
Courtesy of TheVerge
Gadget CES 2026: Banyak Produk Label AI Tapi Fungsinya Nggak Pintar
Memberikan gambaran kritis terhadap fenomena produk AI di CES 2026 yang sering kali hanya menggunakan label AI tanpa memberikan nilai tambah nyata, sehingga pembaca memahami kapan AI benar-benar bermanfaat dan kapan hanya menjadi gimmick pemasaran.
09 Jan 2026, 01.14 WIB
143 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Banyak produk AI di CES 2026 yang tampaknya tidak memenuhi harapan atau justifikasi penggunaan AI.
- Inovasi produk sering kali lebih terlihat pada desain dan fitur praktis daripada kecerdasan buatan yang ditambahkan.
- Konsumen harus skeptis terhadap klaim 'AI-enhanced' yang tidak dijelaskan dengan baik.
Las Vegas , Amerika Serikat - Di CES 2026, kecerdasan buatan (AI) tampak ada di mana-mana, dari benda biasa seperti pemotong rambut hingga perangkat rumah tangga. Namun, banyak produk yang mengklaim punya fitur AI sebenarnya hanya menggunakan kecerdasan buatan secara minimal dan tidak memberikan manfaat besar bagi pengguna.
Contohnya, Glyde smart hair clippers menggunakan AI untuk membantu pemotongan rambut yang presisi dan memberi umpan balik saat memotong. Sementara alat seperti SleepQ memadukan pil dengan data biometrik untuk menentukan waktu konsumsi obat yang optimal, yang walau menarik, masih terasa sederhana dalam penerapannya.
Produk lain seperti vacuum cleaner Fraction menggunakan AI untuk memprediksi kerusakan dan mengoptimalkan penyedotan, tetapi bisa saja menjadi cara untuk mendorong penjualan suku cadang. Begitu pula dengan frame foto Fraimic yang menggunakan AI untuk menghasilkan gambar berdasarkan suara, namun tanpa AI pun produk ini sudah cukup berguna.
Perusahaan Infinix menghadirkan konsep ponsel modular dengan fitur AI yang menurut laporan tidak semuanya benar-benar menggunakan kemampuan AI yang berarti. Begitu juga dengan produk teknologi lain, seperti microwave dengan sentuhan AI dan mesin bartender otomatis yang lebih mirip gimmick masa kini.
Tingkat skepticism dan kritik mengemuka karena banyak produk AI ini lebih banyak gimmick daripada inovasi. Konsumen disarankan untuk tetap kritis dan tidak langsung percaya klaim AI tanpa bukti manfaat nyata yang bisa meningkatkan kualitas hidup mereka.
Referensi:
[1] https://theverge.com/tech/858315/most-dubious-ai-tech-ces-2026
[1] https://theverge.com/tech/858315/most-dubious-ai-tech-ces-2026
Analisis Ahli
Andrew Ng
"Penggunaan AI harus fokus pada peningkatan nilai nyata bagi pengguna, bukan sekadar fitur pemasaran. Produk yang benar-benar inovatif akan menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah kompleks, bukan hanya menempelkan label tanpa dampak."
Fei-Fei Li
"AI yang berharga adalah yang memahami konteks dan dapat beradaptasi dengan kebutuhan pengguna dengan cara yang nyata, bukan sekadar alat pendukung otomatis yang fungsinya minimal."
Analisis Kami
"Banyak produk yang mengklaim 'AI' sebenarnya memanfaatkan fungsi AI dasar yang tidak berdampak besar pada pengalaman pengguna, menunjukkan tren komersialisasi AI yang dangkal. Ini bisa menyesatkan konsumen dan menurunkan kepercayaan terhadap inovasi kecerdasan buatan yang sesungguhnya bermanfaat."
Prediksi Kami
Kedepannya, akan semakin banyak produk teknologi yang mengeksploitasi kata 'AI' sebagai gimmick pemasaran tanpa memberikan inovasi teknis yang signifikan, sehingga konsumen perlu lebih waspada dan kritis dalam memilih gadget berlabel AI.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dimaksud dengan Glyde dalam konteks CES?A
Glyde adalah pemangkas rambut pintar yang memberikan umpan balik langsung untuk membantu pemula dalam memotong rambut.Q
Bagaimana cara kerja SleepQ dalam meningkatkan efektivitas obat tidur?A
SleepQ menggunakan data biometrik untuk menentukan waktu terbaik mengonsumsi suplemen tidur, meskipun klasifikasinya sebagai 'AI-enhanced drugs' diragukan.Q
Apa fitur utama dari penyedot debu Fraction?A
Fraction menggunakan AI untuk mengoptimalkan kinerja sedot debu dan mendeteksi masalah sebelum terjadi, dengan desain modular untuk penggantian yang lebih mudah.Q
Mengapa Fraimic dianggap tidak perlu menggunakan AI?A
Fraimic dianggap tidak perlu menggunakan AI karena produk ini sudah memiliki fitur menarik dan efisien tanpa tambahan AI.Q
Apa peran Infinix dalam tren ponsel modular yang diusung di CES?A
Infinix memperkenalkan konsep ponsel modular dengan beberapa fitur AI, meskipun banyak di antaranya tidak terlalu inovatif atau menarik.


