah selama misi dua tahun dengan biaya sebesar 488 juta dolar AS. Peta langit hasil observasinya diharapkan dapat menjadi sumber informasi penting yang dapat digabungkan dengan misi NASA lain untuk mengeksplorasi beragam fenomena astronomi secara lebih lengkap.
Namun, pesatnya pertumbuhan jumlah satelit di orbit Bumi yang mencapai ribuan memperbesar risiko gangguan pada citra teleskop dari cahaya satelit yang memotong dan merusak hasil pengamatan. Studi terbaru memprediksi lebih dari 96% gambar SPHEREx bisa tercemar oleh jejak satelit yang melintas, sehingga informasi ilmiah berharga bisa hilang dan tidak tergantikan.
Tantangan besar ini memerlukan perhatian dan tindakan dari komunitas internasional agar eksplorasi ilmu pengetahuan di luar angkasa tetap dapat berjalan dengan lancar di masa depan. Tanpa pengelolaan yang baik atas jumlah dan pengoperasian satelit, kemajuan astronomi canggih seperti SPHEREx dapat mengalami kemunduran akibat polusi cahaya orbit yang sulit dihindari.
Referensi:
[1] https://www.livescience.com/space/astronomy/nasa-telescope-combines-100-maps-of-the-universe-into-one-every-astronomer-is-going-to-find-something-of-value-here

Analisis Ahli

Shawn Domagal-Goldman
"Penggunaan data SPHEREx akan membuka wawasan fundamental bagi astronomi dengan menggabungkan lebih banyak spektrum cahaya, memungkinkan pemahaman lebih dalam tentang asal usul alam semesta."
Beth Fabinsky
"Sistem pengindraan multicolor SPHEREx mirip dengan mata hewan mantis shrimp, memungkinkannya menangkap detail yang luar biasa di seluruh langit sekaligus, ini adalah pencapaian teknis yang luar biasa."

Analisis Kami

"SPHEREx merupakan lompatan teknologi yang mengesankan dalam pemetaan kosmos dengan pendekatan multi-warna yang sangat inovatif dan efisien dalam waktu singkat. Namun, tanpa regulasi satelit orbit yang lebih ketat, investigasi kosmik yang sangat bernilai ini justru terancam gagal berfungsi optimal karena gangguan visual yang merusak data, yang harus menjadi perhatian serius seluruh komunitas ilmiah dan pembuat kebijakan."

Prediksi Kami

Jika pertumbuhan megakonstelasi satelit terus berlanjut tanpa regulasi yang ketat, kerusakan data astronomi dari gangguan satelit akan semakin parah dan bisa menyebabkan hilangnya peluang penting dalam penemuan ilmiah tentang alam semesta yang tidak dapat dipulihkan kembali.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu SPHEREx?
A
SPHEREx adalah pesawat luar angkasa milik NASA yang bertujuan untuk memetakan seluruh langit dalam inframerah.
Q
Mengapa SPHEREx penting bagi astronomi?
A
SPHEREx penting karena dapat membantu menjawab pertanyaan mendasar tentang asal-usul alam semesta dan bagaimana kehidupan mungkin muncul.
Q
Berapa banyak galaksi yang akan dipetakan oleh SPHEREx?
A
SPHEREx akan memetakan data dari lebih dari 450 juta galaksi.
Q
Apa tantangan yang dihadapi SPHEREx dalam pengamatan?
A
Tantangan yang dihadapi adalah gangguan dari satelit megakonstelasi yang dapat mengaburkan sinyal kosmik.
Q
Siapa yang mengumumkan peta langit pertama SPHEREx?
A
Peta langit pertama SPHEREx diumumkan oleh Shawn Domagal-Goldman.