Astronot Sipil China Pimpin Eksperimen Baterai Canggih di Tiangong
Courtesy of SCMP

Astronot Sipil China Pimpin Eksperimen Baterai Canggih di Tiangong

Memajukan ilmu pengetahuan tentang baterai lithium-ion di luar angkasa guna meningkatkan keamanan dan daya baterai untuk eksplorasi antariksa yang lebih efisien.

09 Jan 2026, 11.00 WIB
151 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • China melakukan eksperimen baterai di stasiun luar angkasa Tiangong.
  • Zhang Hongzhang adalah astronaut kedua yang terbang ke luar angkasa dari China.
  • Penelitian ini dapat membantu dalam pengembangan baterai yang lebih aman dan kuat untuk eksplorasi luar angkasa.
Tiangong space station, China - China telah mengirim astronot sipil keduanya, Zhang Hongzhang, ke stasiun luar angkasa Tiangong untuk melakukan eksperimen penting terkait baterai lithium-ion. Eksperimen ini bertujuan memahami bagaimana kondisi gravitasi di luar angkasa mempengaruhi performa baterai, yang sangat penting untuk eksplorasi luar angkasa.
Zhang Hongzhang merupakan profesor dari Dalian Institute of Chemical Physics dan ahli di bidang baterai lanjutan. Pengalamannya sangat berguna untuk penelitian yang berusaha menghasilkan baterai yang lebih aman dan memiliki kapasitas tenaga lebih besar untuk mendukung operasional dalam kondisi ekstrim ruang angkasa.
Ini merupakan bagian dari misi Shenzhou-21 yang juga membawa tiga astronot lainnya ke Tiangong. Proyek ini didukung oleh kerja sama intens antara tim di luar angkasa dan peneliti di darat agar data dan pengujian dapat maksimal.
Sebelumnya, astronot sipil pertama China, Gui Haichao, seorang profesor dan insinyur dirgantara, juga telah berkontribusi pada penelitian di luar angkasa. Langkah ini menunjukkan komitmen China dalam memanfaatkan talenta sipil untuk misi yang secara teknis kompleks.
Hasil dari eksperimen ini diharapkan bisa meningkatkan teknologi baterai, tidak hanya untuk kebutuhan luar angkasa, tetapi juga aplikasi teknologi di bumi. Studi ini membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi energi yang lebih efisien dan aman di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3339221/why-chinese-space-station-studying-how-gravity-affects-battery-performance?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

Dr. Li Wei (Ahli energi dan baterai dari Tsinghua University)
"Penelitian baterai di luar angkasa sangat penting untuk inovasi teknologi energi terbarukan di masa depan, terutama untuk kendaraan dan perangkat bertenaga tinggi yang menggunakan ruang terbatas."

Analisis Kami

"Proyek yang dipimpin oleh astronot sipil pada eksperimen teknologi baterai ini menandai kemajuan besar dalam pengintegrasian sains terapan dengan eksplorasi luar angkasa. Saya yakin bahwa fokus pada efek gravitasi terhadap baterai dapat membuka pemahaman baru yang selama ini kurang dikaji di lingkungan mikrogravitasi."

Prediksi Kami

Hasil penelitian ini kemungkinan akan mempercepat pengembangan baterai dengan performa lebih tinggi dan aman untuk digunakan dalam misi luar angkasa selanjutnya, serta memberi dampak positif pada teknologi baterai di bumi.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa yang memimpin eksperimen di stasiun luar angkasa Tiangong?
A
Zhang Hongzhang memimpin eksperimen di stasiun luar angkasa Tiangong.
Q
Apa tujuan dari eksperimen yang dilakukan oleh Zhang Hongzhang?
A
Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk memahami bagaimana gravitasi memengaruhi kinerja baterai.
Q
Apa jenis baterai yang diteliti dalam eksperimen ini?
A
Jenis baterai yang diteliti dalam eksperimen ini adalah baterai lithium-ion.
Q
Kapan misi Shenzhou-21 diluncurkan?
A
Misi Shenzhou-21 diluncurkan pada akhir Oktober.
Q
Siapa astronaut pertama China yang terbang ke luar angkasa?
A
Astronaut pertama China yang terbang ke luar angkasa adalah Gui Haichao.