Olahraga Berlebihan Bikin Hormon Wanita 23 Tahun Turun Setara Usia 50 Tahun
Courtesy of SCMP

Olahraga Berlebihan Bikin Hormon Wanita 23 Tahun Turun Setara Usia 50 Tahun

Menginformasikan bahaya berolahraga secara berlebihan bagi kesehatan wanita, khususnya dalam hal hormonan dan siklus menstruasi, serta menyarankan alternatif yang lebih aman seperti yoga.

11 Jan 2026, 08.00 WIB
214 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Olahraga yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan hormon wanita.
  • Pengobatan tradisional dapat menjadi alternatif untuk mengatasi masalah kesehatan akibat olahraga berlebihan.
  • Keseimbangan dalam berolahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Zhejiang, China - Seorang wanita muda berusia 23 tahun dari Zhejiang, China, membagikan kisahnya yang unik dan menggemparkan setelah ia mengalami gangguan kesehatan akibat rutinitas olahraga yang terlalu intens. Wanita ini berolahraga enam kali seminggu, dengan durasi latihan sekitar 70 menit setiap sesi. Awalnya, rutinitas ini terlihat seperti strategi bagus untuk menurunkan berat badan dan hidup sehat.
Namun beberapa waktu setelah rutin berolahraga, ia mulai mengalami masalah serius yaitu menstruasinya berhenti sama sekali. Rasa khawatir membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Dokter menemukan kadar hormon perempuan dalam tubuhnya sangat rendah, bahkan setara dengan wanita berusia 50 tahun, sebuah kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksinya secara signifikan.
Tidak hanya hormon, hasil pemeriksaan lain menunjukkan dia menderita gejala defisiensi ginjal. Dokter menyarankan agar ia segera menghentikan latihan kerasnya dan beristirahat. Sebagai bagian dari perawatan, dokter memberikan obat tradisional Cina dengan tujuan untuk membantu menyeimbangkan kembali fungsi tubuhnya. Wanita ini sebelumnya mengalami berat badan 65 kilogram akibat pola makan berlebihan yang tidak sehat.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi siapa saja yang merasa bahwa semakin keras dan sering olahraga maka akan semakin sehat. Padahal, tubuh membutuhkan keseimbangan antara aktivitas fisik dan pemulihan. Kegiatan seperti yoga dan latihan dengan intensitas lebih ringan dapat menjadi alternatif yang aman dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan tanpa menimbulkan efek buruk.
Pesan utama dari cerita ini adalah bahwa olahraga seharusnya dilakukan dengan bijaksana dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing. Memperhatikan tanda-tanda tubuh dan tidak memaksakan diri sepenuhnya bisa mencegah masalah kesehatan jangka panjang. Ini juga menjadi pengingat bahwa pengelolaan berat badan harus dilakukan secara menyeluruh dengan perhatian terhadap keseimbangan fisik dan mental.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/people-culture/trending-china/article/3338998/china-woman-23-who-exercises-6-times-week-no-longer-menstruates-due-rapid-weight-loss

Analisis Ahli

Dokter Endokrinologi
"Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi intensitas dan frekuensi yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan hormonal serius seperti amenore. Pendekatan pengobatan tradisional Tiongkok bisa membantu, namun harus diseimbangkan dengan modifikasi gaya hidup."
Ahli Kebugaran
"Pentingnya mendengarkan tubuh sendiri dan tidak memaksakan olahraga tanpa istirahat cukup sangat krusial. Yoga sebagai alternatif memang baik karena membantu gabungkan aktivitas fisik ringan dengan meditasi."

Analisis Kami

"Kasus ini menunjukkan pentingnya kesadaran bahwa olahraga berlebihan bukan hanya menguras fisik tapi juga merusak keseimbangan hormonal tubuh wanita. Saran penggantian dengan yoga adalah langkah tepat untuk mengembalikan kesehatan secara holistik tanpa memaksakan tubuh secara berlebihan."

Prediksi Kami

Jika wanita dengan pola berolahraga berlebihan tidak mengubah kebiasaan, risiko gangguan hormonal dan masalah kesehatan lainnya akan bertambah serius, sehingga perlu intervensi medis dan perubahan gaya hidup.