
Courtesy of CNBCIndonesia
Waspada! Kejahatan Siber Meningkat, Kerugian Capai Rp476 Miliar
Memberikan pemahaman mengenai bahaya kejahatan siber yang marak terjadi, faktor-faktor yang membuat seseorang mudah menjadi korban, dan pentingnya verifikasi serta kewaspadaan dalam beraktivitas di dunia digital.
10 Jan 2026, 10.00 WIB
153 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kejahatan siber meningkat seiring dengan aktivitas digital yang masif di masyarakat.
- Pelaku penipuan sering memanfaatkan kondisi psikologis dan identitas resmi palsu untuk menipu korban.
- Pentingnya verifikasi identitas dan pemahaman tentang teknologi untuk mencegah penipuan digital.
Jakarta, Indonesia - Aktivitas digital yang semakin berkembang di Indonesia membawa dampak positif sekaligus risiko tinggi, terutama terkait kejahatan siber. Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat kerugian finansial mencapai Rp476 miliar dari penipuan dan tindak kejahatan yang terjadi dalam tiga bulan terakhir. Jumlah laporan pengaduan masyarakat juga meningkat drastis, menandakan masalah ini kian serius.
Pelaku kejahatan siber kerap memanfaatkan sifat mudah percaya korban dengan menyamar sebagai institusi resmi seperti pemerintah atau perusahaan finansial. Komunikasi mereka sangat meyakinkan sehingga korban langsung mengikuti instruksi tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut. Hal ini diperparah oleh adanya tekanan psikologis berupa ancaman atau janji imbalan agar korban segera merespons.
Kesadaran dan pemahaman akan teknologi digital masih rendah di banyak kalangan. Pengguna sering kesulitan membedakan tautan resmi dengan link palsu, serta belum mengerti pentingnya menjaga data pribadi seperti kode OTP, PIN, dan informasi rekening. Kondisi ini sering dimanfaatkan pelaku untuk mengambil alih akun korban atau menguras saldo mereka.
Selain itu, modus yang digunakan seperti pesan dengan narasi urgensi dan waktu terbatas membuat korban panik dan kurang rasional. Dalam suasana terburu-buru, mereka cenderung mengabaikan langkah keamanan, seperti memastikan tautan atau nomor pengirim, sehingga semakin banyak yang terjebak dalam penipuan.
Nomor telepon dan akun media sosial yang tampak resmi juga seringkali palsu dan digunakan untuk tipuan. Tanpa verifikasi identitas secara detail, korban rentan berinteraksi dengan pelaku. Pola ini terus berulang dan mengakibatkan korban baru setiap waktu, menandakan perlunya edukasi dan kewaspadaan yang lebih baik di masyarakat.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260110093232-37-701196/ciri-ciri-orang-yang-rentan-jadi-korban-penipuan-online-ada-kamu
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260110093232-37-701196/ciri-ciri-orang-yang-rentan-jadi-korban-penipuan-online-ada-kamu
Analisis Ahli
Andi Santoso (Pakardigital.security)
"Peningkatan kasus kejahatan siber tidak lepas dari lemahnya edukasi keamanan digital. Pengguna harus dilatih untuk mengenali tanda-tanda phishing dan pentingnya verifikasi sebelum bertindak di dunia digital."
Analisis Kami
"Masalah utama terletak pada rendahnya literasi digital masyarakat yang harus segera menjadi prioritas dalam pendidikan dan kampanye publik. Tanpa peningkatan pemahaman dan kebiasaan verifikasi, kejahatan siber akan terus berkembang dengan modus yang semakin canggih dan merugikan banyak pihak."
Prediksi Kami
Jika kesadaran pengguna digital tidak segera ditingkatkan, jumlah korban kejahatan siber dan kerugian finansial akan terus bertambah signifikan di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menjadi penyebab utama peningkatan kejahatan siber di Indonesia?A
Penyebab utama peningkatan kejahatan siber di Indonesia adalah aktivitas digital masyarakat yang semakin masif.Q
Berapa total kerugian finansial akibat kejahatan siber yang dicatat oleh Kementerian Komunikasi dan Digital?A
Total kerugian finansial akibat kejahatan siber yang dicatat adalah sebesar Rp476 miliar.Q
Apa yang dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menipu korban?A
Pelaku kejahatan siber sering menyamar sebagai pihak resmi dan memanfaatkan tekanan psikologis untuk menipu korban.Q
Mengapa rendahnya pemahaman teknologi dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap penipuan?A
Rendahnya pemahaman terhadap teknologi membuat seseorang sulit membedakan tautan resmi dan palsu, serta tidak memahami pentingnya menjaga data pribadi.Q
Apa langkah yang sebaiknya diambil untuk menghindari menjadi korban penipuan digital?A
Langkah yang sebaiknya diambil adalah melakukan verifikasi identitas sebelum memberikan informasi pribadi atau mengikuti instruksi yang mencurigakan.




