Mengenal Burung Beracun di Papua dan Bahayanya bagi Manusia
Courtesy of CNBCIndonesia

Mengenal Burung Beracun di Papua dan Bahayanya bagi Manusia

Memberikan informasi tentang keberadaan dan bahaya burung beracun di Papua yang mengandung neurotoxin batrachotoxin serta dampaknya pada manusia, sekaligus menjelaskan sumber racun tersebut berasal dari makanan burung.

09 Jan 2026, 12.20 WIB
164 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Burung Pitohui dan Aleadryas rufinucha adalah dua spesies burung beracun yang ditemukan di Papua.
  • Racun pada burung ini berasal dari makanan yang mereka konsumsi di hutan, bukan dari kontak antar burung.
  • Paparan racun batrachotoxin dapat berdampak pada manusia, membuat mereka merasakan efek seperti mata berair.
Papua, Indonesia - Burung Pitohui adalah salah satu spesies burung paling beracun di dunia yang ditemukan di hutan Papua. Selain Pitohui, burung lonceng rufous-naped juga memiliki racun berbahaya berjenis batrachotoxin.
Racun tersebut bukan disebarkan melalui kontak antar burung, melainkan berasal dari makanan yang mereka konsumsi di alam bebas. Racun ini tidak membahayakan burung, tetapi disimpan dalam bulu sebagai alat pertahanan diri.
Ketika manusia bersentuhan dengan burung beracun ini, mata bisa mengalami efek berair serupa saat memotong bawang. Bahkan, jika daging burung ini dimakan, racunnya bisa menyebabkan kematian atau sensasi terbakar pada tubuh.
Seorang peneliti bernama Kasun Bodawatta pernah mengalami efek racun ini secara langsung saat mengambil sampel burung beracun dan mengeluarkan air mata serta hidung berair, yang sempat disalahartikan oleh warga setempat.
Penelitian ini membuka wawasan tentang hubungan makanan burung di hutan dengan toksin yang mereka miliki, serta mengingatkan pentingnya kehati-hatian manusia dalam berinteraksi dengan fauna beracun di alam.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260109112753-37-700987/burung-paling-beracun-di-dunia-ada-di-ri-pakar-beberkan-dampaknya

Analisis Ahli

Kasun Bodawatta
"Paparan racun pada burung ini tidak hanya berbahaya bagi manusia, tapi juga menimbulkan tantangan etis dan ilmiah dalam mengambil sampel dan mempelajari burung tersebut di habitat aslinya."

Analisis Kami

"Keberadaan burung yang mengandung neurotoxin ini menunjukkan hubungan kompleks antara ekologi dan adaptasi biologis. Studi lebih mendalam menyangkut bagaimana racun ini diserap dan dipertahankan dapat membuka peluang baru dalam bioteknologi dan pengembangan obat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi habitat asli mereka."

Prediksi Kami

Penelitian lanjutan mungkin akan lebih fokus pada identifikasi sumber makanan burung beracun tersebut dan bagaimana racun tersebut dapat dimanfaatkan atau diantisipasi untuk perlindungan manusia dan ekosistem.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang membuat burung Pitohui unik?
A
Burung Pitohui dikenal sebagai spesies burung paling beracun di dunia.
Q
Dari mana racun yang ditemukan pada burung Pitohui berasal?
A
Racun pada burung Pitohui berasal dari makanan yang dikonsumsi di hutan, bukan dari burung lain.
Q
Apa efek dari racun batrachotoxin pada manusia?
A
Racun batrachotoxin dapat membuat mata manusia berair dan menyebabkan rasa seperti terbakar jika kontak langsung.
Q
Siapa Kasun Bodawatta dan apa yang dilakukannya?
A
Kasun Bodawatta adalah peneliti dari Universitas Copenhagen yang melakukan penelitian tentang burung beracun dan mengalami efek racun saat mengambil sampel.
Q
Apa yang terjadi pada penduduk lokal yang mengonsumsi burung beracun?
A
Penduduk lokal melaporkan bahwa mengonsumsi atau memegang burung beracun dapat menyebabkan sensasi terbakar pada tubuh.