Metode Baru Cepat dan Murah Ekstrak Emas dari Limbah Elektronik
Courtesy of SCMP

Metode Baru Cepat dan Murah Ekstrak Emas dari Limbah Elektronik

Mengembangkan metode ekstraksi logam mulia dari limbah elektronik dengan biaya rendah dan efisiensi tinggi untuk mengatasi kelangkaan sumber daya serta mengurangi dampak lingkungan.

09 Jan 2026, 09.48 WIB
169 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Metode baru ini menawarkan cara yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk memulihkan logam mulia dari limbah elektronik.
  • Inovasi ini dapat mengurangi biaya pengambilan emas secara signifikan, membuatnya lebih menguntungkan.
  • Dengan produksi limbah elektronik yang tinggi di China, teknologi ini memiliki potensi besar untuk mengatasi masalah lingkungan dan kelangkaan sumber daya.
Beijing, Cina - Para ilmuwan di Cina telah menemukan cara baru untuk mengekstrak emas dan logam mulia lain dari limbah elektronik seperti ponsel lama dan komputer. Metode ini sangat efisien dan dapat menyelesaikan proses dalam waktu kurang dari 20 menit, jauh lebih cepat daripada cara tradisional.
Teknologi ini menggunakan proses pencucian kimia yang mampu menghilangkan emas dari komponen elektronik dengan tingkat keberhasilan lebih dari 98,2% pada suhu kamar. Selain emas, metode ini juga mengekstrak paladium dengan efisiensi 93,4%, logam yang biasa dipakai dalam katalis dan elektronik.
Biaya yang dibutuhkan untuk mengekstrak logam mulia ini sangat rendah, hanya sekitar 72 dolar AS untuk 10 kilogram papan sirkuit cetak. Dengan harga emas internasional mencapai lebih dari 4.472 dolar AS per ons, metode ini menjadi sangat menguntungkan untuk industri daur ulang.
Tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, metode ini juga jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan cara tradisional karena menghasilkan polusi yang jauh lebih sedikit. Hal ini sangat penting untuk mengurangi kerusakan habitat dan pencemaran air atau tanah akibat penambangan.
Karena Cina menghasilkan jutaan ton limbah elektronik setiap tahun, penemuan ini bisa menjadi solusi besar bagi masalah kelangkaan logam mulia serta tantangan lingkungan global. Metode ini membuka jalan untuk masa depan penambangan perkotaan yang lestari dan berkelanjutan.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3339144/chinese-team-unveils-worlds-most-efficient-e-waste-gold-recovery-tech?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

Dr. Chen Li, ahli teknologi material
"Metode ini menunjukkan bahwa kimia hijau bisa menjadi solusi efektif untuk ekstraksi logam mulia, menggabungkan efisiensi tinggi dan dampak lingkungan minimal."
Prof. Zhang Wei, pakar lingkungan
"Pengembangan teknologi ekstraksi cepat dan murah dari limbah elektronik sangat penting untuk mendukung ekonomi sirkular serta mengurangi sampah berbahaya."

Analisis Kami

"Inovasi ini adalah lompatan besar dalam pengelolaan limbah elektronik yang selama ini menjadi masalah serius dunia. Biaya rendah dan ramah lingkungan akan mempercepat adopsi teknologi ini dan mengurangi ketergantungan pada penambangan tradisional yang merusak lingkungan."

Prediksi Kami

Metode ini kemungkinan akan mempercepat pengembangan industri daur ulang logam mulia dari limbah elektronik secara global dan mendorong munculnya pasar urban mining yang lebih besar dan lebih efisien.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa metode baru yang ditemukan oleh ilmuwan Cina untuk mengambil emas dari limbah elektronik?
A
Metode baru ini menggunakan pencucian kimia untuk mengambil emas dari limbah elektronik.
Q
Seberapa cepat metode ini dapat mengekstrak emas?
A
Metode ini dapat mengekstrak emas dalam waktu kurang dari 20 menit.
Q
Apa efisiensi pengambilan emas dan palladium dari CPU dan PCB?
A
Metode ini mencapai efisiensi pengambilan emas lebih dari 98,2% dan palladium 93,4%.
Q
Mengapa metode ini lebih menguntungkan dibandingkan metode tradisional?
A
Metode ini dapat mengekstrak emas dengan biaya kurang dari sepertiga harga pasar saat ini.
Q
Apa dampak potensial dari teknologi ini terhadap lingkungan?
A
Teknologi ini dapat mengurangi polusi dibandingkan dengan metode tradisional dan membantu mengatasi masalah limbah elektronik.